> Kebanyakan orang tidak sadar, bahwa dalam perjalanan kita > selama merdeka ideologi negara kita yang dituangkan dalam > UUD-45 sudah jauh bergeser dari Socialism a la Pancacila ke > Liberal Capitalism dengan Free Market Economy, karena dengan > runtuhnya Uni Soviet socialism sudah terbukti tidak bisa > berjalan. Pertamina sekarang sudah lain dengan Pertamina di > tahun 60-70 han, begitupun BUMN-BUMN yang lainnya yang sudah > dikonversi menjadi Persero, bahkan tidak lama lagi akan > diprivatisasi. Jadi soal gas dan minyak bumi juga ditentukan > oleh harga pasar internasional. Jika harganya di pasaran > dunia, lebih baik dari pada di dalam negeri, kenapa tidak > diexport saja. Kalau rakyat tidak mampu ya muncul lah > subsidi. Waktu Suharto masih dianggap "reluctant > capitalism', tetapi sesudah Reformasi sudah sama sekali kita > menganut liberal capitalism dengan global free market > economy, dan UUD-45 sudah banyak yang diamademen. > Undang-undang dengan jiwa capitalism dan free market economy > yang keluar sesudah Reformasi itu banyak yang dianulir oleh > MK karena masih bertentangan dengan UUD-45 yang sudah > di-amandemen itu. Maka kita lihat Indonesia import garam, > import beras dsb itu nyaris dibiarkan, karena karena salah > orang Indonesia sendiri tidak mampu bersaing dengan luar > negeri dalam soal produktivitas dan harga. Baru sesudah > banyak demo, distop. Dalam free-market economy tentu kalau > pesawat terbang dari dalam negeri lebih mahal belilah dari > luar negeri, juga barang-barang lainnya. Namun saya dengar > sekarang industri dalam negeri juga sudah mampun beli gas > dengan harga pasaran internasional, tetapi cadangan gas yang > ada sudah telanjur terikat kontrak dengan pembeli luar > negeri. Yang menarik adalah RRC, karena partai komunis masih > bertahan, tetapi perekonomiannya didasarkan liberal > capitalism dengan free-market economy, tetapi tetap > mengandalkan negara, yaitu munculnya BUMN-BUMN yang > mendominasi free-market economynya, antara lain PetroChina, > CNOOC dll yang dipunyai negara tetapi beroperasi seperti > perusahaan international lainnya, dan ternyata menjadi > perusahaan raksasa yang mendunia, mampu bersaing dengan > perusahaan seperti Exxon-Mobil dan Shell Keberadaan BUMN > adalah tabu bahkan haram dalam perekonomian system liberal > capitalism. Untuk itu maka BUMN, seperti Garudah, Pertamina > sudah segera akan diprivatisasi, dengan IPO di pasar modal. > Dulu Pertamina dilahirkan sebagai suatu Badan Negara yang > diberi tugas mengamankan persediaan bahanbakar migas untuk > rakyat, hampir seperti BuLog. Kalau sekarang perusahaan ini > tugasnya adalah memberikan keuntungan bagi negara, sama > seperti perusahaan Exxon-Mobil dsb bagi pemegang sahamnya.. > Fungsi menyediakan BBG dan BBM bagi rakyat kelihatannya > diambil alih oleh BP Migas Hulu maupun Hilir, sedangkan > Pertamina hanya jadi kontraktor saja. Maka sekarang, > terutama jika masalah subsidi bisa diselesaikan, saya kira > supply migas untuk kebutuhan dalam negeri tidak lagi > monopoli Pertamina, tetapi perusahaan asingpun dapat > menutupi kebutuhan dalam negeri, seperti adanya pom bensin > Petronas, Shell, Total dsb, sama seperti di Amerika Serikat, > Europa, Malaysia dsb, apakah itu Indonesia itu menjadi > net-importer migas, itu bukan masalah. Tugasnya pemerintah > adalah meningkatkan keberdayaan masyarakat dengan > meningkatkah penghasilan negara, apakah dari pajak, dari > royalty dari pertambangan atau dari bagihasil dsb dsb Itu > menurut saya apa yang terjadi di negara kita ini > Wassalam > RPK > > > ----- Original Message ----- > From: Ery Arifullah > To: <[email protected]> > Sent: Wednesday, February 22, 2012 10:32 AM > Subject: Re: [iagi-net-l] BUMN buat siapa? --->Re: > [iagi-net-l] Pertamina EP Temukan Cadangan Gas Baru > > > UUD 45 mengamanahkan