Selamat pagi semuanya.
Setiap Minggu malam sekitar jam 21:00 saya sering menonton siaran TVRI yang
dipandu oleh mantan aktor Slamet Rahardjo, dan selalu ditemani budayawan
Arswendo dengan tema: Hanya di TVRI...hanya di TVRI. Beberapa tamu (narasumber)
yang diundang sesuai dengan tema yang dibahas. Tadi malam membahas kenaikan
harga BBM, jadi yang diundang adalah: Pak Kurtubi, seorang dari APINDO
(asosiasi pengusaha Indonesia?), pak Didi politisi PD, juga para mahasiswa dan
masyarakat. Diskusi berlansung lancar, dan enak ditonton, masing-2 mengemukakan
pendapatnya. Karena pak Didi politisi dari partai pemerintah, dia mendukung
program kenaikan harga BBM walaupun tetap mengucapkan terimakasih atas
masukan-2 dari tamu lainnya.
Seperti biasanya pak Kurtubi mengemukakan pendapatnya dengan semangat, juga
memberikan jurus-2 tertentu yang intinya untuk melindungi migas kita, dan
ditekankan bahwa kenaikan harga bbm seharusnya menjadi opsi yang terakhir
sebelum opsi-2 lainnya diterapkan. Dalam kesempatan ini beliau juga
mengemukakan bahwa dari hasil riset tentang kontrak-2 migas, bahwa di sini
menduduki urutan ke seratus sekian (pokoknya jelek-lah) dibawah Timor Leste
yang dulu merupakan bagian dari kita. Sayang sekali dalam diskusi ini tidak ada
"lawan" yang dapat mengimbanginya.
Tentang kontrak migas ini sebenarnya sudah pernah dibahas dalam milis ini; dan
kalau tidak salah kontrak kita "nampak jelek" karena hanya berdasarkan satu
kriteria, kalau secara umum kontrak kita masih cukup bagus. Buktinya tetap saja
banyak investor yang datang. Pendapat ini praktis tidak ada yang menyanggah,
tetapi oleh Arswendo beliau diajak untuk ramai-2 mendatangi pemerintah agar
kontraknya segera diperbaiki.
Kepada Adit yang ikut nonton, saya sempat katakan "Dik, coba kalau teman bapak
yang di BP-Migas juga ikut diundang, wah pasti lebih ramai dan menarik, dan pak
Kurtubi akan mendapat mitra diskusi yang tangguh dan menguasai permasalahannya".
Salam hangat dan selamat bekerja!
sugeng
“Save a Tree” – Please consider the environment before printing this email.
====================================================================================================================================================================================
DISCLAIMER : This e-mail and any files transmitted with it ("Message") is
intended only for the use of the recipient(s) named above and may contain
confidential information. You are hereby notified that the taking of any action
in reliance upon, or any review, retransmission, dissemination, distribution,
printing or copying of this Message or any part thereof by anyone other than
the intended recipient(s) is strictly prohibited.
If you have received this Message in error, you should delete this Message
immediately and advise the sender by return e-mail. Opinions, conclusions and
other information in this Message that do not relate to the official business
of PetroChina International Companies In Indonesia or its Group of Companies
shall be understood as neither given nor endorsed by
PetroChina International Companies In Indonesia or any of the companies within
the Group.
==============================================================================================================================================================