On Wed, Mar 21, 2012 at 12:43 AM, o - musakti <[email protected]>wrote:
> Ini cerita geopolitik beneran. > Diambil dari koran the Guardian. > > Menakjubkan, Bahrain yang bertetangga dengan North Field (the biggest gas > field in the world, kebetulan tempat saya jadi buruh cangkul) kudu cari gas > sampai ke Russia segala. Sementara negara teluk tetangga lain beli gas asal > Qatar di Eropa..... > Apakah Indonesia tidak mencari minyak di luar negeri ? Jawab saya iya, hanya saja dilakukan oleh "orang" Indonesia, termasuk Pak OQ ini, tetapi bukan "perusahaan" Indonesia. Kalau pun ada volumenya masih kecil. Yang dilakukan ini sebenernya memanfaatkan pengalaman serta keilmuan atau pengetahuan yang telah diperoleh di dalam negeri yang diaplikasikan ke luar negeri. Sayangnya di Indonesia yang belajar lebih banyak "orang"nya ketimbang perusahaannya. Kalau memang tidak ada perusahaan yang melakukan eksplorasi di LN ya mungkin pengalaman Negara Indonesia (rakyat, pemerintah, dan pengusaha) ini bisa "dijual ke LN". Contohnya bagaimana kalau pemerintah menjual kemampuan "AKAMIGAS CEPU" ke LN. mengundang orang-orang di Afrika, di Myanmar dll utk belajar bagaimana mencari minyak, termasuk mengelola industri migas. (walaupun kita juga keteteran) tetapi pengalaman lebih dari 100 tahun mengeksplorasi migas bukan pengalaman yang kecil. Ini bisa dijual. Walaupun bukan melakukan eksplorai sebagai perusahaan tetapi sebagai GURU ! RDP -- *"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"* .

