Didalam RUPTL ( Renc Umum Penyediaan Tenaga Listrik ) 2010 -
2019 berdasarkan pertumbuhan ekonomi rata rata 6 % , akan
dibutuhkan tambahan pembangkit baru kira kira 55000 MW atau
rata rata pertahun 5500 MW , untuk mencukupi ribuan MW
kebutuhan ini ( kapasitas, waktu , harga ) selain dari sumber
energi Fosil ( BBM,Gas, Batubara ) hanya PLTN yg bisa
diandalkan , kemudian sedikt Geothermal . ( sebagaiumna
diketahui PLTN ini banyak tantangannya shg untuk sementara oleh
PLN tidak diprioritaskan paling nggak sampai 10 tahun kedepan )Kalau PLN diberi 
lahan ( WP.WKP.Blok ) sendiri ( sebagai PSO
diberikan prioritas khusus untuk menjalankan amanat UUD )  atau
PLN bekerjasama dg BUMN yg lain dibidang Hulu ( Pertamina ,
Bukit Asam ) dan semua SDE nya ( Migas, Batubara, Geothermal )
untuk pembangkitan listrik ( tidak dijadikan komoditi ekpor )
serta disisi lain harga listrik juga dinaikan shg ada margin
buat keuntungan PLN ( margin ini ditentukan oleh pemerintah
agar harganya listrik terkontrol ) maka tidak perlu repot repot
lagi mencari sumber energi primernya , dan terhindar dari harga
mekanisme pasar internasional, .jadi ada semacam Wilayah
Pencadangan Nasional untuk Sumberdaya Energi ( Migas , Batubara
, Geothermal ) untuk menjaga security energy dalam negeri
...........  lagi lagi karepe Mbilung.......
ini adalah harga harga bahan bakar untuk pembangkit listrik :
Batubara ( 5100 kcal/kg ) 70 USD/T , (4200 kcal/kg) 50 USD. Gas
alam ( 252.000 kcal/mscf) 6USD/mmbtu, BBM ( HSD,MFO ) 9.070 -
9370kcal/Liter USD 0,42/liter , harga Geothermal saat ini
dipatok maksimal 9,7cUSD/Kwh.

ISM





> Saya yakin bahwa energy alternatif itu lebih mahal dari
> batubara dan BBM  atau BBG. Dalam free-market economy ini
> kalau energy alternatif lebih murah,  pasti akan ada yang
> mengusahakan. Lihat saja dengan naiknya harga minyak
> international, usaha BBM dari kelapa sawit akan naik, begitu
> juga gasholol  dsb.
> Yang lucu adalah PLN tidak boleh mempunyai WKP batubara
> sendiri, jadi harus  membeli dari perusahaan tambang. Kalau
> punya tambang sendiri, kan harga  listrik bisa murah, karena
> untuk biaya batubaranya cukup dengan biaya  produksi dan
> angkutan saja, yang jauh rendah dari pada harga jual-nya.
> Tetapi cara berpikir pengusaha: kalau batubara bisa dijual
> mahal di luar  negeri, mengapa harus dijadikan listrik yang
> dijualnya jauh lebih murah? Ini adalah sesuai dengan hukum
> supply and demand dalam free market economy. Tentu lain
> dengan geothermal, karena sulit untuk diexport, hanya bisa
> langsung dipakai untuk membangkit tenaga listrik. Namun
> biaya investasinya  sangat tinggi, dengan risiko kegagalan,
> sehingga tentu pengusaha ingin  mendapatkan kembali
> investasinya dalam waktu yang singkat dan keuntungan  yang
> besar sesuai dengan besarnya investasi dan risiko.
> Sebetulnya investasi dalam geothermal itu merupakan
> life-time investment,  sehingga sebaiknya diusahakan negara.
