Masdar project, di Abu Dhabi dirancang untuk jadi contoh dari kota dimana seluruh kebutuhan energynya didapat dari sumber2 yang renewable.
Tapi dalam skala besar tetap saja sembilanpuluh sekian persen dari kebutuhan energy UAE datang dari minyak dan gas. In fact ada issue/berita bahwa karena gas baik yang diproduksi domestik maupun impor tidak mampu memenuhi kebutuhan energy UAE, minyak digunakan juga sebagai bahanbakar buat pembangkit listrik (belum se ekstrem Kuwait atau Saudi memang). Ditambah dengan kebutuhan untuk transportasi, makin meningkatlah konsumsi minyak dalam negrinya.....ujung2nya kemampuan ekspor terpengaruh juga...... ------------------------------ On Sun, Apr 8, 2012 4:44 AM ICT Andi AB Salahuddin wrote: >Rekan IAGI sekalian, >Sangat menarik mengikuti perkembangan diskusi selama beberapa pekan terakhir: >kenaikan bbm, saling tuduh mengenai adanya permainan angka-angka di dunia >migas, jumlah proven reserves migas Indonesia, hingga kepada energy alternatif. >Setelah iseng-iseng browsing, saya dapat info bahwa UAE sebagai salah satu >negara top10 dari sisi jumlah cadangan minyak dan daily oil production malah >sudah mulai melirik energy alternatif lainnya. Hal ini semakin diperkuat >dengan ditempatkannya kantor markas besar International Renewable Energy >Agency (IRENA) di Abu Dhabi. Misi utama IRENA tersebut adalah membantu >anggotanya mengembangkan renewable energy termasuk diantaranya geothermal, >kelautan, hydropower. >Selengkapnya ada di: >http://www.energyboom.com/policy/international-renewable-energy-agency-sets-abu-dhabi >Tidak hanya sampai disitu saja, pemerintah UAE malah sudah mulai pula >menyiapkan langkah kepada pemanfaatan energi nukir yang aman, bersih, dan >efisien. >Menariknya, jika negara yang kaya akan minyak (non-renewable energy) dan >dengan jumlah penduduk yang jauh lebih sedikit saja sudah mulai merambah ke >energy alternatif -bisa apapun alasannya: politik, ketahanan (energi), >business, environment, dll- bagaimana dengan bangsa kita sendiri yang sudah >menjadi negara net importir minyak dan dengan jumlah penduduk yang masuk top5 >dunia? >Adakah langkah-langkah serius pemerintah yang sudah mulai dilaksanakan dalam >upaya mencapai ketahanan energi nasional? Bagaimana dan dimana kira-kira peran >para geologists dalam membantu upaya pemerintah tersebut? > >Salam, >Andi. -------------------------------------------------------------------------------- PP-IAGI 2011-2014: Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com -------------------------------------------------------------------------------- Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012. Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir pengiriman abstrak 28 Februari 2012. -------------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id For topics not directly related to Geology, users are advised to post the email to: [email protected] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

