Fajar, ada pengamatan ngga kira2 formasi apa yg dianggap aquifer itu, apa
just sand or limestone reservoir misal di bawak kedalaman 125 meter. Karena
kalo sumur di rumah2 ku di Jaksel MAT ada di 3-5 meter, black sand aquifer
di 16-25 meter (tergantung lokasi), tuff aquifer di 4 meter to 15 meter.
Kalau aquifer2 yg kusebut tadi ngga ada yg artetis.

Oh ya pada saat bikin perhitungan artetis plus sekian itu apa sudah
dikoreksi dg topografi? mungkin akan lebih baek kalau plus sekian dari MSL
(mean sea level).

Well done selamat ber-observasi
Avi
NPA 0666 nomor cuantik


2012/3/1 Fajar Lubis <[email protected]>

> Bisa dilihat dari hasil observasinya pak Dhe,
>
> Pemboran artesis pertama yang dilaporkan di Jakarta adalah di Benteng
> Prince Frederick tahun 1848 dengan kondisi artesis positif (flowing well)
> dengan ketinggian +2,4 meter... sayang sampai kemarin cari-cari sumur ini
> masih belum ketemu :(.. hanya saat ini muka airtanah di wilayah ini
> berdasarkan data pada sumur pantau adalah artesis negatif - 25 meter
>
> Semarang... ini saya masih mencari informasi sumur tertuanya (mohon info
> dari rekan-rekan jika mengetahuinya), hanya ada data pada sumur pantau yang
> dibuat pada tahun 1970 memiliki kondisi artesis positif juga dengan
> ketingian +1,5 meter saat ini telah menjadi artesis negatif -18 meter
>
> Bandung.. pemboran pertama dilaporkan di stasiun Kereta Api Bandung dengan
> kondisi artesis positif dengan ketinggian + 4 meter .. saat ini juga telah
> menjadi artesis negatif.
>
> Data pendukung lainnya adalah dengan menghitung head pada minimal 3
> piesometer/sumur pantau yang diletakkan pada sistem akifer yang sama dengan
> kedalaman yang berbeda. Untuk di Jakarta ini bisa dihitung di kompleks
> sumur pantau Senayan sedangkan untuk di Semarang ini bisa dihitung di
> komplek "kecil" sumur pantau di Distamben Jawa Tengah. Hanya untuk detail
> perhitungan dengan metode ini, mungkin kita diskusikan di gelanggang lain
> saja pak Dhe, agar tidak terlalu sulit untuk rakyat.
>
>
> Salam,
> Fajar (2114)
> "Mohon dikoreksi jika ada yang memiliki data lebih akurat... terimakasih"
>
>
>   ------------------------------
> *From:* Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>
> **
>
> Mas Fajar,
> Menarik sekali mengenai perubahan kawasan resapan ini.
> Apakah nilai (angka) resapan ini diukur atau diperkirakan berdasarkan
> parameter lithologi, tutupan lahan dll ? Maksud saya, apakah ada usaha
> (hasil) pengukuran jumlah air yang meresap setelah hujan, dan jumlah air
> yang menjadi runoff.
>
> Salam RDP
>
>
>

Kirim email ke