Mas Kartiko, sila tengok kat laman ni.
https://docs.google.com/open?id=1qn1tCyZysnlCL1eGva3CfFEwuU_ZTQ7LSgy01BTDcppCUsEpaoDDkkPTJ7Jn

-bg

2012/4/4 kartiko samodro <[email protected]>

> Mas
>
> untuk rock typing memang ada beberapa versi, tapi memang tugas kita untuk
> mengintegrasikan dan mencari yang paling pas untuk lapangan kita.
>
> kalau ada full core coba minta ke sedimentologistnya untuk membuat typical
> faciesnya, setelah kita memiliki deskripsi faciesnya kemudian gabungkan
> dengan data petrophysic
> yang mas punya,  baru kita lakukan rock typing ( jadi sudah
> mengintegrasikan facies geologi dan reservoir karakteristik)
> informasi facies dari sedimentologist akan sangat berguna saat kita hendak
> mendistribusikan facies yang akan menjadi wadah untuk petrophysical
> parameters yang kita definisikan.
> yang saya pernah dapatkan untuk koral memang memiliki distribusi yang
> sifatnya bimodal, permeability yg variatif sementara untuk typical
> foram, red algae dsb cenderung memiliki
> distribusi yang seragam  (tapi tetap tergantung pada proses geologi di
> tiap area), dan tentunya pendistribusian facies coral dan foram juga
> berbeda.
>
> Untuk SWirr , mungkin memang kita bisa dapatkan SWirr yang rendah <10%,
> atau bahkan <5% dari beberapa sample core, tapi apakah memang beberapa
> sample core cukup bisa mewakili suatu section dari carbonate ? hal ini
> sering menjadi diskusi karena sering kali hasil perhitungan sw (sw yang
> berasal dari quantitative interpretation) suatu carbonate section tidak
> bisa terkalibrasi dengan baik karena begitu variatifnya nilai core data dan
> akhirnya kita mengambil harga rata rata yang umumnya jatuh di kisaran
> 10%  ( mungkin Mas Bambang bisa menambahkana apakah sample swirr <5% dari
> jenis ooilit tersebut merupakan nilai minimum atau nilai rata rata dari
> beberapa sample ? )
>
>
> 2012/4/4 Shofiyuddin <[email protected]>
>
>> mas Bambang,
>> Betul sekali, saya suspect awalnya begitu. Setelah data MICP datang,
>> memang pore throat size menunjukan bimodal, kebanyakan dari micro
>> sampe meso, tapi ada beberapa yang mencapai sekala macro.
>>
>> Definisi dari "rock class" perlu di revisit lagi menurut saya, karena
>> secara Geologi akan merujuk kepada golongan batuan, misal pakcstone,
>> wackstone dsb dsb. Di tempat saya, penggolongan batuan hanya bisa
>> dilihat dari core semata, tapi tidak bisa digunakan dari kacamata log
>> character. Ini artinya, log character tidak mencerminkan "rock class".
>>  Crossplot antara "rock class" dan distribusi porositi dan
>> permeabilitasnya juga gak nyambung alias scatter. Setelah kita tahu,
>> itu semua gak nyambung, kita berkesimpulan bahwa proses proses
>> pembentukan porositas sekunder sebagai hasil diagenesa merata di semua
>> "rock class".
>>
>> Secara petrophysics akhirnya saya mencoba mendefiniskan kembali arti
>> "rock class" ini lebih menunjukkan kepada "rock quality" yang bisa
>> saja di representasikan denga Rock Quality Index (RQI) ataupun Flow
>> Zone Indicator (FZI). Secara petrofisik, ini lebih masuk akal hanya
>> bicara rock properties saja tetapi kendalanya adalah bagaimana kita
>> mempropagate "rock class" baru ini ke sumur yang tidak ada data
>> permeabilitasnya?
>> saya lagi ngerjain projek ini melalui neural network dan kelihatannya
>> cukup positif. Kalau abstract saya disetujui, saya akan presentasi ke
>> IAGI September mendatang.
