Saya sependapat dgn Pak Awang,salut buat Pak Vicky dan Pak Paulus yg telah rela 
hati bahkan wktu untuk merekam diskusi yg ada.untuk memoderasi memang tidaklah 
mudah,disamping sebagian besar anggota maupun pengurus IAGI sibuk dlm bekerja 
tentunya butuh tenaga yg extra utk memoderasinya.menanggapi mslh diskusi yg 
tulisannya telah mulai menyerang pribadi seseorang harap segera dihentikan.saya 
adalah salah satu yg memang tdk memperdulikan kata2 ataupun kalimat yg terkesan 
menyerang pribadi2.perlu sikap yg bijak dlm memilah kata sehingga tdk 
menyinggung pribadi org dan tetap menjaga tutur kata sehingga diskusi yg ada 
bisa menjadi diskusi yg elegan,bermartabat serta bersifat ilmiah dan yg bisa 
dipertanggungjawabkan.sekali lg salut utk Pak Vicky dan Pak Paulus, sy sbg 
anggota sgt berterimakasih kpd bpk2 ini. Salam,                                 
                       Julianus®
3936 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Awang Harun Satyana <[email protected]>
Date: Mon, 27 Feb 2012 01:47:11 
To: '[email protected]'<[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: RE: [iagi-net-l] Merekam diskusi atau mengontrol diskusi - ARTIKEL
 KORAN PR
Saya setuju dengan pikiran/tulisan Pak Vicky. Pak Vicky dan Pak Paulus sudah 
memberikan yang baik untuk IAGI-net dalam hal merekamnya melalui modul arsip 
diskusi di IAGI-net yang sangat membantu penelusuran diskusi-diskusi yang telah 
berlalu. Pak Vicky dan Pak Paulus pun ringan tangan membantu kelancaran anggota 
baru masuk milis atau kalau ada problem teknis dengan milis. Untuk 
memoderasinya tentu tak mudah, lebih-lebih yang kita lakukan untuk IAGI-net 
semuanya adalah di tengah kesibukan kita. Kadang-kadang kalau ada diskusi yang 
panas dan menjurus menyerang pribadi-pribadi, seperti pernah terjadi beberapa 
kali, Pak Vicky dan Pak Paulus suka memperingatinya. Kalau sangat diperlukan 
dan tak bisa diperingati lagi, barangkali memblokade postingan-nya.

Suatu milis yang terbuka yang memuat tulisan-tulisan serius sampai sekedar 
celetukan beberapa kata dari ratusan anggotanya atau lebih tentu sukar 
dimoderasi, lebih-lebih karena tak ada waktu untuk melakukannya. Tetapi dari 
kita semua saya pikir sebenarnya dapat bijak menulis, juga bijak memilih 
mana-mana yang perlu dibaca secara serius dan menyimpannya, atau cukup langsung 
dihapus saja tanpa membuka apalagi membacanya.

Pak Vicky dan Pak Paulus juga pernah memposting etiket berdiskusi melalui 
milis, itu baik untuk diingat-ingat lagi.

Kebebasan berpendapat harus diutamakan, tetapi tetap disampaikan dengan cara 
yang santun dan bertanggung jawab. Saat berdebat, berdebatlah dengan elegan, 
tak perlu menyerang pribadi-pribadi karena itu tidak produktif dan negatif.

Salam,
Awang -anggota milis IAGI dari tahun 1999.

From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[email protected]]
Sent: 26 Februari 2012 5:44
To: [email protected]
Subject: [iagi-net-l] Merekam diskusi atau mengontrol diskusi - ARTIKEL KORAN PR

2012/2/26 [email protected]<mailto:[email protected]>
Note: mudah2an kawan2 admin milis ini (selain PTA, pak ketum RDP juga khan?) 
bisa lebih aktif juga memoderasi diskusi suatu thread shg lebih banyak manfaat 
yg bisa diambil drpd sekedar saling berbalas melontar pernyataan yg tdk 
essensial...

Pak ADB dan juga kawan-kawan IAGI lainnya.

