Hehehe kalau lingkungan rusak kan harus diperbaiki dulu lingkungannya. Sebaiknya sambil kerja lingkungan diperbaiki. Kalau lingkungan kerja sdh settled jelek, hihihi tinggal pilih keluar atau kita jadi buruk. Lah katanya pers asing bagus, tetapi banyak juga hehehe main sogok juga, ketularan sama lingkungan kalee, takut gak dapat jatah kerja di negeri yang ramah ke orang asing, dan ganas pada pribumi
Salam. Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: noor syarifuddin <[email protected]> Date: Tue, 20 Mar 2012 01:34:06 To: <[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: Re: [iagi-net-l] Optimalkan Ikhtiar untuk Explorasi Migas (RE : Apakah ini gawat? Cadangan minyak kita 4 milyar bbl) Ha ha ha ini yg saya agak prihatin... Semua yg salah pemerintah, buruk muka cermin dibelah... Bayangkan industri migas kita sdh lbh dr 100 tahun lha kok msh nyalahin pemerintah juga... Seharusnya Ada keberAnian pengusaha utk 'nadahi' berkah bisnis migas ini.. Tidak perlu semua jd pemain eksplorasi yg berisiko tinggi... Tapi coba lihat mana Ada yg masuk sebagai industri penunjang: service company, konsultan, EPSC coys, kontraktor rig, konsultan IT.... Maaf, hanya bbrp saja yg msk dan bertahan. Bahkan waktu sdh Ada peelindungan cabotage pun pengusaha Indonesia msh minta garansi kontrak sblm investasi.... Ya mana ada lah..... Jadi mari kita introspeksi lah, jgn bisanya menyalahkan lingkungan.... Salam