> Harga listrik yang mahal dari  geothermal ini biar saja
> disubsidi dulu oleh negara, dan subsidi ini  sebetulnya
> harus dianggap cicilan jangka waktu lama atas biaya
> investasi  yang tinggi. Jika investasi sudah kembali,
> katakanlah dalam waktu 20 tahun,  selanjutnya harga listrik
> bisa murah, karena yang diperlukan hanya  "maintenance cost"
> saja
> Wassalam
> RPK
>
> ----- Original Message -----
> From: "Muharram Jaya Panguriseng" <[email protected]>
> To: <[email protected]>
> Sent: Wednesday, February 22, 2012 11:57 AM
> Subject: RE: [iagi-net-l] BUMN buat siapa? --->Re:
> [iagi-net-l] Pertamina EP  Temukan Cadangan Gas Baru
>
>
> Seharusnya kalau BBM dan batubara mahal, PLN mulai dong
> melirik energy  alternative seperti geothermal, PLTN dan
> lain-lain. Kalau menunggu migas dan  batubara habis dari
> bumi pertiwi baru terpaksa kreatif ya sudah terlambat,
> Negara keburu bubar. Memang migas itu "barang langka" yang
> seharusnya mahal,  dan diluar sana memang minyak adalah
> energi yang paling mahal, kok mgotot  mau pake bbm dan
> batubara dengan menginjak kaki teman, meminta harga murah.
> "Orang yang tidak kaya tetapi memakai barang mahal pasti
> hidupnya susah",  begitu kata Pak Widjajono Partowidagdo.
>
> Memang "kerjasama" sudah sedemikian susahnya di negeri ini,
> "PLN sdh mulai  melirik WP maupun WKP untuk memenuhi
> kebutuhan energi primernya", "PGN  sampai bersusah payah
> nyari blok2 migas sendiri", Pertamina pun sudah
> memproklamasikan diri sebagai Perusahaan Energy (bukan lagi
> hanya perusahaan  minyak) untuk mencari energy alternative
> selain migas supaya gas dan bbm  yang cadangannya semakin
> menipis tidak dikonsumsi secara boros karena  harganya
> disubsidi. Nantinya bisa jadi Pertamina akan jual setrum
> juga,  bahkan tim-nya sudah mulai bekerja mempelajari
> peluang mengembangkan  pemamfaatan energy angin sebagai
> pembangkit listrik mikro.
>
> Tapi saya masih optimis, kalau pengelolaan Negara semakin
> transparan maka  benang kusut diatas semakin mudah diurai,
> lha orang yang mengaku "bodoh"  saja dengan gamblang dapat
> mengurai solusinya kok he he he ... (piss atuh  Pak Andang).
> Tapi selama masih ada yang berorientasi untuk memperkaya
> diri  dan kelompok alias korupsi berjamaah maka lupakan
> mimpi itu.
>
> Salam penuh harap,
> MJP - NPA: 3048
>
>
> -----Original Message-----
> From: [email protected] [mailto:[email protected]]
> Sent: Wednesday, February 22, 2012 11:01 AM
> To: [email protected]
> Subject: Re: [iagi-net-l] BUMN buat siapa? --->Re:
> [iagi-net-l] Pertamina EP  Temukan Cadangan Gas Baru
>
>
> Ada 3 BUMN yg berhubungan dg Pergasanan ini , PTM sebagai
> produsen , PGN sbg  "Pedagang" ( PGN ini bisa PJBG dari
> Produsen ke Pengguna Dan bisa sebagai  GTA Gas Tranportation
> Agreement dari Produsen ke Pengguna ) dan PLN sebagai
> Pengguna.Kalau 2 BUMN terdahulu itu jualannya
> memperhitungkan keekonomiannya  ( dapat profit ) , cuma
> celakanya kalau PLN ini jualannya tidak boleh  "sebarangan"
> ada Ketentuan untuk barang produksinya ( listrik ) kalau mau
>  dijual harganya sdh ditenyukan oleh Pemerintah ( TDL).untuk
> membikin Setrum  si PLN ini harus mebakar bbarapa energi
> primer termasuk gas , energi energi  primer tsb dibeli dg
> harga "pasar" , namun setelah jadi Setrum , tdk boleh
> menjualnya dg harga pasar ( Keekonomainnya ) , saat ini
> harga produksi rata  rata Setrum kira kira Rp. 1000,- KWh (
> biaya ini jadi fluktuatif tergantung  dg harga bahan
> bakarnya (BBM,Batubara,Gas
> ) dan ketersediaanya ( Kalau Gas atau batubara nya kurang