Hiruk pikuk soal keberadaan piramida saat ini maupun hiruk pikuk soal Lusi 
dimasa lalu, merupakan sebuah peristiwa langka di dunia sains di Indonesia 
khususnya ilmu kebumian (kegeologian). Tidak banyak komunitas sains di 
Indonesia yang berhasil menguak, memeras otak keringan dan waktu, serta 
memuntahkan ilmu-ilmu dibenak para profesionalnya karena adanya suatu 
peristiwa. Geologi khususnya IAGI sudah memulai sejak lama dengan dialog 
terbuka dan terekam sejak awalnya.
fyi, dokumentasi diskusi IAGI sudah terekam dan terbuka sejak 2002 di 
http://www.mail-archive.com/[email protected]/msg00001.html
Saat melakukan perekaman diskusi ini, saya dan Paulus Tangke Allo (PTA) selalu 
melaksanakan tugas sebagai administrator, kami bukanlah moderator. Sehingga 
yang kami lakukan adalah merekam semua peristiwa (diskusi) ini sebagai bekal 
dan warisan kepada generasi penerus IAGI nantinya. Ini juga karena kami merasa 
adanya kegagalan di IAGI dalam merekam peristiwa perjalanan sejarah IAGI.

Menurut kami bukan hal penting memoderasi atau mengatur diskusi di mailist ini. 
Kami di dunia-maya IAGI melakukan tugas administrtatif mengatur lalu lintas 
email hanya demi safety dan security dalam artian menghindari virus serta 
menghindari kemacetan dan kemandegan diskusi. Saya dan Paulus sejak sepuluh 
tahun lalu mencoba memberikan services terbaik dalam komunikasi dan 
dokumentasi. Sayang memang beberapa dokumentasi di web yang lama tidak 
terselamatkan karena satu dan lain hal termasuk kena hack dsb. Namun satu hal 
yang selalu kami hindari adalah menyetop sebuah diskusi. Kalau diperlukan 
memang sudah semestinya ketua IAGI yang mempunyai kemampuan ini. Walaupun saya 
saat ini juga sebagai Ketua Umum IAGI, namun menyetop sebuah diskusi atau 
mengatur jalannya (isi diskusi) bukanlah hal mudah.

Yang penting kedewasaan dan mendokumentasikan sebuah topik diskusi.

Sulit mendefinisikan kedewasaan dalam lingkungan yang sudah memiliki kebebasan 
berbicara saat ini. Siapa saja berhak mendefinisikan kedewasaan. Namun kalau 
kita telaah lebih lanjut, sebenernya masing-masing anggota IAGI tahu dan 
mengerti akan batas dan rasa dalam menunjukkan kedewasaanya atau 
kekanak-kanakannya. Sehingga moderasi atau mengatur jalannya diskusi supaya 
mengarah ke satu titik menjadi tidak mudah. Namun yang lebih penting adalah 
mensarikan atau menulis ulang disksui ini menjadi sebuah cerita atau sebuah 
artikel supaya lebih mudah enak dibaca. Saya selalu gagal melakukannya. Dua 
tiga kali saya mencoba mensarikan ternyata diskusinya masih terus berkembang.

Mendokumentasi sebuah topik diskusi ini merupakan tugas divisi dunia maya yang 
belum pernah kesampaian. Mendokumentasi khusus dalam blog untuk sebuah uraian 
yg pantas masuk dalam blog iagi 
(http://geologi.iagi.or.id<http://geologi.iagi.or.id/>) ini saja yang sudah 
dilakukan.
Monggo rekan-rekan yang ingin membuat saripati diskusi dalam topik khusus 
IAGI-net sangat kami alu-alukan.

Yang perlu dimengerti bagi pengguna IAGI-net dan dunia maya pada umumnya adalah 
kebebasan itu di sisi lainnya adalah tanggung jawab. Setiap kata dan kalimat 
yang kita tuliskan adalah merupakan tanggung jawab pribadi yang menuliskannya. 
Dengan demikian pepatah "mulutmu adalah harimaumu" sangatlah tepat walau sudah 
di era elektronik ini.

Selamat meneruskan diskusi ini dengan "kedewasaan" yang bertanggung jawab.

Salam

RDP

Kirim email ke