Syukur dapat pencerahan.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Shofiyuddin <[email protected]>
Date: Tue, 3 Apr 2012 07:37:15 
To: <[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Petrophysics - Swirr
mas Bambang,
Trims banyak untuk pencerahannya. Untuk item No. 1, sayang sekali
tidak bisa diaplikasikan di daerah saya mengingat semua core yang
diambil menggunakan water base mud. Air (Sw) yang diperoleh dengan
metode Dean Stark tidak bisa dipakai karena sudah diinvasi oleh mud
filtrate.  Begitu juga dengan Saturasi minyak (So) yang kita consider
lebih sebagai residual oil (Sor) karean proses invasi juga.

End Point of dari capillary pressure data porous plate juga untuk
daerah saya tidak bisa dipakai. Oh ya, reservoir saya karbonat yang
kaya akan hasil proses diagenesa, vuggy porosity, baik yang connected
maupun yang un-connected. Pada batuan yang sangat permeable, taruhlah
diatas 50 md, end point Sw menunjukkan Swirr yang bervariasi dari 10
sampai 50 % yang secara teori pasti salah. Sementara yang lower
permeable justru menunjukkan adanya hubungan yang lebih baik antara
Swirr dan Permeabilititas. "J" function akhirnya tidak bisa digunakan
karena ada variasi dari permeabilitias atau kualitas reservoir. "J"
function memang di disain untuk jenis batuan dengan kualitas reservoir
yang sama. Data caps yang ada ini akhirnya diconsider invalid untuk
batuan dengan permeabilitas yang tinggi.


Point kedua menarik untuk bisa dikerjakan, cuma karena hasil diatas,
data caps gak bisa digunakan. Untuk data Hg, kalo baca di paper, lebih
banyak untuk mengetahui pore throat radius ketimbang mencari Swirr
nya. Tapi saya akan coba di batas maximum pressure sesuai dengan
tinggi Hc column nya.

Thanks mas bambang untuk sharing nya.