> bisa naik berlipat  lipat ), disisi lain PLN ini harus
> menjual Setrum rata rata "Hanya" Rp.700,-  , jadi harus
> "Nombok" Rp.300,- , inilah Subsidi ( cilakanya Subsidinya
> telah  ditetapkan per tahun , jadi kalau ditengah jalan
> harga bahan bakar naik ya  sulit untuk menyesuaikannya )
> oleh karena itu PLN tdk sembarangan menuruti  harga pasar
> untuk membeli bahan bakarnya (Gas ). Pada waktu pak DI
> kemarin  sempat klimpungan karena pasokan gas ke PLN hanya
> 40 % , shg harus  menggantikan dg BBM yg harganya 5-6 kali
> kalau memakai gas , mangkanya dia  berani beli gas dg harga
> > 7 USD , dg perhitungan masih lebih untung kalau
> dibandingkan dg BBM . Untuk harga sekarang ini PLN mematok
> kira kira 5,5 USD  (batubara kira kira 700 Rp/Kg) , dg
> asumsi harga minyak (ICP) 90 USD,( lha  sekarang ini
> kabarnya ICP sudah 105 USD ). Belumlagi penggunaan Gas
> didalam  negeri ini juga "Rayahan mana yg harus didahulukan
> " spt diketahui  Pemanfaatan gas didalam negeri ini untk
> berbagai hal spt meningkatkan  produski minyak, Listrik
> ,industri kecil , industri pupuk , transportasi ,  rumah
> tangga, dst disis lain pasokannya dikitIni baru gas yg
> mbulet belum dg  yang lain lain yg juga tidak kalah
> mbuletnya. bahkan PLN sdh mulai melirik  WP maupun WKP untuk
> memenuhi kebutuhan energi primernya karena susah
> mendapatkannya dari yg sdh ada , Jadi sudah saatnya ada
> pembenahan BUMN yang  disamping cari untung ada misi yg
> lebih penting sebagai PSO guna memenuhi  amanat UUD tsb
> jangan masing masing cari untung , harus sama sama cari
> untungnya biar Negara untung rakyatnya untung.
> ( melu melu urun rembug arep urun duwit gak gablek
> ............... ) ISM
>
>
>> ADB,
>> Sampeyan bukan terlalu bodoh untuk memahami hal....malah
>> terlalu pinter...:-) Hanya satu yang sampeyan lupa, prinsip
>> dasar di negeri ini:
>> ....kalau bisa susah kenapa dimudahkan, kalau bisa ruwet
>> kenapa
>> disederhanakan....
>>
>>
>> pisss!
>>
>> --- On Tue, 2/21/12, [email protected]
>> <[email protected]> wrote:
>>
>>
>> From: [email protected] <[email protected]>
>> Subject: [iagi-net-l] BUMN buat siapa? --->Re: [iagi-net-l]
>> Pertamina EP Temukan Cadangan Gas Baru To:
>> [email protected]
>> Date: Tuesday, February 21, 2012, 9:31 PM
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>> Tergelitik oleh thread Discovery-nya Pertamina EP, terutama
>> pembahasan ttg harga gas dsb, berikut ini sedikit unegh2
>> tentang BUMN energy kita: punya siapa?
>>
>> Pertamina kepunyaan negara, PLN kepunyaan negara, PGN juga
>> kepunyaan negara. Semuanya BUMN yg bekerja untuk memastikan
>> rakyat Indonesia mendapatkan energi listrik, minyak, gas,
>> dan produk industri
>> petrokimia secara adil merata.
>>
>> Tapi kenapa koq mereka alot tawar menawar alokasi dan harga
>> gas-(minyak) yg diproduksi dr tanah air Indonesia? Yg
>> kontrak
>> 2.2$/mmbtu lah, yg 5$/mmbtu dr kontrak Santos-lah, yg PLN
>> berani bayar 8$/mmntu-lah... Se-olah2 mrk itu pedagang yg
>> mencari keuntungan
>> sebesar2nya dg modal
>> sekecil2nya: pedagangnya negara? Yang musti diuntungkan itu
>> kan negara - rakyat Indonesia? Bukan mrk sebagai lembaga!
>>
>> Koq semakin ruwet sih hubungan institusi bisnis-politik -
>> industri milik negara kita? Dan kita semua seolah hanyut
>> dalam ketidak-beresan ketidak-logisan cara berpikir dan
>> bertindak lembaga2 bisnis negara tsb. Coba saja: untuk
>> memastikan pasokan gas: PGN sampai bersusah payah nyari
>> blok2 migas sendiri, jangan2 PLN nanti juga akan punya blok
>> migas sendiri pula!?