sumber daya energi adalah milik negara > yg digunakan utk kepentingan kemakmuran rakyat. Pemerintah > harusnya memberi kemudahan kpd BUMN terkait yg bertugas > melayani langsung rakyat Indonesia. > > > Sy percaya ada aturan di bawah UUD 45 seperti UU, PP dst > sebagai dasar hingga BUMN "dipaksa" bersusah payah bersaing > untuk mencari sendiri dan mendapatkan blok-blok itu...yg > justru bertolak belakang dg amanah UUD 45 itu. Alasan > profesionalisme agar BUMN bisa bersaing? Bila negara > menjadi pedagang? Penawar tertinggi yg dimenangkan? Ketika > penawar yg menang tadi menjualnya kepada rakyat....kira2 > harganya murah atau mahal ya? Andaikan PLN yg menang > mungkin listrik tetap murah, tapi PLN yg tekor...ketika PLN > tekor maka pemerintah kembali mensubsidi...dst...dst... > Siklus ini terus terulang dan dibiarkan. Sebenarnya negara > bekerja untuk siapa? > > > Salam, > Ery, NPA: 2525 > > > > > > > > > Sent from my iPad > > On Feb 22, 2012, at 10:31, [email protected] wrote: > > > Tergelitik oleh thread Discovery-nya Pertamina EP, > terutama pembahasan ttg harga gas dsb, berikut ini > sedikit unegh2 tentang BUMN energy kita: punya siapa? > > Pertamina kepunyaan negara, PLN kepunyaan negara, PGN > juga kepunyaan negara. Semuanya BUMN yg bekerja untuk > memastikan rakyat Indonesia mendapatkan energi listrik, > minyak, gas, dan produk industri petrokimia secara adil > merata. > > Tapi kenapa koq mereka alot tawar menawar alokasi dan > harga gas-(minyak) yg diproduksi dr tanah air Indonesia? > Yg kontrak 2.2$/mmbtu lah, yg 5$/mmbtu dr kontrak > Santos-lah, yg PLN berani bayar 8$/mmntu-lah... Se-olah2 > mrk itu pedagang yg mencari keuntungan sebesar2nya dg > modal sekecil2nya: pedagangnya negara? Yang musti > diuntungkan itu kan negara - rakyat Indonesia? Bukan mrk > sebagai lembaga! > > Koq semakin ruwet sih hubungan institusi bisnis-politik - > industri milik negara kita? Dan kita semua seolah hanyut > dalam ketidak-beresan ketidak-logisan cara berpikir dan > bertindak lembaga2 bisnis negara tsb. Coba saja: untuk > memastikan pasokan gas: PGN sampai bersusah payah nyari > blok2 migas sendiri, jangan2 PLN nanti juga akan punya > blok migas sendiri pula!? > > Ini akan jadi lebih ruwet dan nggak masuk di pemahaman > manusia normal kalau kita masukkan juga BPMigas dan > Ditjen Migas dalam percaturan hubungan antar kelembagaan > bisnis tersebut. Lha wong semua cadangan migas Indonesia > di"kuasai" data, pengelolaan, peruntukan, dan operasinya > oleh BPMigas dan ultimately Ditjen Migas. Koq masih juga > kita baca berita: PGN berhasil menambah pasokan gas > u/Jawa sejumlah sekian sekian juta kubik kaki bperhari > dsb. Khan harusnya itu semua sdh bisa dikuasai, dihandel, > dialokasikan oleh BPMigas/Ditjen Migas. Bukannya PGN yg > kesana kemari nyari jatah gas u/diperdagangkan kembali ke > industri di Indonesia. Cukup BPMigas/Ditjen Migas sebagai > penguasa mengaturnya: siapa akan mendapatkan berapa lewat > apa (PGN? Swasta?) Dll. > > Ah, entahlah, atau karena aku terlalu bodoh saja? > > Jkt, 22Feb 2012 > ADB > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > ----------------------------------------------------------------------------> > From: Setiabudi Djaelani > <[email protected]> > Date: Wed, 22 Feb 2012 08:49:37 +0700 > To: [email protected]<[email protected]> > ReplyTo: <[email protected]> > Subject: RE: [iagi-net-l] Pertamina EP Temukan Cadangan > Gas Baru > > > Pada tahun 2004 bisa jual gas ke PLN dengan harga USD > 2.65/ MMBTU sudah merasa paling tinggi. > > Bila dibandingkan dengan harga pasar gas sekarang tentu > saja terlalu murah, namun demikian > > Harga gas bisa saja dinegosiasi ulang dengan memberikan > alasan yang tepat untuk minta kenaikan, > > Dengan menambahkan adendum pada PJBG. Memang pada > kenyataannya tidak mudah dan sangat > > alot. > > > > Salam > > Setiabudi > > > > From: rakhmadi avianto > [mailto:[email protected]] > Sent: Wednesday, February 22, 2012 8:32 AM > To: [email protected] > Subject: Re: [iagi-net-l] Pertamina EP Temukan Cadangan > Gas Baru > > > > mas Muharram > > Harga gasnya koq murah banget yah, lah kapan Pertamina > bisa maju kalo gas dijual dg harga charity gitu mas Kata > pak DI kalo di jual ke PLN brani 8USD/mmbtu, lha ini > diijual cuman 2,2 quo vadis nih > > Salam > Avi 0666 > Dir Expl and New Venture > > > > 2012/2/22 Muharram Jaya Panguriseng > <[email protected]> > > Pak Bandono and all, > > Pipanya sudah ada pak, kalau ini untuk PGN (Perusahaan > Gas Negara) berarti akan masuk Pipa Transmisi Sumatera > Selatan-Jawa Barat (SSWJ). Mudah-mudahan harganya juga > bagus, syukur-syukur bisa mencapai US$ 5 per MMBTU atau > lebih. Kalau tidak salah selama ini harganya cuma US$ 2.2 > per MMBTU. Bandingkan dengan harga pembelian PGN dari > Santos Indonesia (di Jawa Timur ?) sebesar US$ 5 per > MMBTU dengan penyesuaian 3 persen per tahun. Selisihnya > luar biasa, lebih dari 100%. > > Ternyata dimana-mana pedagang yang paling diuntungkan, > produsen dan konsumen belakangan he he he... > > Salam, > MJP - NPA: 3048 > > > > -----Original Message----- > From: Bandono Salim [mailto:[email protected]] > Sent: Tuesday, February 21, 2012 9:41 PM > To: [email protected] > Subject: Re: [iagi-net-l] Pertamina EP Temukan Cadangan > Gas Baru > > Senang nya banyak gas, > Lebih mudah dan murah. > Semoga cepet dibuat pipa penyalur juga depot distributor > yang mudah dan murah. Buat laksanakan transportasi murah > bagi semua. > > Powered by Telkomsel BlackBerry(r) > > > -----Original Message----- > From: "ok.taufik" <[email protected]> > Date: Tue, 21 Feb 2012 14:27:33 > To: <[email protected]> > Reply-To: <[email protected]> > Subject: [iagi-net-l] Pertamina EP Temukan Cadangan Gas > Baru Selamat buat rekan Syamsu Alam dan jajarannya atas > discovery lapangan gasnya. > > Pertamina EP Temukan Cadangan Gas Baru Sumur Eksplorasi > Lavatera-1 Jakarta, 20 Pebruari 2012 Pertamina EP kembali > menemukan cadangan gas bumi di area PAFE Pagardewa, > Sumatera Selatan. Hasil uji produksi pada sumur > eksplorasi Lavatera (LVT)-1 ini memproduksikan gas > sebesar 5,7 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD) > pada bukaan sumur 36/64 inchi."Kami sangat bersyukur > bahwa penemuan cadangan gas di sumur LVT-1 ini menambah > daftar keberhasilan eksplorasi di area PAFE Pagardewa. > Dengan penemuan ini maka telah memberikan kontribusi yang > cukup signifikan di tengah upaya optimalisasi produksi > dan penemuan cadangan migas baru yang dilakukan Pertamina > EP," tegas Presiden Direktur Petamina EP Syamsu > Alam.Untuk mendorong peningkatan produksi gas, Pertamina > EP merencanakan POP (Put On Production) untuk sumur > Lavatera pada awal 2013 dengan rencana produksi sebesar 3 > MMSCFD, seperti program POP tujuh sumur yang sudah > dilakukan sebelumnya di struktur Pagardewa, Tasim dan > Prabumenang dengan produksi gas 17 MMSCFD dan kondensat > 450 BOPD. Produksi gas ini untuk memenuhi kebutuhan gas > South Sumatra West Java (SSWJ) melalui Perjanjian Jual > Beli Gas dengan PGN.Struktur Lavatera terletak di Muara > Enim, Sumatera Selatan, atau sekitar 3 km sebelah timur > struktur Tasim atau 2,5 km sebelah Barat Laut struktur > Pagardewa. Penemuan gas bumi tersebut dibuktikan melalui > uji kandungan lapisan (UKL) pada sumur LVT-1, interval > 820 - 825 m Formasi Air Benakat. Kegiatan Eksplorasi di > PAFE Pagardewa-Beringin ditujukan untuk menambah cadangan > migas baru, salah satunya melalui penerapan konsep > eksplorasi target dangkal pada reservoir batupasir > Formasi Air Benakat (ABF) yang telah terbukti sebelumnya > di sumur Tasim-1 dan Pagardewa-6.Sebelumnya, keberhasilan > penemuan minyak