>>
>> Shofi
>>
>>
>>
>>
>>
>> On Tue, Apr 3, 2012 at 11:29 PM, Bambang Gumilar
>>  <[email protected]> wrote:
>> > Shofi,
>> > Menarik sekali kasus yang anda hadapi. Pengalaman saya di beberapa
>> proyek
>> > karbonat (Saudi/Kuwait) juga ada juga yang seperti itu. Karena Swirr vs
>> Perm
>> > tidak mengikuti teori, maka orang dengan mudah mengatakan data-nya tidak
>> > valid.
>> >
>> > Kalau mau berpikir jernih sebentar, mundur selangkah, coba lakukan
>> > pendekatan lain. Salah satu solusinya adalah membuat korelasi
>> berdasarkan
>> > facies (rock types). Dari keterangan Shofi, bahwa untuk batuan yang
>> > permeabilitas besar, malah Swirr-nya tinggi. Jika anda punya data MICP
>> atau
>> > NMR, "plugs" yang "aneh" ini mungkin memiliki tingkat heterogenitas yang
>> > tinggi. Ini bisa dilihat dari pola distribusi "pore throat"-nya.
>> Biasanya
>> > polanya bi-modal. Ada dua "peaks" di histogramnya, bisa berupa kombinasi
>> > "micro pore throat" dengan "mega pore throat" atau micro dengan meso,
>> dst.
>> > Porositas kecil karena didominasi "micro pores" ini sementara
>> > permeabilitasnya ditentukan oleh "pore throat" yang besar.
>> >
>> > Kita tahu bahwa permeabilitas adalah parameter tensor (besaran yang
>> punya
>> > arah), diukur dari ujung ke ujung "core plug" dengan memberi beda
>> tekanan
>> > udara/helium di salah satu ujungnya. Untuk batuan yang
>> homogen, geometri dan
>> > distribusi "pore throat"-nya tidak banyak variasi. Helium mengalir
>> > "steady/laminer" dan seragam di setiap segmen sample. Jadi hasil
>> pengukuran
>> > tersebut sudah representatif. Bagaimana dengan batuan yang heterogen
>> (vuggy,
>> > granular, dll)? Di satu segmen pore throat-nya 1 micron dan 1 mm di
>> > sampingnya pore throat-nya lebih besar daripada 10 micron. Ingat, kita
>> hanya
>> > perlu satu "conduit"/ saluran bebas hambatan sebesar sehelai rambut
>> > yang sejajar dengan arah aliran helium di core plug untuk menjadi "high
>> perm
>> > channel" yang memberi nilai permeabilitas 10 Darcy (10000 mD).
>> "Saluran" ini
>> > bisa berada di sample yang porositasnya rendah. Dari kuliah Petrografi
>> bu
>> > Emmy Suparkaa; stilolit di batu gamping masif adalah fenomena alam
>> > biasa. Coba cari data petrografi-nya, sayatan tipis, dll. untuk
>> konfirmasi
>> > kondisi sample yang ada. Mungkin hipotesis in bisa dibuktikan.
>> >
>> > "What I would do, if I were you" adalah mengelompokkan "rock type" yang
>> sama
>> > dan membuat korelasi porositas (besaran skalar) vs Sw untuk
>> masing-masing
>> > "rock type". Anda bisa pakai klasifikasi yang sudah dipublikasikan atau
>> buat
>> > klasifikasi baru. Tantangan berikutnya untuk para geologist, bagaimana
>> > mempropagasi "rock types" ini ke sumur atau interval lain yang tidak
>> punya
>> > data "core"?
>> >
>> > Mas Kartiko,
>> > Bertanya tentang apa ada batuan reservoir yang punya Swirr di bawah 5%.