>>
>> Ini akan jadi lebih ruwet dan nggak masuk di pemahaman
>> manusia normal kalau kita masukkan juga BPMigas dan Ditjen
>> Migas dalam percaturan hubungan antar kelembagaan bisnis
>> tersebut. Lha wong semua cadangan migas Indonesia
>> di"kuasai"
>> data, pengelolaan, peruntukan, dan operasinya oleh BPMigas
>> dan
>> ultimately Ditjen Migas. Koq masih juga kita baca
>> berita: PGN berhasil menambah pasokan gas u/Jawa sejumlah
>> sekian sekian juta kubik kaki bperhari dsb. Khan harusnya
>> itu semua sdh bisa dikuasai, dihandel, dialokasikan oleh
>> BPMigas/Ditjen Migas. Bukannya PGN yg kesana kemari nyari
>> jatah gas u/diperdagangkan kembali ke industri di
>> Indonesia.
>> Cukup BPMigas/Ditjen Migas sebagai penguasa mengaturnya:
>> siapa akan mendapatkan berapa lewat apa (PGN? Swasta?) Dll.
>>
>> Ah, entahlah, atau karena aku terlalu bodoh saja?
>>
>> Jkt, 22Feb 2012
>> ADB
>> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>>
>>
>> From: Setiabudi Djaelani <[email protected]>
>> Date: Wed, 22 Feb 2012 08:49:37 +0700
>> To: [email protected]<[email protected]>
>> ReplyTo: <[email protected]>
>> Subject: RE: [iagi-net-l] Pertamina EP Temukan Cadangan Gas
>> Baru
>>
>>
>>
>> Pada tahun 2004 bisa jual gas ke PLN dengan harga USD 2.65/
>> MMBTU sudah merasa paling tinggi. Bila dibandingkan dengan
>> harga pasar gas sekarang tentu saja terlalu murah, namun
>> demikian Harga gas bisa saja dinegosiasi ulang dengan
>> memberikan alasan yang tepat untuk minta kenaikan, Dengan
>> menambahkan adendum pada PJBG. Memang pada kenyataannya
>> tidak mudah dan sangat alot.
>>
>> Salam
>> Setiabudi
>>
>>
>> From: rakhmadi avianto [mailto:[email protected]]
>> Sent: Wednesday, February 22, 2012 8:32 AM
>> To: [email protected]
>> Subject: Re: [iagi-net-l] Pertamina EP Temukan Cadangan Gas
>> Baru
>>
>> mas Muharram
>>
>> Harga gasnya koq murah banget yah, lah kapan Pertamina bisa
>> maju kalo gas dijual dg harga charity gitu mas Kata pak DI
>> kalo di jual ke PLN brani 8USD/mmbtu, lha ini diijual cuman
>> 2,2 quo vadis nih
>>
>> Salam
>> Avi 0666
>> Dir Expl and New Venture
>>
>>
>>
>> 2012/2/22 Muharram Jaya Panguriseng
>> <[email protected]>
>> Pak Bandono and all,
>>
>> Pipanya sudah ada pak, kalau ini untuk PGN (Perusahaan Gas
>> Negara) berarti akan masuk Pipa Transmisi Sumatera
>> Selatan-Jawa Barat (SSWJ). Mudah-mudahan harganya juga
>> bagus, syukur-syukur bisa mencapai US$ 5 per MMBTU atau
>> lebih. Kalau tidak salah selama ini harganya cuma US$ 2.2
>> per MMBTU. Bandingkan dengan harga pembelian PGN dari
>> Santos
>> Indonesia (di Jawa Timur ?) sebesar US$ 5 per MMBTU dengan
>> penyesuaian 3 persen per tahun. Selisihnya luar biasa,
>> lebih
>> dari 100%.
>>
>> Ternyata dimana-mana pedagang yang paling diuntungkan,
>> produsen dan konsumen belakangan he he he...
>>
>> Salam,
>> MJP - NPA: 3048
>>
>>
>>
>> -----Original Message-----
>> From: Bandono Salim [mailto:[email protected]]
>> Sent: Tuesday, February 21, 2012 9:41 PM
>> To: [email protected]
>> Subject: Re: [iagi-net-l] Pertamina EP Temukan Cadangan Gas
>> Baru
>>
>> Senang nya banyak gas,
>> Lebih mudah dan murah.
