He he he sudah lama sejak kalo gak salah 1996 PTBA tidak lagi jadi prinsipal para kontraktor pkp2b. Semua nya sdh dikembalikan langsung ke pemerintah melalui MESM (cq dirjen nya).
Pada awalnya , thn 1981, presiden menugaskan men p e, lalu men p e , menugaskan lagi kpd perusahaan Negara tambang batubara, pntb. Lalu pntb dilikuidasi dan dibentuk perum tambang batubara utk menjadi prinsipal kk batubara. Lalu kalo gak salah thn 1988 perum tambang batubara dilikuidasi juga dan semua tugas prinsipal kk batubara diserahkan ke PTBA. Sejak 1996 keprinsipalan PTBA atas kk batubara kembali ke pemerintah. Posisi PTBA setara dgn semua perusahaan kk batubara yaitu bisa sebagai teman seperjuangan, mitra, rekan kerja bahkan pesaingnya dlm hal bisnis. -----Original Message----- From: [email protected] Date: Wed, 18 Apr 2012 09:58:18 To: <[email protected]><[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: Re: [iagi-net-l] cukup menarik untuk disimak Pak Fatchur, Jaman pada kurun waktu 1980-an s/d 1990-an/2000-an, rombongan migas dan batubara berkebalikan. Dulu: batubara punya PTBA (BUMN) dan ada Perum Batubara sbg pengawas dg banyak kumpeni swasta; sementara dulu ada Pertamina dengan BPPKA di dalamnya dg banyak KPS. Sekarang: batubara hanya punya PTBA yg juga mengawasi banyak kumpeni swasta lainnya; sementara sekarang migas ada Pertamina dan ada BPMIGAS sbg pengawas dg banyak KPS. Salam, Syaiful * tugas akhir S1 geologi dibiayai dari dana Perum Batubara, he...he... Sent from my deep hart On Apr 18, 2012, at 7:44 AM, fatchur zamil <[email protected]> wrote: > BUMN batubara kayaknya PTBA = PT Bukit Asam yang mungkin kalah besar dari > perusahaan lainya. > Kalau ada BP Migas, kok gak ada ya BP Batubara yang mengontrol > perusahaan2/PT2 batubara. Fz > > --- Pada Rab, 18/4/12, Muharram Jaya Panguriseng <[email protected]> > menulis: > > Dari: Muharram Jaya Panguriseng <[email protected]> > Judul: RE: [iagi-net-l] cukup menarik untuk disimak > Kepada: "[email protected]" <[email protected]> > Tanggal: Rabu, 18 April, 2012, 7:31 AM > > Setuju dengan usulan Abah Yanto, namun barangkali bukan hanya sektor MIGAS > yang perlu di-review lagi term & condition kontraknya, tetapi juga mineral > logam dan batubara. Kalau sudah ada ANTAM yang punya hak pengelola beberapa > WK mineral logam, kelihatannya perlu pula dibuat BUMN yang mengelola batubara > (atau sudah ada ya?) agar hasilnya dapat dipergunakan sebesar-besarnya untuk > kemakmuran rakyat, dalam pengertian kalau BUMN yang kelola hasilnya akan jadi > pendapatan Negara dan mudah-mudahan kembali kepada rakyat. > Banyak diantara kita yang kalau membahas masalah subsidi BBM dengan lancar > mengulas pasal 33 UUD 45 tetapi kalau membahas harga emas, tembaga dan > batubara yang sebagian hasilnya untuk pemilik perusahaan kok agak melempem ya > he he he... Padahal kenaikan harga BBM sesungguhnya dinikmati oleh Negara > (walaupun sebagian orang menganggap menyusahkan rakyat), sementara emas, > tembaga, nikel, mangan, batubara dst lebih banyak dinikmati oleh perusahaan > yang bersangkutan. > Jadi pantas lah kalau saat ini orang-orang terkaya Indonesia didominasi oleh > pemain batubara, sementara bagian yang diperoleh Negara tidak cukup untuk > memperbaiki jalan raya yang dirusak selama pengangkutan batubara dari tambang > ke pelabuhan. Harganya pun harga pasar…enak tenan pengusaha-pengusaha > batubara ini. > > Salam, > MJP – 3048 > > > From: nyoto - ke-el [mailto:[email protected]] > Sent: Tuesday, April 17, 2012 3:55 PM > To: [email protected] > Subject: Re: [iagi-net-l] cukup menarik untuk disimak > > Benar Abah, semua kekayaan alam ada ditangan negara dan oleh Pemerintah > dimanfaatkan utk se-banyak2nya kemakmuran rakyat Indonesia, tapi Pemerintah > kita dari dulu selalu nggak berani, terutama sama negara2 adidaya...repot dah. > > wass, > nyoto > > > > 2012/4/17 Yanto R. Sumantri <[email protected]> > Pak Yoga > > Sebenarnya bukan "nasionalisasi" akan tetapi mungkin merubah term & condition > dari DMO , dengan mewajibkan Kontarktor - nya menyerahkan lebih banyak lagi > bagian roksinya untuk keperluan dometik. > Jadi judul beritanya agak agitatif. > Sebenarnya hal ini harus dilakukan oleh Indonesia , re-negosiasi ? > Mungkin saja , kenapa tidak ! Toh , "mineral right" ada ditangan negara > melalui Pemerintah untuk se-besar2nya kesejahteraan rakyat. > > si Abah > > From: yoga suryanegara <[email protected]> > To: iagi iagi <[email protected]> > Sent: Tuesday, April 17, 2012 10:36 AM > Subject: [iagi-net-l] cukup menarik untuk disimak > > Nemu berita bagus dari Media Indonesia ttg apa yg dilakukan Argentina dlm hal > kebijakan migas-nya > > http://www.mediaindonesia.com/read/2012/04/17/313465/39/6/Argentina-Nasionalisasi-Perusahaan-Migas-Asing > > > Salam > Yoga Suryanegara > > > > ***** This message may contain confidential and/or privileged information. If > you are not the addressee or authorized to receive this for the addressee, > you must not use, copy, disclose or take any action based on this message or > any information herein. If you have received this communication in error, > please notify us immediately by responding to this email and then delete it > from your system. PT Pertamina (Persero) is neither liable for the proper and > complete transmission of the information contained in this communication nor > for any delay in its receipt. *****