>> Ada;
>> > litologinya batu gamping, oolitik, intergranular porosity, umurnya
>> > kira-kira Kapur Bawah (upper Jurassic - lower Cretaceous), mixed - oil
>> > wettability. Karena hampir tidak ada lempungnya, maka Clay Bound
>> Water-nya
>> > limit mendekati nol. Oolitik, butiran-nya medium - large grains, hampir
>> > seragam, maka Capillary Bound Water-nya juga rendah. Mixed wettability
>> > membuat sebagian butirannya diselimuti minyak, air-nya minimum sekali.
>> Dari
>> > data NMR, hampir tidak ada sinyal T2 yang berkisar di 33 ms, mayoritas
>> > menunjukkan sinyal "free fluid".
>> >
>> > Wassalam,
>> >
>> > -bg
>> > http://www.linkedin.com/in/bambanggumilar
>> >
>> > 2012/4/2 Shofiyuddin <[email protected]>
>> >>
>> >> mas Bambang,
>> >> Trims banyak untuk pencerahannya. Untuk item No. 1, sayang sekali
>> >> tidak bisa diaplikasikan di daerah saya mengingat semua core yang
>> >> diambil menggunakan water base mud. Air (Sw) yang diperoleh dengan
>> >> metode Dean Stark tidak bisa dipakai karena sudah diinvasi oleh mud
>> >> filtrate.  Begitu juga dengan Saturasi minyak (So) yang kita consider
>> >> lebih sebagai residual oil (Sor) karean proses invasi juga.
>> >>
>> >> End Point of dari capillary pressure data porous plate juga untuk
>> >> daerah saya tidak bisa dipakai. Oh ya, reservoir saya karbonat yang
>> >> kaya akan hasil proses diagenesa, vuggy porosity, baik yang connected
>> >> maupun yang un-connected. Pada batuan yang sangat permeable, taruhlah
>> >> diatas 50 md, end point Sw menunjukkan Swirr yang bervariasi dari 10
>> >> sampai 50 % yang secara teori pasti salah. Sementara yang lower
>> >> permeable justru menunjukkan adanya hubungan yang lebih baik antara
>> >> Swirr dan Permeabilititas. "J" function akhirnya tidak bisa digunakan
>> >> karena ada variasi dari permeabilitias atau kualitas reservoir. "J"
>> >> function memang di disain untuk jenis batuan dengan kualitas reservoir
>> >> yang sama. Data caps yang ada ini akhirnya diconsider invalid untuk
>> >> batuan dengan permeabilitas yang tinggi.
>> >>
>> >>
>> >> Point kedua menarik untuk bisa dikerjakan, cuma karena hasil diatas,
>> >> data caps gak bisa digunakan. Untuk data Hg, kalo baca di paper, lebih
>> >> banyak untuk mengetahui pore throat radius ketimbang mencari Swirr
>> >> nya. Tapi saya akan coba di batas maximum pressure sesuai dengan
>> >> tinggi Hc column nya.
>> >>
>> >> Thanks mas bambang untuk sharing nya.
>> >>
>> >> Salam,
>> >>
>> >> Shofi
>> >>
>> >>
>> >> On Mon, Apr 2, 2012 at 11:09 PM, Bambang Gumilar
>> >> <[email protected]> wrote:
>> >> > Shofi,
>> >> > Kata orang bijak" There is no universal silver bullet to solve this
>> >> > Swirr
>> >> > and Permeability issues". Semua pendekatan boleh-boleh saja. Secara
>> >> > teoritis, Swirr adalah Clay Bound Water + Capillary Bound Water. Jadi
>> >> > Swirr akan selalu lebih besar daripada nol, karena selalu ada air
>> yang
>> >> > terikat secara elektrokimiawi di lempung dan secara fisika kapiler
>> >> > terjebak
>> >> > di rongga yang kecil. Swirr di bawah 10% untuk batuan klastik dan
>> "water
>> >> > wet"? Sah-sah saja menurut saya, asal tidak nol nilai. Sekarang
>> >> > pertanyaannya: 1. Berapa kecil (how low can you go)?  2. Bagaimana
>> kalau
>> >> > hasil pengukuran Porous Plate, Centrifuge, MICP dan NMR berbeda?