dan gas di area PAFE Pagardewa pada tahun > 2011 dicapai melalui pemboran lima sumur delineasi di > struktur Prabumenang, Tasim, dan Kuang terutama pada > reservoir Formasi Baturaja. Di tahun 2011 hasil temuan > dari lima sumur delineasi di struktur Tasim, Prabumenang > dan Kuang telah menambah cadangan sebesar 169 juta barel > setara minyak (MMBOE).Kegiatan Eksplorasi PAFE Pagardewa > bertujuan untuk membuktikan keberadaan hidrokarbon di > struktur-struktur existing Pagardewa, Tasim, Prabumenang > dan Kuang melalui pemboran sumur delineasi dan saat ini > beberapa struktur existing tersebut telah siap ke fase > pengembangan lapangan. Selain itu masih terdapat beberapa > prospek siap bor di area Gajah-Beringin yang merupakan > hasil akuisisi seismik-3D Gajah-Beringin tahun 2011. > Powered by Telkomsel BlackBerry(r) > ***** This message may contain confidential and/or > privileged information. If you are not the addressee or > authorized to receive this for the addressee, you must > not use, copy, disclose or take any action based on this > message or any information herein. If you have received > this communication in error, please notify us immediately > by responding to this email and then delete it from your > system. PT Pertamina (Persero) is neither liable for the > proper and complete transmission of the information > contained in this communication nor for any delay in its > receipt. ***** > > > > --------------------------------------------------------------------------------> > PP-IAGI 2011-2014: > Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com > Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com > > --------------------------------------------------------------------------------> > Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 > September 2012. Kirim abstrak ke email: > pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir pengiriman > abstrak 28 Februari 2012. > > --------------------------------------------------------------------------------> > To unsubscribe, send email to: > iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send > email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > For topics not directly related to Geology, users are > advised to post the email to: [email protected] Visit IAGI > Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > ---------------------------------------------------------------------> > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to > information posted on its mailing lists, whether posted > by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members > be liable for any, including but not limited to direct or > indirect damages, or damages of any kind whatsoever, > resulting from loss of use, data or profits, arising out > of or in connection with the use of any information > posted on IAGI mailing list. > ---------------------------------------------------------------------> > > > 3 I4H<ãQòÃýqÃ0´âDÆÃ5- > > > __________ NOD32 5559 (20101024) Information __________ > > This message was checked by NOD32 antivirus system. > http://www.eset.com
___________________________________________________________ indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id -------------------------------------------------------------------------------- PP-IAGI 2011-2014: Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com -------------------------------------------------------------------------------- Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012. Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir pengiriman abstrak 28 Februari 2012. -------------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id For topics not directly related to Geology, users are advised to post the email to: [email protected] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

