Mas Rovicky and All,
Saya ingat pengalaman 1982 ketika baru menempati rumah baru, waktu antri untuk 
ambil blangko pendaftaran telpon di Telkom Salemba, kami merasa seperti 
diterlantarkan (dikuyo-kuyo), bukan dipandang "pembeli adalah raja". Rupanya 
urusan telpon di kompleks kami harus lewat "koordinator", bbrp warga perumahan 
bekerja sama dengan orang Telkom. Jadi tidak dapat langsung ke Telkom. Suatu 
sore saya mendapat undangan untuk pertemuan antara warga pemohon telpon dan 
koordinator. Lho, saya tidak pernah berhubungan dng mereka kok diundang? 
Pertemua cukup panas. Bbrp ibu protes, karena dulu sudah menambah dana seperti 
yg diminta kok sekarang minta lagi, dan belum tentu "kring". Akhirnya dlm 
pertemuan itu warga mendapat segepok blangko (resmi dari Telkom), ada bbrp 
formulir pendaftaran, kuitansi kosong etc. etc dan surat kuasa bermeterai... 
Karena situsai agak tegang, pertemuan segera bubar, dan hidangan yang sudah 
disajikan tidak ada yang menyentuh. Kasihan juga.

Blangko segepok saya bawa ke lokasi kerja di Laut Jawa untuk dipelajari. Na, 
ketika ada teman mudlogger akan dipulangkan karena dianggap "kurang bagus" oleh 
WSG anak Inggris, saya pun membela dengan agak emosi. Berhasil. Teman ini tetap 
kerja. Masih dalam keadaan sedikit emosi, saya menulis surat pembaca dng 
dilampiri segepok dokumen. Jam 06:00 koran nasional yg memuat tulisan saya ini 
sudah beredar di kompleks kami. Warga geger. Selama dua hari banyak warga 
hilir-mudik di depan rumah kami yg masih ditanami singkong sbg peneduh, sambil 
melihat-2 rumahnya di pengirim surat. Bbrp hari kemudian dua satpam Telkom 
keliling komplek untuk menyampaikan surat pembatalan, dan undangan agar pemohon 
telpon datang ke kantor pusat di Slipi untuk mendaftar ulang. Tidak boleh 
wakil. Dari sekian banyak warga hanya rumah saya yg tidak dikasih surat ini.
Belakangan saya tahu ketika seorang tetangga menghampiri saya untuk mendaftar 
ulang. Di kantor Telkom Slipi semua mata di ruangan (para pegawai)tertuju ke 
saya. Oleh pak Kepala (BcTT)saya diterima di ruangannya, beliau mengucapkan 
terima kasih karena saya menulis di koran sehingga beliau bisa bertndak. 
Katanya beliau sering menerima surat ancaman, surat kaleng dll lalu menarik 
laci di mejanya untuk menunjukkan surat-2 tsb.
Pesan beliau: Dalam dua hari akan ada petugas untuk memasang saluran, biaya 
resmi Rp.200.000. (waktu itu bbrp tetangga yg bisnis sudah bayar ke perantara 
sejuta lebih). Begitu rumah-2 memiliki saluran telpon semua happy (tentunya 
Telkom juga sudah untung). Lalu... apa sih susahnya melayani warga (pembayar 
pajak)tanpa harus menyelipkan kepentingan pribadi, bukankah semua pegawai Tekom 
itu pegawai negri dengan gaji yg lumayan?
Setiap membuka kliping koran yg memuat surat protes, saya merasa malu. Akhirnya 
saya buang.
Sampai sekarang saya tidak paham apakah keuntungan dan kerugian sebuah BUMN 
kalau di-privatisasi.