>> >> >
>> >> > 1. "Best practice" yang biasa saya lakukan adalah memanfaatkan data
>> >> > (paling
>> >> > tidak 50 data points) yang ada dengan mencari korelasi antara
>> >> > permeabilitas
>> >> > dan/atau porositas dengan "core saturation" (CSw atau CSo). Secara
>> >> > sederhana, buat crossplot CPERM (Core Perm) logaritmik di sumbu X dan
>> >> > CSw
>> >> > (Core Water Saturation) di sumbu Y. Pada nilai k ~ 0, CSw seharusnya
>> = 1
>> >> > (100%). Anda bisa lihat data CSw membentuk pola penyebaran seperti
>> huruf
>> >> > Z
>> >> > yang landai. Asimtotik di nilai permeabilitas yang besar. Untuk
>> >> > mendapatkan
>> >> > persamaan empiris korelasi tersebut, ambil data dengan nilai Csw
>> >> > terendah
>> >> > dan berada di sekitar 5% dari populasi terbawah, buat persamaan
>> (insert
>> >> > equation) secara grafis, mudah sekali jika anda pakai software
>> >> > Petrophysics
>> >> > komersial. Ilustrasinya saya buatkan di google document, semoga
>> >> > tautan ini
>> >> > bisa diakses.
>> >> >
>> >> >
>> https://docs.google.com/open?id=1i_Yw5BEHq-gP5A51l2Mj98rWQETmRvYjmJ1R2vL0lQWyzbLTj90nmEJp8Oi-
>> >> > Persamaan tersebut adalah persamaan empiris yang berlaku untuk data
>> set
>> >> > yang
>> >> > kita miliki. Berapa kecil/rendah-nya Swirr bergantung pada data
>> >> > tersebut.
>> >> > Masalah lain muncul, data-nya bias, karena orang  punya
>> tendensi untuk
>> >> > mengambil data "core plug" dari "spot" yang permeabilitasnya bagus
>> dan
>> >> > ada
>> >> > minyak-nya :)  Sehingga data yang ada tidak representatif. :(
>> >> >
>> >> > 2. Perbedaan hasil pengukuran Swirr dari metode yang berbeda adalah
>> >> > wajar.
>> >> > Karena prinsip kerja dan asumsi yang dipakai sudah berbeda. Data
>> Porous
>> >> > Plate memang yang paling direkomendasikan. Tetapi data dari
>> Centrifuge
>> >> > dan
>> >> > Mercury Injection (MICP) juga dapat dipergunakan dengan
>> mengaplikasikan
>> >> > koreksi dan konversi (tekanan Hg) yang sesuai. Hitung tinggi kolom
>> >> > minyak
>> >> > maksimum (dari Free Water Level ke puncak struktur). Konversikan
>> tinggi
>> >> > (column height) tersebut ke unit tekanan (psi atau kPa). Nilai
>> tertinggi
>> >> > dari konversi ini akan menjadi limit atas data Cap Pressure yang akan
>> >> > dipakai. Anda tidak memerlukan data mercury yang 2500 psi Hg/Air
>> (atau
>> >> > ekivalen 1350 kaki kolom minyak) atau lebih tinggi jika puncak
>> >> > reservoir maksimum hanya 800 kaki. Pc = h*0.433*(SG_brine - SG_oil).
>> ~
>> >> > ~(
>> >> > kira-kira hanya 70 psi working cap pressure).
>> >> >
>> >> > Data NMR punya kelebihan karena kita bisa membedakan "Clay Bound
>> Water"
>> >> > (~ 3
>> >> > ms relaxation time cut-off) dan kumulatif  "Clay and Capillary Bound
>> >> > Water"
>> >> > (~33 ms cut-off). Kesimpulan, integrasikan semua data yang ada, buat
>> >> > referensi sendiri untuk daerah yang sedang anda kerjakan.