>> Semoga cepet dibuat pipa penyalur juga depot distributor
>> yang mudah dan murah. Buat laksanakan transportasi murah
>> bagi semua. Powered by Telkomsel BlackBerry(r)
>>
>>
>> -----Original Message-----
>> From: "ok.taufik" <[email protected]>
>> Date: Tue, 21 Feb 2012 14:27:33
>> To: <[email protected]>
>> Reply-To: <[email protected]>
>> Subject: [iagi-net-l] Pertamina EP Temukan Cadangan Gas
>> Baru
>> Selamat buat rekan Syamsu Alam dan jajarannya atas
>> discovery
>> lapangan gasnya. Pertamina EP Temukan Cadangan Gas Baru
>> Sumur Eksplorasi Lavatera-1 Jakarta, 20 Pebruari 2012
>> Pertamina EP kembali menemukan cadangan gas bumi di area
>> PAFE Pagardewa, Sumatera Selatan. Hasil uji produksi pada
>> sumur eksplorasi Lavatera (LVT)-1 ini memproduksikan gas
>> sebesar 5,7 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD)
>> pada bukaan sumur 36/64 inchi."Kami sangat bersyukur bahwa
>> penemuan cadangan gas di sumur LVT-1 ini menambah daftar
>> keberhasilan eksplorasi di area PAFE Pagardewa. Dengan
>> penemuan ini maka telah memberikan kontribusi yang cukup
>> signifikan di tengah upaya optimalisasi produksi dan
>> penemuan cadangan migas baru yang dilakukan Pertamina EP,"
>> tegas Presiden Direktur Petamina EP Syamsu Alam.Untuk
>> mendorong peningkatan produksi gas, Pertamina EP
>> merencanakan POP (Put On Production) untuk sumur Lavatera
>> pada awal 2013 dengan rencana produksi sebesar 3 MMSCFD,
>> seperti program POP tujuh sumur yang sudah dilakukan
>> sebelumnya di struktur Pagardewa,
>> Tasim dan Prabumenang dengan produksi gas 17 MMSCFD dan
>> kondensat 450 BOPD. Produksi gas ini untuk memenuhi
>> kebutuhan gas South Sumatra West Java (SSWJ) melalui
>> Perjanjian Jual Beli Gas dengan PGN.Struktur Lavatera
>> terletak di Muara Enim, Sumatera Selatan, atau sekitar 3 km
>> sebelah timur struktur Tasim atau 2,5 km sebelah Barat Laut
>> struktur Pagardewa. Penemuan gas bumi tersebut dibuktikan
>> melalui uji kandungan lapisan (UKL) pada sumur LVT-1,
>> interval 820 - 825 m Formasi Air Benakat. Kegiatan
>> Eksplorasi di PAFE Pagardewa-Beringin ditujukan untuk
>> menambah cadangan migas baru, salah satunya melalui
>> penerapan konsep eksplorasi target dangkal pada reservoir
>> batupasir Formasi Air Benakat (ABF) yang telah terbukti
>> sebelumnya di sumur Tasim-1 dan Pagardewa-6.Sebelumnya,
>> keberhasilan penemuan minyak dan gas di area PAFE Pagardewa
>> pada tahun 2011 dicapai melalui pemboran lima sumur
>> delineasi di struktur Prabumenang, Tasim, dan Kuang
>> terutama
>> pada reservoir Formasi Baturaja. Di tahun 2011 hasil temuan
>> dari lima sumur delineasi di struktur Tasim, Prabumenang
>> dan
>> Kuang telah menambah cadangan sebesar 169 juta barel setara
>> minyak (MMBOE).Kegiatan Eksplorasi PAFE Pagardewa bertujuan
>> untuk membuktikan keberadaan hidrokarbon di
>> struktur-struktur existing Pagardewa, Tasim, Prabumenang
>> dan
>> Kuang melalui pemboran sumur delineasi dan saat ini
>> beberapa
>> struktur existing tersebut telah siap ke fase pengembangan
>> lapangan. Selain itu masih terdapat beberapa prospek siap
>> bor di area Gajah-Beringin yang merupakan hasil akuisisi
>> seismik-3D Gajah-Beringin tahun 2011.
>> Powered by Telkomsel BlackBerry(r)
>> ***** This message may contain confidential and/or
>> privileged information. If you are not the addressee or
>> authorized to receive this for the addressee, you must not
>> use, copy, disclose or take any action based on this
>> message
>> or any information herein. If you have received this
>> communication in error, please notify us immediately by
>> responding to this email and then delete it from your
>> system. PT Pertamina (Persero) is neither liable for the
>> proper and complete transmission of the information
>> contained in this communication nor for any delay in its
>> receipt. *****
>>
>>
>>
>> -------------------------------------------------------------------------------->>>
>>   PP-IAGI 2011-2014:
>> Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
>> Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
>> -------------------------------------------------------------------------------->>>
>>   Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20
>> September 2012. Kirim abstrak ke email:
>> pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir pengiriman abstrak
>> 28 Februari 2012.
