Pak Fatchur, Jaman pada kurun waktu 1980-an s/d 1990-an/2000-an, rombongan migas dan batubara berkebalikan.
Dulu: batubara punya PTBA (BUMN) dan ada Perum Batubara sbg pengawas dg banyak kumpeni swasta; sementara dulu ada Pertamina dengan BPPKA di dalamnya dg banyak KPS. Sekarang: batubara hanya punya PTBA yg juga mengawasi banyak kumpeni swasta lainnya; sementara sekarang migas ada Pertamina dan ada BPMIGAS sbg pengawas dg banyak KPS. Salam, Syaiful * tugas akhir S1 geologi dibiayai dari dana Perum Batubara, he...he... Sent from my deep hart On Apr 18, 2012, at 7:44 AM, fatchur zamil <[email protected]> wrote: > BUMN batubara kayaknya PTBA = PT Bukit Asam yang mungkin kalah besar dari > perusahaan lainya. > Kalau ada BP Migas, kok gak ada ya BP Batubara yang mengontrol > perusahaan2/PT2 batubara. Fz > > --- Pada Rab, 18/4/12, Muharram Jaya Panguriseng <[email protected]> > menulis: > > Dari: Muharram Jaya Panguriseng <[email protected]> > Judul: RE: [iagi-net-l] cukup menarik untuk disimak > Kepada: "[email protected]" <[email protected]> > Tanggal: Rabu, 18 April, 2012, 7:31 AM > > Setuju dengan usulan Abah Yanto, namun barangkali bukan hanya sektor MIGAS > yang perlu di-review lagi term & condition kontraknya, tetapi juga mineral > logam dan batubara. Kalau sudah ada ANTAM yang punya hak pengelola beberapa > WK mineral logam, kelihatannya perlu pula dibuat BUMN yang mengelola batubara > (atau sudah ada ya?) agar hasilnya dapat dipergunakan sebesar-besarnya untuk > kemakmuran rakyat, dalam pengertian kalau BUMN yang kelola hasilnya akan jadi > pendapatan Negara dan mudah-mudahan kembali kepada rakyat. > Banyak diantara kita yang kalau membahas masalah subsidi BBM dengan lancar > mengulas pasal 33 UUD 45 tetapi kalau membahas harga emas, tembaga dan > batubara yang sebagian hasilnya untuk pemilik perusahaan kok agak melempem ya > he he he... Padahal kenaikan harga BBM sesungguhnya dinikmati oleh Negara > (walaupun sebagian orang menganggap menyusahkan rakyat), sementara emas, > tembaga, nikel, mangan, batubara dst lebih banyak dinikmati oleh perusahaan > yang bersangkutan. > Jadi pantas lah kalau saat ini orang-orang terkaya Indonesia didominasi oleh > pemain batubara, sementara bagian yang diperoleh Negara tidak cukup untuk > memperbaiki jalan raya yang dirusak selama pengangkutan batubara dari tambang > ke pelabuhan. Harganya pun harga pasar…enak tenan pengusaha-pengusaha > batubara ini. > > Salam, > MJP – 3048 > > > From: nyoto - ke-el [mailto:[email protected]] > Sent: Tuesday, April 17, 2012 3:55 PM > To: [email protected] > Subject: Re: [iagi-net-l] cukup menarik untuk disimak > > Benar Abah, semua kekayaan alam ada ditangan negara dan oleh Pemerintah > dimanfaatkan utk se-banyak2nya kemakmuran rakyat Indonesia, tapi Pemerintah > kita dari dulu selalu nggak berani, terutama sama negara2 adidaya...repot dah. > > wass, > nyoto > > > > 2012/4/17 Yanto R. Sumantri <[email protected]> > Pak Yoga > > Sebenarnya bukan "nasionalisasi" akan tetapi mungkin merubah term & condition > dari DMO , dengan mewajibkan Kontarktor - nya menyerahkan lebih banyak lagi > bagian roksinya untuk keperluan dometik. > Jadi judul beritanya agak agitatif. > Sebenarnya hal ini harus dilakukan oleh Indonesia , re-negosiasi ? > Mungkin saja , kenapa tidak ! Toh , "mineral right" ada ditangan negara > melalui Pemerintah untuk se-besar2nya kesejahteraan rakyat. > > si Abah > > From: yoga suryanegara <[email protected]> > To: iagi iagi <[email protected]> > Sent: Tuesday, April 17, 2012 10:36 AM > Subject: [iagi-net-l] cukup menarik untuk disimak > > Nemu berita bagus dari Media Indonesia ttg apa yg dilakukan Argentina dlm hal > kebijakan migas-nya > > http://www.mediaindonesia.com/read/2012/04/17/313465/39/6/Argentina-Nasionalisasi-Perusahaan-Migas-Asing > > > Salam > Yoga Suryanegara > > > > ***** This message may contain confidential and/or privileged information. If > you are not the addressee or authorized to receive this for the addressee, > you must not use, copy, disclose or take any action based on this message or > any information herein. If you have received this communication in error, > please notify us immediately by responding to this email and then delete it > from your system. PT Pertamina (Persero) is neither liable for the proper and > complete transmission of the information contained in this communication nor > for any delay in its receipt. *****