Salam,
sugeng



-----Original Message-----
From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[email protected]]
Sent: Fri 2/24/2012 7:27 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] BUMN buat siapa? --->Re: [iagi-net-l] Pertamina EP 
Temukan Cadangan Gas Baru
 
Contoh kongkritnya barangkali bisa diambil pada telkom.
Jaman dulu saham telkom 100% milik negara, tapi wektu itu nyari nomer
tilpun susahnya setengah hidup. Saya termasuk yg kebagian antri sejak subuh
untuk mendapatkan jatah telepon. Kemudian ketika HP masih dikuasai
telkomsel utk gsm, juga susah mencari simcard. Saat ini saham telkom
terbuka, juga sudah ada persaingan penyelenggara telpon (provider). Tapi
saat ini sangat mudah mendapatkan nomer telepon, bahkan persaingan harga
sering menguntungkan rakyat kecil. Bahkan kita bisa lihat di jakarta hampir
semua orang pegang hp. Jaringan wireless berkembang pesar.
Walaupun saham indosat dimiliki asing tapi lucunya malah yang diuntungkan
rakyat kecil jauh lebih banyak saat ini.
Mungkin perlu juga persaingan dibentuk PLNSejahtera, atau Pertamina
Perjuangan ...:) yg penting rakyak yg diuntungkan lebih banyak dan terutama
rakyat kecil.