>> >> >
>> >> > Note: Pc in psi, h in feet, SG_xx (specific gravity), untuk brine 1 ~
>> >> > 1.01
>> >> > dan untuk minyak (0.72 ~ 0.8)
>> >> >
>> >> > Wassalam,
>> >> >
>> >> > -bg
>> >> > http://www.linkedin.com/in/bambanggumilar
>> >> >
>> >> >
>> >> >
>> >> >
>> >> >
>> >> >
>> >> > 2012/4/2 kartiko samodro <[email protected]>
>> >> >>
>> >> >> saya pernah lihat report scal untuk clean sand reservoir,
>> >> >> unconsolidated,
>> >> >> swirr bisa sampai 8% (kurang dari itu bisa menimbulkan tanda tanya )
>> >> >> jadi
>> >> >> untuk minimum swirr 10% bisa digunakan.
>> >> >>
>> >> >>
>> >> >> 2012/4/2 Shofiyuddin <[email protected]>
>> >> >>>
>> >> >>> Rekans,
>> >> >>> barangkali ada yang share, berapa sih kira kira besarnya
>> Irreducible
>> >> >>> water saturation (Swirr) untuk batuan klastik dan karbonat. Saya
>> >> >>> mendapatkan
>> >> >>> angka yang berbeda beda untuk setiap pengukuran core analysis
>> (porous
>> >> >>> plate,
>> >> >>> centrifuge dan NMR). Apakah secara geologi Swirr dibawah 10% (pada
>> >> >>> batuan
>> >> >>> yang permeable) memungkinkan? kalo tidak, berapa yang reasonable?
>> kalo
>> >> >>> dilihat hasil lab memungkinkan, tapi apakah realnya bisa dengan
>> >> >>> memperhatikan besarnya tekanan dan suhu reservoir?
>> >> >>>
>> >> >>> Kalo ada reference juga boleh.
>> >> >>>
>> >> >>> thanks sebelumnya.
>> >> >>>
>> >> >>> Shofi
>> >> >>>
>> >> >>>
>> >> >>
>> >> >
>> >>
>> >>
>> >>
>> --------------------------------------------------------------------------------
>> >> PP-IAGI 2011-2014:
>> >> Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
>> >> Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
>> >>
>> >>
>> --------------------------------------------------------------------------------
>> >> Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
>> >> Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir
>> pengiriman
>> >> abstrak 28 Februari 2012.
>> >>
>> >>
>> --------------------------------------------------------------------------------
>> >> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>> >> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>> >> For topics not directly related to Geology, users are advised to post
>> the
>> >> email to: [email protected]
>> >> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>> >> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> >> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>> >> No. Rek: 123 0085005314
>> >> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>> >> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>> >> No. Rekening: 255-1088580
>> >> A/n: Shinta Damayanti
>> >> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>> >> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>> >> ---------------------------------------------------------------------
>> >> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
>> >> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no
>> event
>> >> shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited
>> to
>> >> direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
>> resulting
>> >> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection
>> with the
>> >> use of any information posted on IAGI mailing list.
>> >> ---------------------------------------------------------------------
>> >>
>> >
>>
>>
>> --------------------------------------------------------------------------------
>> PP-IAGI 2011-2014:
>> Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
>> Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
>>
>> --------------------------------------------------------------------------------
>> Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
>> Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir
>> pengiriman abstrak 28 Februari 2012.
>>
>> --------------------------------------------------------------------------------
>> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>> For topics not directly related to Geology, users are advised to post the
>> email to: [email protected]
>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>> No. Rek: 123 0085005314
>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>> No. Rekening: 255-1088580
>> A/n: Shinta Damayanti
>> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>> ---------------------------------------------------------------------
>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
>> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event
>> shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to
>> direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
>> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the
>> use of any information posted on IAGI mailing list.
>> ---------------------------------------------------------------------
>>
>>
>

Kirim email ke