Berani lawan parpol yang didukung pengusaha batubara?

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Ismail" <[email protected]>
Date: Mon, 9 Apr 2012 01:56:49 
To: <[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Migas / BBM lagi
Gimana ya kalau batubara dan mineral ini juga pakai sistem spt di Migas , Bagi 
Hasil , tidak spt sekarang ini dikeruk habis habisan negara cuma dapat sedikit 
sekali , bahkan PLN yg notabene membawa misi public servic dg listrik murah 
sampai kesullitan mendapatkan batubara untuk pembangkit listriknya disisi lain 
bartubara pada di ekpor  untuk memenuhi kebutuhan negara lain. Sedangkan 
pemerintah kelihatan tdk bisa mengontrolnya , padalah batubara mineral seperti  
migas sama sama SDA nya

Ism

Sent by Liamsi's Mobile Phone

-----Original Message-----
From: mhd wafid <[email protected]>
Date: Mon, 9 Apr 2012 08:34:33 
To: <[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Migas / BBM lagi

Saya dapat memahami kejengkelan pak Wamen, jika dilihat list daftar orang
paling kaya di Indonesia, urutan awal-awal adalah para pengusaha
batubara!!!..... besarnya jumlah ekspor batubara yang tak ter-record
sebagai bagian dari pemasukan negara .... pengelolaan pengusahaan dan
perizinan minerba pasca pemberdayaan daerah melalui otonomi memang
menimbulkan problem yang semakin rumit .... belum masalah para ...........
yang terjun dalam bisnis yang membuat kesepakatan-kesepakatan ..... susah
Ada baiknya untuk ditinjau ulang lagi besaran royalti (dipoerbesar) dan
diberlakukan sebagai sumber energi bukan sebagai komoditi saja, sehingga
dapat dibuat alokasi untuk pembangunan infra struktur energi.

salam

Pada 6 April 2012 03:33, Bandono Salim <[email protected]> menulis:

> **
> Ada baiknya, asal dapat mengurangi emosi tingginya.
> Tak kurang penting dpt sinkron dgn birokrat di dunia energi, yang sudah
> mapan, mampu mengarahkan energi dan sumber daya mineral untuk kepentingan
> negara, bukan kepentingan pengusaha, terutama pengusaha asing.
> Slam.
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: * o - musakti <[email protected]>
> *Date: *Thu, 5 Apr 2012 06:07:02 -0700 (PDT)
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * <[email protected]>
> *Subject: *Re: [iagi-net-l] Migas / BBM lagi
>
> Dalam reshuffle yang konon sebentar lagi akan terjadi, saya pengennya pak
> Wakil Menteri ESDM dicopot saja.
>
> Maksudnya dicopot predikat Wakil nya alias langsung jadi mentri he he he
>
> --- On *Thu, 5/4/12, [email protected] <[email protected]>* wrote:
>
>
> From: [email protected] <[email protected]>
> Subject: Re: [iagi-net-l] Migas / BBM lagi
> To: [email protected]
> Received: Thursday, 5 April, 2012, 12:08 PM
>
> Pak Wamen boleh saja kesal dengan urusan Batubara dan Mineral... Tapi
> beliau itu wakil menteri ESDM, bukan cuma urusi migas... Kalau merasa
> kontribusi batubara dan mineral ke negara kurang, patutlah kita tunggu
> gebrakan beliau dalam meningkatkannya... Entah melalui pengetatan
> pelaksanaan aturan, renegosiasi dll...
>
> Regards,
> Adie - 3602
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> -----Original Message-----
> From: <[email protected] <http://mc/[email protected]>>
> Date: Thu, 5 Apr 2012 10:04:46
> To: <[email protected] <http://mc/[email protected]>>
> Reply-To: <[email protected] <http://mc/[email protected]>>
> Subject: Re: [iagi-net-l] Migas / BBM lagi
>
> Walaupun agak Emosi, tapi komentarnya valid lho. PSC sudah
> bagus, Cost 30%, net 70%, pemerintah 85% (60% nett) dan
> kontraktor 10-15%. Batubara dan  Mineral ?? Pemerintah
> hanya kebagian 37 % dari Tax 25% dan royalty 12%, pengusaha
> kaya raya dan gak pernah dipersoalkan, bisa jual ke sister
> co dengan transfer price cincai..
> ====================================
> Kemarin Pak Wamen juga sempat "kesel" dg batubara ini .....
> Di Kompas pagi ini : Di Kalimantan ada 10.000 Ijin Pertambangan
> Batubara , hanya 349 saja yang sesuai prosedure ( 3 % ? ) , ini
> baru Kalimantan saja dan inipun baru batubara belum mineral yg
> lain ( spt emas ), mungkin kalau dijejer IUP IUP tsb Kalimantan
> itu sudah tertutup dengan Pertambangan semua , atau jangan
> jangan malah sudah melebihi luas daerahnya.Kalau dilihat dari segi
> pemasukan untuk negara dari usaha
> Pertambangan ini bisa dilihat dari profil APBN 2012 , ternyata
> Penerimaan Negara dari sumberdaya alam Non Migas ( Minerba ,
> Kehutanan, dll ) Hanya 17,7 T Rp atau hanya kira kira 10% nya
> saja dari penerimaan Migas ( Migas kira kira 160 T Rp ) disisi
> lain produksi batubara itu sudah kira kira 300 juta Ton ,
> dengan hitungan 1 ton batubara setara dg kira kira 4 BOE maka
> sudah berapa BOE yg diekploitasi. Kalau dilihat pemakian untuk
> dalam negeri (DMO) itu hanya kira kira 24 % , bandingkan dg
> minyak hampir 50% diolah di DN, padahal batubara itu di keruk
> yg meninggalkan lubang besar , sedangkan minyak dicoblosi
> saja.....
>
> ISM
>
>
> > Walaupun agak Emosi, tapi komentarnya valid lho. PSC sudah
> > bagus, Cost 30%, net 70%, pemerintah 85% (60% nett) dan
> > kontraktor 10-15%.
> Batubara dan  Mineral ?? Pemerintah
> > hanya kebagian 37 % dari Tax 25% dan royalty 12%, pengusaha
> > kaya raya dan gak pernah dipersoalkan, bisa jual ke sister
> > co dengan transfer price cincai..
>
> > Kompas pagi ini mengulas "Kebijaksanaan Anggaran yang salah"
> > Subsidi BBM menyantap 25% anggaran, pembangunan hanya 16%,
> > mau kemana negeri kita ?
> Mosok mensubsidi Lexus Alpahrd
> > dan Penambang batubara ?
> > RUS 1061
>
>
>
> ___________________________________________________________
> indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id
>
>
>
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> PP-IAGI 2011-2014:
> Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
> Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
> Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir
> pengiriman abstrak 28 Februari 2012.
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> For topics not directly related to Geology, users are advised to post the
> email to: [email protected] <http://mc/[email protected]>
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event
> shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to
> direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the
> use of any information posted on IAGI mailing list.
> ---------------------------------------------------------------------
>
>


-- 

P *Please consider the environment before printing this email.*
*****************************************************
Dr. Muhammad Wafid A.N.
Head of Engineering Geology Division,
Center for Groundwater Resources and Environmental Geology,
Geological Agency,
Ministry of Energy and Mineral resources,
Republic of Indonesia
Jl. Diponegoro No.57
Bandung, 40122
+ 62-22 7274676 ext:214
*************************************************

Kirim email ke