Terima kasih Pakdhe atas email dan keterangannya. 

Idealnya memang kita membuka skemanya, melihat proses bagaimana minyaknya 
tumpah dari sistem produksi, baru kita dapat mendiskusikan beberapa 
kemungkinan. 

Menurut saya terlalu cepat juga dikatakan "nothing to do with groundwater 
system". Seperti yang sampeyan nyatakan bahwa "ground pit digali sampai tidak 
ada trace minyak". Bagaimana memastikan "tidak ada trace minyak". Dan kemudian, 
saya tidak melihat soil dan aquifer sebagai entitas yang terpisah, melainkan 
mereka adalah sistem yang menerus dimana materi dan energi tertransport dan 
diproses. Dengan demikian, apabila ada kontaminan pada soil maka hidpotesisnya 
di groundwater juga ada kontaminan. Untuk mengatakan "nothing to do with 
groundwater" maka mau tak mau harus dites groundwaternya. Apakah pernah 
dilakukan monitoring ini sehingga kemudian bisa kita simpulkan "nothing to do 
with groundwater system"? 

Saya juga menunggu informasi dari Chevron. 


tabik
bosman batubara 



________________________________
 From: Ruskamto <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Tuesday, May 8, 2012 3:05 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] Diskusi dari kasus Bioremediasi Chevron
 




Bung Bos,
Saya usahakan untuk mendapatkan informasi ilmiah mengenai Bioreme-diation di 
Chevron dari sumbernya, maklum saya sudah pangsiun sebelum project ini mulai,  
akan saya share di maillist IAGI.  Secara garis besar sbb:
A. Jauh sebelum EPA lahir, praktek lapangan industri minyak dengan membuat 
ground pit sekitar sumur. Maksudnya, kalau ada testing kerja ulang sumur 
tumpahan minyak dan air formasi sementara ditampung di pits.  Membuat jalanpun 
dengan menyiram minyak sbg pengikat soil. Saat itu blm disebut tumpahan karena 
masih dalam containtment, tidak langsung dibuang ke environment. 

B. Sejak EPA diberlakukan difinition Spill berubah. Hydrocarbon dan formation 
fluids adalah toxic waste/B3.
Semua B3 yang tumpah dari production System disebut Spill, walaupun dikolam 
halaman sendiri. Sehingga MNC segera meresponse dg banned siram minyak di jalan 
diganti digradable polymer. 
Kampanyekan program Pit closural. Ground pit digali sedalam tidak ada lagi 
trace minyak.. Tanah terkontaminasi dan sludge kemudian ditampung di tempat 
pusat penampungan limbah berizin.. Nah tumpukan limbah mau diapaan????  Setahu 
saya Chevron punya 2 tempat bioremidiation: wetland project utk refinery (SFO) 
dan bioremediation utk tanah seperti dilakukan di Bakersfield Calif.  Kalau gak 
salah UU bioremediasi di Indonesia atas advocacy Caltex saat itu.  Dari lesson 
learned Texaco di Colombia, ground pit di timbun tanah, atasnya tanami pohon 
sesuai UU saat itu.  Setelah >20 tahun, real estate menggali fondasi ditmukan 
bekas pit... Hebooh Texaco harus bayar billions of $. 
C. Prosesnya simple; kerjasama expert lokal utk mencari jenis indigeneous 
spesies yang bisa mendegrade minyak dengan cepat, berkembang biak cepat dg pada 
iklim tropis... Tanah terkontaminasi di semprot dengan media nutrisi dan 
bakteri, dihampar pada bebrapa hektar dg alat berat, diawasi dimonitor hasilnya 
selama beberapa bulan.. Tujuannya semua zat yang bersifat toxic (spt benzene 
dll) bisa dieliminasi dibawah ambang.
Project memang jangka panjang karena ribuan m3 yg harus diremediasi.

D. Kejaksaan Agung melakukan SIDAK ke lokasi.. Kebetulan saat itu sedang 
persemaian (didiamkan agar bakteri bekerja) sehingga tidak ada kesibukan alat 
berat dan aktifitas lain.. Seperti nanam padi, habis tanam ya gak dicangkul 
terus. Thus, tidak ada kegiatan di lapangan dicap FIKTIF..

