Rekan IAGI sekalian,
Sangat menarik mengikuti perkembangan diskusi selama beberapa pekan terakhir: 
kenaikan bbm, saling tuduh mengenai adanya permainan angka-angka di dunia 
migas, jumlah proven reserves migas Indonesia, hingga kepada energy alternatif.
Setelah iseng-iseng browsing, saya dapat info bahwa UAE sebagai salah satu 
negara top10 dari sisi jumlah cadangan minyak dan daily oil production malah 
sudah mulai melirik energy alternatif lainnya. Hal ini semakin diperkuat dengan 
ditempatkannya kantor markas besar International Renewable Energy Agency 
(IRENA) di Abu Dhabi. Misi utama IRENA tersebut adalah membantu anggotanya 
mengembangkan renewable energy termasuk diantaranya geothermal, kelautan, 
hydropower.
Selengkapnya ada di: 
http://www.energyboom.com/policy/international-renewable-energy-agency-sets-abu-dhabi
Tidak hanya sampai disitu saja, pemerintah UAE malah sudah mulai pula 
menyiapkan langkah kepada pemanfaatan energi nukir yang aman, bersih, dan 
efisien. 
Menariknya, jika negara yang kaya akan minyak (non-renewable energy) dan dengan 
jumlah penduduk yang jauh lebih sedikit saja sudah mulai merambah ke energy 
alternatif -bisa apapun alasannya: politik, ketahanan (energi), business, 
environment, dll- bagaimana dengan bangsa kita sendiri yang sudah menjadi 
negara net importir minyak dan dengan jumlah penduduk yang masuk top5 dunia?
Adakah langkah-langkah serius pemerintah yang sudah mulai dilaksanakan dalam 
upaya mencapai ketahanan energi nasional? Bagaimana dan dimana kira-kira peran 
para geologists dalam membantu upaya pemerintah tersebut?
 
Salam,
Andi.

Kirim email ke