Kalau kita lihat perjalanan Indonesia selama ini, ternyata penyelenggara negara 
ini tidak lepas dari penguasa MAKELAR, yang hanya menguntungkan pribadi mereka 
atau kelompok mereka saja. Makkelarisasi ini kayaknya sudah jadi sistem yang 
mengakar kuat, mereka selalu berprinsip "beli saja bisa masak buat". Karena 
sistem maka apa yang mereka ucapkan seperti tidak salah, normal normal saja, 
bahkan hal itu diucapkan dengan berapi api.

Selama kita masih dipimpin oleh orang orang yang hanya mau mencari untung untuk 
dirinya sendiri, negara ini tak akan kemana-mana, bahkan sangat mungkin 
DIPECUNDANGI selama bertahun tahun tidak terasa sama sekali, bahkan bangga.

AW



________________________________
 From: Bandono Salim <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Sunday, March 4, 2012 12:46 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] Baru nongol sudah mau digebuk
 

Kagok jadi gub jakarta, kenapa gak jadi presiden saja, kerjasama  dengan 
DahlanIskan? 
Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________

From:  Andi AB Salahuddin <[email protected]> 
Date: Sun, 4 Mar 2012 00:38:28 -0800 (PST)
To: <[email protected]>
ReplyTo:  <[email protected]> 
Subject: Re: [iagi-net-l] Baru nongol sudah mau digebuk

Pak Yanto,
 
Apa jangan-jangan berita ini di top10 kan di media-media bukan karena 
Esemka-nya yang mau dijungkalin melainkan Walikotanya? 
 
Tidak bermaksud berburuk sangka, namun jika sudah menyangkut politik dan 
kekuasaan.., setiap aspek bisa dipakai untuk pencitranegatifan seseorang. 
 
Semoga saja kemungkinan ini tidak benar adanya. 
 
“TEMPO.CO, Jakarta- Wali Kota Solo Joko Widodo, biasa disapa Jokowi, menyatakan 
keheranannya terhadap tingginya hasil survei terhadap dirinya untuk maju dalam 
pencalonan Gubernur DKI Jakarta tahun 2012. 
**DELETED** 
 
Selengkapnya di: 
http://www.tempo.co/read/news/2012/02/29/083387039/Ungguli-Foke-Jokowi-Kaget
 
 
Selain itu dapat info dari milis sebelah, pemerintah PRC malah sudah mulai 
mengikuti jejak negara tetangganya Jepang dan Korea dalam usaha memroduksi 
kendaraan lokal. Tidak hanya memroduksi, mulai tahun ini pemerintah mereka 
mewajibkan penggunaan produk lokal sebagai kendaraan dinas pemerintah. 
http://us.oto.detik.com/read/2012/02/27/211121/1853006/1207/pemerintah-china-pakai-mobnas-indonesia-kapan?o9911011207
 
 
Salam 
Andi. 

--- On Fri, 3/2/12, Yanto R. Sumantri <[email protected]> wrote:


>From: Yanto R. Sumantri <[email protected]>
>Subject: [iagi-net-l] Baru nongol sudah mau digebuk
>To: "[email protected]" <[email protected]>, 
>"[email protected]" <[email protected]>
>Date: Friday, March 2, 2012, 11:12 PM
>
>
>
>
>
>
>Baru saja nongol esemka sudah bikin raksasa otomotif ketakutan !!!!!!!!!!!!!!!
> 
>Saya baca Koran “Rakyat Merdeka” halaman 16 yang berjudul : “ Mannuver 3 
>menteri bisa kubur program ESEMKA”,
>Saya kutipkan beberapa bagian sebagai illustrasi : 
>1.       Nasib mobil produksi dalam negeri atau mobil nasional (mobnas) bisa 
>tinggal  nama . Menteri Perindustrian ( Menperin) MS.Hidayat dan Menko 
>Perekonomian Hatta Radjasa SEPAKAT membuat mobil murah Dibawah 100 juta. 
>SPONSORNYA TOYOTA , DAIHATSU DAN HONDA………………………..
>2.       .” Mereka ( 4 produsen ??? ) sanggup menyediakan  dana 1,8 juta AS  
>atau Rp 16,2 trilliun. Akhir tahun ini akan masuk ke Indonesia  dan dia akan 
>menyerap banyak tenaga kerja baik di Industri komponen maupun” jelas Hidayat” 
>………………(heem mana banyak kalau yang ngerjain malahan pekerja mobnas ???).
>
>3.       …….” Senada dengan Hidayat , Menko Perekonomian ……… mengatakan , …… 
>Pemerintah akan memberikan insentif  cukai kepada produsen mobil ramah 
>lingkungan .
>4.       “ Kita sudah sepakat dengan Menteri Keuangan , untuk untuk 
>menyikapinya dengan cukai sehingga dapat mendorong penggunaan kendaraan 
>kendaraan low cost green car di industry industry dalam negeri …………….”
>5.       Menkeu ……………………. “ kita akan  berikan , tidak terkecuali kepada 
>investor yang mau membuat kendaraan yang ramah lingkungan” ujarnya.
>Dan seterusnya ……………………………. Apa yang dapat dibaca dari berita ini  ???  
>1.The three stooges (mungKin dengan “koordinasi” yang baik dengan produsen 
>raksasa)  sudah sepakat untuk mengeksploitasi momentum kegagalan uji emisi 
>emisi esemka ,.dengan demikian diharapkan esemka dapat “layu sebelum 
>berkembang”..
>2,Ketiga stooges ini bukannya mencarikan jalan bagaimana kegagalan yang 
>dialami esemka tetap dapat diatasi sehingga menjadi  suatu sukses , dan 
>program mobnas berjalan.
>3. Nyata sekali  …………………… spirit liberalisme menjadi dasar tindakan mereka 
>atau dijadika alas an “pembenaran” kebijakan yang diambil mereka 
>------------------heeeeeem sangat menyedihkan.
>Dimanakah nasionalisme kita letakan ???Dimana keberpihakan Pemerintah atas 
>inovasi anak bangsa ???
> 
>Sangat menyedihkan  Kang Ah !!!!!
> 
>  

Kirim email ke