E. Siapa yang dicurigai terlibat: Semua GM Asset lapangan, yang tidak langsung 
berhubungan dg project biorem dan baru diangkat 2-3 th yll. jauh ssdh proyek 
biorem diputuskan.
Padahal yg langsung terlibat adalah
H SE manager dan SCM. 

F. Bung Bosman. Ini adalah solid waste contaminant beberpa puluh tahun yll, 
diproses secara kering, seperti bikin tape; beri aduk-2 aeration, kasih pupuk, 
diberi ragi, saccaromiceae, didiamkan beberapa bulan dimonitor dst.  Tidak ada 
spill minyak dan nothing to do with ground water sistem. 
Demikian selintas bioremediation, saya menunggu info ilmiah dari Chevron..
Maaf kalau ada yg tidak akurat. 
Ruskamto NPA 1061
________________________________

From:  bosman batubara <[email protected]> 
Date: Mon, 7 May 2012 06:31:19 -0700 (PDT)
To: iagi net<[email protected]>
ReplyTo:  <[email protected]> 
Subject: [iagi-net-l] Diskusi dari kasus Bioremediasi Chevron

Hallo IAGI netter,

Baru-baru ini di beberapa media ada pemberitaan soal korupsi di kasus 
bioremediasi Chevron. Saya coba simpulkan intisari berita dari yang saya baca. 
Kejaksaan Agung (Kejakgung) menetapkan 7 orang tersangka dalam kasus 
bioremediasi ini karena diduga proyek ini hanya fiktif dan merugikan negara 
sebanyak kurang lebih 200 M Rupiah. 5 orang tersangka berasal dari Chevron, dan 
dua orang lainnya dari rekanan (PT Green Planet Indonesia dan PT Sumigita 
Jaya). 


Saya mencoba mencari tahu apa yang dimaksud dengan "bioremediasi" dalam proyek 
ini. Saya menemukan sebuah fact sheet dari website Chevron Indonesia yang 
mendefinisikan bioremediasi sebagai: 

"sebuah proses yang menggunakan mikroorganisma atau
 enzim-enzimnya untuk meremediasi limbah secara selamat. Sebagai contoh 
bioremediasi dapat diterapkan untuk memfasilitasi proses penguraian minyak 
mentah dalam limbah oleh sejenis bakteri. Sebagai hasilnya, bioremediasi 
menjadi teknik yang terbukti paling umum digunakan dalam industri minyak untuk 
meremediasi, secara selamat, tanah atau air yang mengandung minyak mentah."

Sayang sekali, sampai sekarang saya tidak bisa menemukan informasi lebih lanjut 
tentang proyek ini. Bagi saya personal kasus ini sangat menarik. Ada banyak 
pertanyaan yang muncul dalam kepala saya:

        1. Apakah benar proyek ini fiktif? 
        2. Kalau tidak benar proyek ini fiktif, dimana kita bisa melihat model 
yang mereka buat untuk proyek ini (misalnya soil-water model, groundwater 
model)?
        3. Dimana persisnya lokasi penerapan proyek bioremediasi ini?
        4. Apa jenis kontaminannya?
        5. Andai proyek ini benar fiktif, seberapa jauh kontaminan bakal 
menginfiltrasi soil dan akhirnya mengalami perkolasi ke aquifer? 

        6. Seperti apa attenuasinya (dillution, diffusion, retardation, 
degradation) di dalam aquifer? 

        7. Apa pengaruhnya terhadap interaksi dengan air permukaan, misalkan 
sungai atau sumur yang ada di sekitarnya?
        8. Seberapa besar akuifer terkait menyumbang untuk aliran permukaan 
yang ada di sekitarnya (baseflow)?
        9. Seberapa jauh damaknya terhadap groundwater-dependent ecosystems 
yang ada di sekitarnya? 

Dan banyak pertanyaan lagi..., Mungkin diskusi akan sangat mantap kalau kita 
bisa tahu dimana gerangan Chevron melaksanakan proyek bioremediasi ini dan 
seperti apa soil-water dan groundwater modelnya. 

 

tabik
bosman batubara 

Kirim email ke