Rdp

On Friday, February 24, 2012,  <[email protected]> wrote:
> Untuk kemakmuran rakyat  itu kan harus dijabarkan , bagaimana
> suatu bumi dan air (SDA ) itu dapat digunakan untuk kemakmuran
> rakyat harus ada semacam  prosesnya ( ekplorasi/ekploitasi,
> pemanfaatan ) ,oleh krn itu  didalam SDA itu ada Mineral right
> , ada Mining right dan economic rightnya, dalam rangka
> menjabarkan economic right inilah ada perusahaan ( BUMN atau
> swasta/asing ) yg dapat ikut mengelolanya dg Kontrak kontraknya
> spt sekarang ini.Jadi ingat dalam Keputusan MK  terkait UU migas yg lalu
"hanya'
> karena ada kata memberikan "wewenang" untuk melakukan ekplorasi
> dan ekploitasi kepada kampeni/badan usaha (K3S) saja sudah
> menyalahi UUD 45, shg dibatalkan pasal tsb.
> ISM
>
>
>
>> Apa tidak melanggar UUD NKRI yang sdh di revisi (amandemen)
>> ?
>> Bumi air ...... Untuk kemakmuran rakyat?
>>
>> Pemilik sahamlah yang bakalan makmur, krn dia sudah seperti
>> negara.
>  Apalagi kalau pemilik saham kedua terbesar dari
>> negara asing yangdiwakili oleh pribumi.
>
>> Salam, selamat sore.
>>
>> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>>
>> -----Original Message-----
>> From: "Ismail" <[email protected]>
>> Date: Fri, 24 Feb 2012 09:39:59
>> To: <[email protected]>
>> Reply-To: <[email protected]>
>> Subject: Re: [iagi-net-l] BUMN buat siapa? --->Re:
>> [iagi-net-l] Pertamina EP Temukan Cadangan Gas Baru
>  Kalau
>> gak salah disebut BUMN itu kalau sahamnya mayoritas milik
>> negara , artinya 50% plus satu minimal. Jadi kalau BUMN
>> diprivatisasi itu tdk harus semuanya di jual sahamnya .
>> Namun sebaiknya untuk BUMN yg menyangkut hidup orang banyak
>> 100% sahamnya dimiliki negara spt migas , listrik , air ,
>> dll Kabarnya ada renc meprivatisasi juga anak anak
>> perusahaan BUMN  di bid listrik dan migas
>
>>
>> Sent by Liamsi's Mobile Phone
>>
>> -----Original Message-----
>> From: "R.P.Koesoemadinata" <[email protected]>
>> Date: Fri, 24 Feb 2012 14:29:37
>> To: <[email protected]>
>> Reply-To: <[email protected]>
>> Subject: Re: [iagi-net-l] BUMN buat siapa? --->Re:
>> [iagi-net-l] Pertamina EP Temukan Cadangan Gas Baru
>
>> Semua BUMN-nya sekarang secara berangsur akan
>> diprivatisasi!
>>
>>  ----- Original Message -----
>>  From: Bandono Salim
>>  To: [email protected]
>>  Sent: Friday, February 24, 2012 8:56 AM
>>  Subject: Re: [iagi-net-l] BUMN buat siapa? --->Re:
>>  [iagi-net-l] Pertamina EP Temukan Cadangan Gas Baru
>>
>>
>>  Semoga indonesia jaya.
>>  Powered by Telkomsel BlackBerry®
>>
>>
------------------------------------------------------------------------------>
>>  From: "Sugeng Hartono" <[email protected]>
>>  Date: Fri, 24 Feb 2012 08:45:07 +0700
>>  To: <[email protected]>
>>  ReplyTo: <[email protected]>
>>  Subject: Re: [iagi-net-l] BUMN buat siapa? --->Re:
>>  [iagi-net-l] Pertamina EP Temukan Cadangan Gas Baru
>>
>>
>>  Ada oleh-2 cerita menarik dari China yg dituturkan oleh
>>  seorang teman karyawan yang ikut rombongan cross cultures,
>>  berkunjung ke bbrp kota.
>  Mereka juga dibawa ke sebuah
>>  universitas, melihat-lihat fasilitas dan bertemu dengan
>>  bbrp profesor, serta berdiskusi.
>  Ternyata di universitas
>>  ini tersimpan banyak data geologi, cekungan, lapangan
>>  migas, produksi dll di seluruh dunia; kalau salah satu BUMN
>>  migas akan mengambil block di suatu negara, mereka cukup
>>  minta advis dari universitas tersebut. Rasanya tidak aneh
>>  kalu bbrp BUMN migas China mempunyak banyak blcok produksi
>>  di berbagai belahan dunia.
>>
>>  Semoga Pak Menteri BUMN yang baru, mantan wartawan, pemilik
>>  berbagai koran, stasiun tivi dan bbrp pembangkit listrik,
>>  serta mantan Dirut PLN bisa menciptakan iklim yang
>>  kondusif, dan mendorong BUMN-2 kita menjadi lebih bagus
>>  sehingga bisa memberikan keuntungan bagi Negara, dan juga
>>  bisa dinikmati warganya.
>>
>>  Salam,
>>  Sugeng
>>  ... sedang membaca bukunya pak Dahlan Iskan.
>>
>>
>>     ----- Original Message -----
>>    From: Muharram Jaya Panguriseng
>>    To: [email protected]
>>    Sent: Friday, February 24, 2012 7:43 AM
>>    Subject: RE: [iagi-net-l] BUMN buat siapa? --->Re:
>>    [iagi-net-l] Pertamina EP Temukan Cadangan Gas Baru
>>
>>
>>    Dear IAGI netter,
>>
>>
>>
>>    Mungkin ada baiknya juga kalau di Indonesia dibuat lebih
>>    dari satu BUMN Migas dengan pembagian lahan yang berbeda
>>    seperti di China ini, biar masing-masing management-nya
>>    berlomba-lomba adu kemampuan dalam arti positif. Dan
>>    biarkan mereka menjalankan pekerjaannya seprofesional
>>    mungkin tanpa direcoki dikotomi sosialis, komunis,
>>    liberal atau kapitalis. Bentuk pengabdian BUMN ini kepada
>>    Negara adalah memberikan keuntungan sebesar-besarnya
>>    (sesuai mekanisme yang disepakati dan ditetapkan oleh
>>    Negara) untuk membiayai Pembangunan Nasional yang
>>    berujung pada mensejahterakan rakyat. Bukan dengan
>>    menyediakan "barang mewah BBM" menjadi murah untuk
>>    dibakar boros jadi polusi plus macet, sementara Negara
>>    tetap miskin dan rakyat tetap melarat. Saya kira cara
>>    memberi kebebasan ini yang diterapkan oleh Mahatir
>>    Muhammad kepada Petronas yang hasilnya bisa kita saksikan
>>    sekarang.
>>
>>
>>
>>    Alternatif lain yang lebih ekstrim; Pertamina, PLN, dan
>>    PGN dijadikan perusahaan energy. Mereka tidak perlu
>>    saling menginjak kaki teman untuk mem-book kesuksesan dan
>>    pamer kepada PENGUASA supaya diangkat jadi menteri,
>>    ketiganya diperlakukan secara adil, dipersilahkan/diberi
>>    kebebasan mencari energy primer dan mengolahnya menjadi
>>    energy siap pakai dan menyalurkannya ke konsumen
>>    masing-masing. Profit mereka kembali kepada Negara
>>    sebagai pemilik tunggal untuk biaya Pembangunan
>>    Nasional.
>>
>>
>>
>>    Sekedar pemikiran sederhana.
>>
>>
>>
>>    Salam,
>>
>>    MJP - NPA: 3048
>>
>>
>>
>>
>>
>>    From: wahyu aji [mailto:[email protected]]
>>    Sent: Thursday, February 23, 2012 9:02 PM
>>    To: >
---------------------------------------------------------------------->
>>          From: Setiabudi Djaelani
>>          <[email protected]>
>>
>>          Date: Wed, 22 Feb 2012 08:49:37 +0700
>>
>>          To: [email protected]<[email protected]>
>>
>>          ReplyTo: <[email protected]>
>>
>>          Subject: RE: [iagi-net-l] Pertamina EP Temukan
>>          Cadangan Gas Baru
>>
>>
>>
>>          Pada tahun 2004 bisa jual gas ke PLN dengan harga
>>          USD 2.65/ MMBTU sudah merasa paling tinggi.
>>
>>          Bila dibandingkan dengan harga pasar gas sekarang
>>          tentu saja terlalu murah, namun demikian
>>
>>          Harga gas bisa saja dinegosiasi ulang dengan
>>          memberikan alasan yang tepat untuk minta kenaikan,
>>
>>          Dengan menambahkan adendum pada PJBG. Memang pada
>>          kenyataannya tidak mudah dan sangat
>>
>>          alot.
>>
>>
>>
>>          Salam
>>
>>          Setiabudi
>>
>>
>>
>>          From: rakhmadi avianto
>>          [mailto:[email protected]]
>  Sent:
>>          Wednesday, February 22, 2012 8:32 AM
>>          To: [email protected]
>>          Subject: Re: [iagi-net-l] Pertamina EP Temukan
>>          Cadangan Gas Baru
>>
>>
>>
>>          mas Muharram
>>
>>        >
---------------------------------------------------------------------------->
>>    "Save a Tree" - Please consider the environment
>>    before printing this email.
>>
>>
>>
>>
>>
------------------------------------------------------------------------------>
 "Save a Tree" - Please consider the environment
>>  before printing this email.
>>
>>
 
