Eh nyebal dikit yee. Ada resto di jalan margonda (mana yaa orang bandung kaga 
ngeh) depok, bikin poster :

"Mengecewakan Bos Bahaya Besar, Mengecewakan Konsumen Bahayanya Juauuh Lebih 
Besar, Karena Bos Kita Digaji Konsumen"

Ini bagus yaa, dikutip dari pikiran rakyat, rabu 21 maret 2012, hal 16.

Hehehe mengingatkan bahwa presiden digaji oleh rakyat, bukan rakyat didanai 
presiden  
So what next dengan blt??
Naikkan harga bbm ??
Nambah gaji bagi birokrat dan dpr??

Manggaaa.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: [email protected]
Date: Wed, 21 Mar 2012 00:53:29 
To: <[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Geopolitik : Cari gas di teluk
Saya mah mikirnya: paradigma kita sudah berubah dari ekspor minyak belajar di 
luar ke impor minyak ngajar orang luar? 
Tangible resource nya sudah kerasa kepepet kayaknya ya...
visit strivearth.com and be entertained

-----Original Message-----
From: "Bandono Salim" <[email protected]>
Date: Wed, 21 Mar 2012 00:45:53 
To: Iagi<[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Geopolitik : Cari gas di teluk
Lah yang cadangannya besar sAja masih beli kok. Minyak punya sendiri disimpan, 
sedot minyak negara lain sampai habis. 
Yang disedot abisa yaa punya kita.

Tadi malam kok nggak jelas yaa, ada yang mau bubarkan bpmigas. (Maaf pak 
Kurtubi itu tokoh dunia minyak yaa, krn faham sekali akan bp migas) 
Ahli dari teknik perminyakan itb, bener2 belain yang menggaji ya.
Apa ada geologi tadi malam? 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>
Date: Wed, 21 Mar 2012 07:29:16 
To: <[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Geopolitik : Cari gas di teluk
On Wed, Mar 21, 2012 at 12:43 AM, o - musakti <[email protected]>wrote:

>   Ini cerita geopolitik beneran.
> Diambil dari koran the Guardian.
>
> Menakjubkan, Bahrain yang bertetangga dengan North Field (the biggest gas
> field in the world, kebetulan tempat saya jadi buruh cangkul) kudu cari gas
> sampai ke Russia segala. Sementara negara teluk tetangga lain beli gas asal
> Qatar di Eropa.....
>

Apakah Indonesia tidak mencari minyak di luar negeri ?
Jawab saya iya, hanya saja dilakukan oleh "orang" Indonesia, termasuk Pak
OQ ini, tetapi bukan "perusahaan" Indonesia. Kalau pun ada volumenya masih
kecil.

Yang dilakukan ini sebenernya memanfaatkan pengalaman serta keilmuan atau
pengetahuan yang telah diperoleh di dalam negeri yang diaplikasikan ke luar
negeri. Sayangnya di Indonesia yang belajar lebih banyak "orang"nya
ketimbang perusahaannya.

Kalau memang tidak ada perusahaan yang melakukan eksplorasi di LN ya
mungkin pengalaman Negara Indonesia (rakyat, pemerintah, dan pengusaha) ini
bisa "dijual ke LN". Contohnya bagaimana kalau pemerintah menjual kemampuan
"AKAMIGAS CEPU" ke LN. mengundang orang-orang di Afrika, di Myanmar dll utk
belajar bagaimana mencari minyak, termasuk mengelola industri migas.
(walaupun kita juga keteteran) tetapi pengalaman lebih dari 100 tahun
mengeksplorasi migas bukan pengalaman yang kecil. Ini bisa dijual. Walaupun
bukan melakukan eksplorai sebagai perusahaan tetapi sebagai GURU !

RDP

-- 
*"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"*
.

Kirim email ke