Salam,

Shofi


On Mon, Apr 2, 2012 at 11:09 PM, Bambang Gumilar
<[email protected]> wrote:
> Shofi,
> Kata orang bijak" There is no universal silver bullet to solve this Swirr
> and Permeability issues". Semua pendekatan boleh-boleh saja. Secara
> teoritis, Swirr adalah Clay Bound Water + Capillary Bound Water. Jadi
> Swirr akan selalu lebih besar daripada nol, karena selalu ada air yang
> terikat secara elektrokimiawi di lempung dan secara fisika kapiler terjebak
> di rongga yang kecil. Swirr di bawah 10% untuk batuan klastik dan "water
> wet"? Sah-sah saja menurut saya, asal tidak nol nilai. Sekarang
> pertanyaannya: 1. Berapa kecil (how low can you go)?  2. Bagaimana kalau
> hasil pengukuran Porous Plate, Centrifuge, MICP dan NMR berbeda?
>
> 1. "Best practice" yang biasa saya lakukan adalah memanfaatkan data (paling
> tidak 50 data points) yang ada dengan mencari korelasi antara permeabilitas
> dan/atau porositas dengan "core saturation" (CSw atau CSo). Secara
> sederhana, buat crossplot CPERM (Core Perm) logaritmik di sumbu X dan CSw
> (Core Water Saturation) di sumbu Y. Pada nilai k ~ 0, CSw seharusnya = 1
> (100%). Anda bisa lihat data CSw membentuk pola penyebaran seperti huruf Z
> yang landai. Asimtotik di nilai permeabilitas yang besar. Untuk mendapatkan
> persamaan empiris korelasi tersebut, ambil data dengan nilai Csw terendah
> dan berada di sekitar 5% dari populasi terbawah, buat persamaan (insert
> equation) secara grafis, mudah sekali jika anda pakai software Petrophysics
> komersial. Ilustrasinya saya buatkan di google document, semoga tautan ini
> bisa diakses.
> https://docs.google.com/open?id=1i_Yw5BEHq-gP5A51l2Mj98rWQETmRvYjmJ1R2vL0lQWyzbLTj90nmEJp8Oi-
> Persamaan tersebut adalah persamaan empiris yang berlaku untuk data set yang
> kita miliki. Berapa kecil/rendah-nya Swirr bergantung pada data tersebut.
> Masalah lain muncul, data-nya bias, karena orang  punya tendensi untuk
> mengambil data "core plug" dari "spot" yang permeabilitasnya bagus dan ada
> minyak-nya :)  Sehingga data yang ada tidak representatif. :(
>
> 2. Perbedaan hasil pengukuran Swirr dari metode yang berbeda adalah wajar.
> Karena prinsip kerja dan asumsi yang dipakai sudah berbeda. Data Porous
> Plate memang yang paling direkomendasikan. Tetapi data dari Centrifuge dan
> Mercury Injection (MICP) juga dapat dipergunakan dengan mengaplikasikan
> koreksi dan konversi (tekanan Hg) yang sesuai. Hitung tinggi kolom minyak
> maksimum (dari Free Water Level ke puncak struktur). Konversikan tinggi
> (column height) tersebut ke unit tekanan (psi atau kPa). Nilai tertinggi
> dari konversi ini akan menjadi limit atas data Cap Pressure yang akan
> dipakai. Anda tidak memerlukan data mercury yang 2500 psi Hg/Air (atau
> ekivalen 1350 kaki kolom minyak) atau lebih tinggi jika puncak
> reservoir maksimum hanya 800 kaki. Pc = h*0.433*(SG_brine - SG_oil). ~ ~(
> kira-kira hanya 70 psi working cap pressure).
>
> Data NMR punya kelebihan karena kita bisa membedakan "Clay Bound Water" (~ 3
> ms relaxation time cut-off) dan kumulatif  "Clay and Capillary Bound Water"
> (~33 ms cut-off). Kesimpulan, integrasikan semua data yang ada, buat
> referensi sendiri untuk daerah yang sedang anda kerjakan.
>
> Note: Pc in psi, h in feet, SG_xx (specific gravity), untuk brine 1 ~ 1.01
> dan untuk minyak (0.72 ~ 0.8)
>
> Wassalam,
>
> -bg
> http://www.linkedin.com/in/bambanggumilar
>
>
>
>
>
>
> 2012/4/2 kartiko samodro <[email protected]>
>>
>> saya pernah lihat report scal untuk clean sand reservoir, unconsolidated,
>> swirr bisa sampai 8% (kurang dari itu bisa menimbulkan tanda tanya ) jadi
>> untuk minimum swirr 10% bisa digunakan.
>>
>>
>> 2012/4/2 Shofiyuddin <[email protected]>
>>>
>>> Rekans,
>>> barangkali ada yang share, berapa sih kira kira besarnya Irreducible
>>> water saturation (Swirr) untuk batuan klastik dan karbonat. Saya mendapatkan
>>> angka yang berbeda beda untuk setiap pengukuran core analysis (porous plate,
>>> centrifuge dan NMR). Apakah secara geologi Swirr dibawah 10% (pada batuan
>>> yang permeable) memungkinkan? kalo tidak, berapa yang reasonable? kalo
>>> dilihat hasil lab memungkinkan, tapi apakah realnya bisa dengan
>>> memperhatikan besarnya tekanan dan suhu reservoir?
>>>
>>> Kalo ada reference juga boleh.
>>>
>>> thanks sebelumnya.
>>>
>>> Shofi
>>>
>>>
>>
>

--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2011-2014:
Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
--------------------------------------------------------------------------------
Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir pengiriman 
abstrak 28 Februari 2012.
--------------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
For topics not directly related to Geology, users are advised to post the email 
to: [email protected]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke