Kagok jadi gub jakarta, kenapa gak jadi presiden saja, kerjasama dengan DahlanIskan? Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message----- From: Andi AB Salahuddin <[email protected]> Date: Sun, 4 Mar 2012 00:38:28 To: <[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: Re: [iagi-net-l] Baru nongol sudah mau digebuk Pak Yanto, Apa jangan-jangan berita ini di top10 kan di media-media bukan karena Esemka-nya yang mau dijungkalin melainkan Walikotanya? Tidak bermaksud berburuk sangka, namun jika sudah menyangkut politik dan kekuasaan.., setiap aspek bisa dipakai untuk pencitranegatifan seseorang. Semoga saja kemungkinan ini tidak benar adanya. “TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Solo Joko Widodo, biasa disapa Jokowi, menyatakan keheranannya terhadap tingginya hasil survei terhadap dirinya untuk maju dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta tahun 2012. **DELETED** Selengkapnya di: http://www.tempo.co/read/news/2012/02/29/083387039/Ungguli-Foke-Jokowi-Kaget Selain itu dapat info dari milis sebelah, pemerintah PRC malah sudah mulai mengikuti jejak negara tetangganya Jepang dan Korea dalam usaha memroduksi kendaraan lokal. Tidak hanya memroduksi, mulai tahun ini pemerintah mereka mewajibkan penggunaan produk lokal sebagai kendaraan dinas pemerintah. http://us.oto.detik.com/read/2012/02/27/211121/1853006/1207/pemerintah-china-pakai-mobnas-indonesia-kapan?o9911011207 Salam Andi. --- On Fri, 3/2/12, Yanto R. Sumantri <[email protected]> wrote: From: Yanto R. Sumantri <[email protected]> Subject: [iagi-net-l] Baru nongol sudah mau digebuk To: "[email protected]" <[email protected]>, "[email protected]" <[email protected]> Date: Friday, March 2, 2012, 11:12 PM Baru saja nongol esemka sudah bikin raksasa otomotif ketakutan !!!!!!!!!!!!!!! Saya baca Koran “Rakyat Merdeka” halaman 16 yang berjudul : “ Mannuver 3 menteri bisa kubur program ESEMKA”, Saya kutipkan beberapa bagian sebagai illustrasi : 1. Nasib mobil produksi dalam negeri atau mobil nasional (mobnas) bisa tinggal nama . Menteri Perindustrian ( Menperin) MS.Hidayat dan Menko Perekonomian Hatta Radjasa SEPAKAT membuat mobil murah Dibawah 100 juta. SPONSORNYA TOYOTA , DAIHATSU DAN HONDA……………………….. 2. .” Mereka ( 4 produsen ??? ) sanggup menyediakan dana 1,8 juta AS atau Rp 16,2 trilliun. Akhir tahun ini akan masuk ke Indonesia dan dia akan menyerap banyak tenaga kerja baik di Industri komponen maupun” jelas Hidayat” ………………(heem mana banyak kalau yang ngerjain malahan pekerja mobnas ???). 3. …….” Senada dengan Hidayat , Menko Perekonomian ……… mengatakan , …… Pemerintah akan memberikan insentif cukai kepada produsen mobil ramah lingkungan . 4. “ Kita sudah sepakat dengan Menteri Keuangan , untuk untuk menyikapinya dengan cukai sehingga dapat mendorong penggunaan kendaraan kendaraan low cost green car di industry industry dalam negeri …………….” 5. Menkeu ……………………. “ kita akan berikan , tidak terkecuali kepada investor yang mau membuat kendaraan yang ramah lingkungan” ujarnya. Dan seterusnya ……………………………. Apa yang dapat dibaca dari berita ini ??? 1.The three stooges (mungKin dengan “koordinasi” yang baik dengan produsen raksasa) sudah sepakat untuk mengeksploitasi momentum kegagalan uji emisi emisi esemka ,.dengan demikian diharapkan esemka dapat “layu sebelum berkembang”.. 2,Ketiga stooges ini bukannya mencarikan jalan bagaimana kegagalan yang dialami esemka tetap dapat diatasi sehingga menjadi suatu sukses , dan program mobnas berjalan. 3. Nyata sekali …………………… spirit liberalisme menjadi dasar tindakan mereka atau dijadika alas an “pembenaran” kebijakan yang diambil mereka ------------------heeeeeem sangat menyedihkan. Dimanakah nasionalisme kita letakan ???Dimana keberpihakan Pemerintah atas inovasi anak bangsa ??? Sangat menyedihkan Kang Ah !!!!!