====================================================================================================================================================================================>
 DISCLAIMER : This e-mail and any files transmitted with it
>>  ("Message") is intended only for the use of the
>>  recipient(s) named above and may contain confidential
>>  information. You are hereby notified that the taking of any
>>  action in reliance upon, or any review, retransmission,
>>  dissemination, distribution, printing or copying of this
>> ___________________________________________________________
> -

-- 
*"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"*


"Save a Tree" - Please consider the environment before printing this email.



Save a Tree  Please consider the environment before printing this email.

====================================================================================================================================================================================
DISCLAIMER : This e-mail and any files transmitted with it ("Message") is 
intended only for the use of the recipient(s) named above and may contain 
confidential information. You are hereby notified that the taking of any action 
in reliance upon, or any review, retransmission, dissemination, distribution, 
printing or copying of this Message or any part thereof by anyone other than 
the intended recipient(s) is strictly prohibited. 
If you have received this Message in error, you should delete this Message 
immediately and advise the sender by return e-mail. Opinions, conclusions and 
other information in this Message that do not relate to the official business 
of PetroChina International Companies In Indonesia or its Group of Companies 
shall be understood as neither given nor endorsed by 
PetroChina International Companies In Indonesia or any of the companies within 
the Group.
==============================================================================================================================================================

Kirim email ke