>> -------------------------------------------------------------------------------->>>
>>   To unsubscribe, send email to:
>> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>> To subscribe, send email to:
>> iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>> For topics not directly related to Geology, users are
>> advised to post the email to: [email protected] Visit IAGI
>> Website: http://iagi.or.id
>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>> No. Rek: 123 0085005314
>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>> No. Rekening: 255-1088580
>> A/n: Shinta Damayanti
>> IAGI-net Archive 1:
>> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net
>> Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>> --------------------------------------------------------------------->>>  
>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
>> information posted on its mailing lists, whether posted by
>> IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be
>> liable for any, including but not limited to direct or
>> indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
>> resulting from loss of use, data or profits, arising out of
>> or in connection with the use of any information posted on
>> IAGI mailing list.
>> --------------------------------------------------------------------->>
>
>
> ___________________________________________________________
> indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id
>
>
>
> -------------------------------------------------------------------------------->
>  PP-IAGI 2011-2014:
> Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
> Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
> -------------------------------------------------------------------------------->
>  Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20
> September 2012. Kirim abstrak ke email:
> pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir pengiriman  abstrak
> 28 Februari 2012.
> -------------------------------------------------------------------------------->
>  To unsubscribe, send email to:
> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to:
> iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> For topics not directly related to Geology, users are
> advised to post the  email to: [email protected]
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1:
> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net
> Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------> 
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
> information posted  on its mailing lists, whether posted by
> IAGI or others. In no event shall  IAGI or its members be
> liable for any, including but not limited to direct  or
> indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
> resulting from loss  of use, data or profits, arising out of
> or in connection with the use of any  information posted on
> IAGI mailing list.
> --------------------------------------------------------------------->
> ***** This message may contain confidential and/or
> privileged information.  If you are not the addressee or
> authorized to receive this for the  addressee, you must not
> use, copy, disclose or take any action based on this
> message or any information herein. If you have received this
> communication  in error, please notify us immediately by
> responding to this email and then  delete it from your
> system. PT Pertamina (Persero) is neither liable for the
> proper and complete transmission of the information
> contained in this  communication nor for any delay in its
> receipt. *****
>
> -------------------------------------------------------------------------------->
>  PP-IAGI 2011-2014:
> Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
> Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
> -------------------------------------------------------------------------------->
>  Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20
> September 2012. Kirim abstrak ke email:
> pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir pengiriman  abstrak
> 28 Februari 2012.
> -------------------------------------------------------------------------------->
>  To unsubscribe, send email to:
> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to:
> iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> For topics not directly related to Geology, users are
> advised to post the  email to: [email protected]
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1:
> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net
> Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------> 
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
> information posted  on its mailing lists, whether posted by
> IAGI or others. In no event shall  IAGI or its members be
> liable for any, including but not limited to direct  or
> indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
> resulting from loss  of use, data or profits, arising out of
> or in connection with the use of any  information posted on
> IAGI mailing list.
> --------------------------------------------------------------------->
>
> __________ NOD32 5559 (20101024) Information __________
>
> This message was checked by NOD32 antivirus system.
> http://www.eset.com
>
>
>
> -------------------------------------------------------------------------------->
>  PP-IAGI 2011-2014:
> Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
> Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
> -------------------------------------------------------------------------------->
>  Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20
> September 2012. Kirim abstrak ke email:
> pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir pengiriman abstrak
> 28 Februari 2012.
> -------------------------------------------------------------------------------->
>  To unsubscribe, send email to:
> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to:
> iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> For topics not directly related to Geology, users are
> advised to post the email to: [email protected] Visit IAGI
> Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1:
> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net
> Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------> 
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
> information posted on its mailing lists, whether posted by
> IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be
> liable for any, including but not limited to direct or
> indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
> resulting from loss of use, data or profits, arising out of
> or in connection with the use of any information posted on
> IAGI mailing list.
> ---------------------------------------------------------------------


___________________________________________________________
indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id



--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2011-2014:
Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
--------------------------------------------------------------------------------
Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir pengiriman 
abstrak 28 Februari 2012.
--------------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
For topics not directly related to Geology, users are advised to post the email 
to: [email protected]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke