Pak Ketum,
Saya pikir lebih baik biarkan saja karena moderator/Pak Ketua pun hanya punya 
batasan menghimbau saja. Sementara disadari atau tidak setiap perkataan yang 
ada di mailing list ini akan terekam dan terbuka oleh umum sampai kapanpun, 
karena bersifat metadata dan akan mudah di searching di mbah google, sehingga 
setiap perkataan dan penyataan, implikasinya akan dirasakan oleh individu 
masing2 yang mengeluarkan pernyataan tersebut, apakah akan didukung dan tidak 
didukung, disenangi atau tidak disenangi orang lain...
salam,Deni Rahayu2888


--- On Sun, 2/26/12, Bandono Salim <[email protected]> wrote:

From: Bandono Salim <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Merekam diskusi atau mengontrol diskusi - ARTIKEL 
KORAN PR
To: [email protected]
Date: Sunday, February 26, 2012, 2:48 AM

Santai saja nDang, beda pendapat hal yang lumrah, 
Salam.Powered by Telkomsel BlackBerry®From:  Rovicky Dwi Putrohari 
<[email protected]>
Date: Sun, 26 Feb 2012 17:43:30 +0700To: <[email protected]>ReplyTo:  
<[email protected]>
Subject: [iagi-net-l] Merekam diskusi atau mengontrol diskusi - ARTIKEL KORAN PR
2012/2/26 [email protected]


Note: mudah2an kawan2 admin milis ini (selain PTA, pak ketum RDP juga khan?) 
bisa lebih aktif juga memoderasi diskusi suatu thread shg lebih banyak manfaat 
yg bisa diambil drpd sekedar saling berbalas melontar pernyataan yg tdk 
essensial... 

 
Pak ADB dan juga kawan-kawan IAGI lainnya.
 
Hiruk pikuk soal keberadaan piramida saat ini maupun hiruk pikuk soal Lusi 
dimasa lalu, merupakan sebuah peristiwa langka di dunia sains di Indonesia 
khususnya ilmu kebumian (kegeologian). Tidak banyak komunitas sains di 
Indonesia yang berhasil menguak, memeras otak keringan dan waktu, serta 
memuntahkan ilmu-ilmu dibenak para profesionalnya karena adanya suatu 
peristiwa. Geologi khususnya IAGI sudah memulai sejak lama dengan dialog 
terbuka dan terekam sejak awalnya. 

fyi, dokumentasi diskusi IAGI sudah terekam dan terbuka sejak 2002 di 
http://www.mail-archive.com/[email protected]/msg00001.html
Saat melakukan perekaman diskusi ini, saya dan Paulus Tangke Allo (PTA) selalu 
melaksanakan tugas sebagai administrator, kami bukanlah moderator. Sehingga 
yang kami lakukan adalah merekam semua peristiwa (diskusi) ini sebagai bekal 
dan warisan kepada generasi penerus IAGI nantinya. Ini juga karena kami merasa 
adanya kegagalan di IAGI dalam merekam peristiwa perjalanan sejarah IAGI.

 
Menurut kami bukan hal penting memoderasi atau mengatur diskusi di mailist ini. 
Kami di dunia-maya IAGI melakukan tugas administrtatif mengatur lalu lintas 
email hanya demi safety dan security dalam artian menghindari virus serta 
menghindari kemacetan dan kemandegan diskusi. Saya dan Paulus sejak sepuluh 
tahun lalu mencoba memberikan services terbaik dalam komunikasi dan 
dokumentasi. Sayang memang beberapa dokumentasi di web yang lama tidak 
terselamatkan karena satu dan lain hal termasuk kena hack dsb. Namun satu hal 
yang selalu kami hindari adalah menyetop sebuah diskusi. Kalau diperlukan 
memang sudah semestinya ketua IAGI yang mempunyai kemampuan ini. Walaupun saya 
saat ini juga sebagai Ketua Umum IAGI, namun menyetop sebuah diskusi atau 
mengatur jalannya (isi diskusi) bukanlah hal mudah. 

 
Yang penting kedewasaan dan mendokumentasikan sebuah topik diskusi.
 
Sulit mendefinisikan kedewasaan dalam lingkungan yang sudah memiliki kebebasan 
berbicara saat ini. Siapa saja berhak mendefinisikan kedewasaan. Namun kalau 
kita telaah lebih lanjut, sebenernya masing-masing anggota IAGI tahu dan 
mengerti akan batas dan rasa dalam menunjukkan kedewasaanya atau 
kekanak-kanakannya. Sehingga moderasi atau mengatur jalannya diskusi supaya 
mengarah ke satu titik menjadi tidak mudah. Namun yang lebih penting adalah 
mensarikan atau menulis ulang disksui ini menjadi sebuah cerita atau sebuah 
artikel supaya lebih mudah enak dibaca. Saya selalu gagal melakukannya. Dua 
tiga kali saya mencoba mensarikan ternyata diskusinya masih terus berkembang. 

 
Mendokumentasi sebuah topik diskusi ini merupakan tugas divisi dunia maya yang 
belum pernah kesampaian. Mendokumentasi khusus dalam blog untuk sebuah uraian 
yg pantas masuk dalam blog iagi (http://geologi.iagi.or.id) ini saja yang sudah 
dilakukan. 
Monggo rekan-rekan yang ingin membuat saripati diskusi dalam topik khusus 
IAGI-net sangat kami alu-alukan.
 
Yang perlu dimengerti bagi pengguna IAGI-net dan dunia maya pada umumnya adalah 
kebebasan itu di sisi lainnya adalah tanggung jawab. Setiap kata dan kalimat 
yang kita tuliskan adalah merupakan tanggung jawab pribadi yang menuliskannya. 
Dengan demikian pepatah "mulutmu adalah harimaumu" sangatlah tepat walau sudah 
di era elektronik ini.

 

Selamat meneruskan diskusi ini dengan "kedewasaan" yang bertanggung jawab.
 
Salam
 
RDP 

Kirim email ke