Pejabat yg berwenang di BPMigas sudah bilang tidak ada proyek fiktif disini.
Baca juga komentar dari Prof Surna, yg menyebut proyek bioremedial Chevron
ini bisa jadi proyek percontohan.  Sofyadi Roezin - ex CPI.


-----Original Message-----
From: Sigit [mailto:[email protected]] 
Sent: 08 Mei 2012 12:24
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net-l] Diskusi dari kasus Bioremediasi Chevron

Jangan bilang gak mungkin......seperti mendewakan Chevron.
 
Bagi yang pernah di Chevron atau bekerja untuk Chevron banyak hal2 yg
negatif2 yg terjadi di Chevron memang sering ditutup-tutupi oleh Chevron dan
tidak dipublished di public..demi menjaga image. Coba tanya ke kontraktor2
Chevron...
 
Jadi kalau memang bersih, gak usah takut dengan Kejagung..biarkan proses
hukumnya berlanjut. 
 
Sigit
Ex-Chevron

________________________________

From: rakhmadi avianto [mailto:[email protected]]
Sent: Sel 5/8/2012 10:52
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Diskusi dari kasus Bioremediasi Chevron


Mas Rus70 as always thanks atas elaborasinya, kadang2 kita ini ujak ujuk sok
ngerti bilang FIKTIF Ngga mungkinlah KOMPENI sekelas Chevron yg reservenya
cukup gede akan melakukan yg FIKTIF itu, sekali lagi ngga MUNGKIN ExxonMobil
melakukan hal serupa di Aceh terhadap penampungan Oil Based Mud yg sudah di
ReMed dan hasilnya memang dapat GREEN dari LH.

Sekali lagi makasi mas Rus

Avi 0666
Nomor cantik


2012/5/8 Ruskamto <[email protected]>


        Bung Bos,
        Saya usahakan untuk mendapatkan informasi ilmiah mengenai
Bioreme-diation di Chevron dari sumbernya, maklum saya sudah pangsiun
sebelum project ini mulai, akan saya share di maillist IAGI. Secara garis
besar sbb:
        A. Jauh sebelum EPA lahir, praktek lapangan industri minyak dengan
membuat ground pit sekitar sumur. Maksudnya, kalau ada testing kerja ulang
sumur tumpahan minyak dan air formasi sementara ditampung di pits. Membuat
jalanpun dengan menyiram minyak sbg pengikat soil. Saat itu blm disebut
tumpahan karena masih dalam containtment, tidak langsung dibuang ke
environment. 
        
        B. Sejak EPA diberlakukan difinition Spill berubah. Hydrocarbon dan
formation fluids adalah toxic waste/B3.
        Semua B3 yang tumpah dari production System disebut Spill, walaupun
dikolam halaman sendiri. Sehingga MNC segera meresponse dg banned siram
minyak di jalan diganti digradable polymer. 
        Kampanyekan program Pit closural. Ground pit digali sedalam tidak
ada lagi trace minyak.. Tanah terkontaminasi dan sludge kemudian ditampung
di tempat pusat penampungan limbah berizin.. Nah tumpukan limbah mau
diapaan???? Setahu saya Chevron punya 2 tempat bioremidiation: wetland
project utk refinery (SFO) dan bioremediation utk tanah seperti dilakukan di
Bakersfield Calif. Kalau gak salah UU bioremediasi di Indonesia atas
advocacy Caltex saat itu. Dari lesson learned Texaco di Colombia, ground pit
di timbun tanah, atasnya tanami pohon sesuai UU saat itu. Setelah >20 tahun,
real estate menggali fondasi ditmukan bekas pit... Hebooh Texaco harus bayar
billions of $. 
        C. Prosesnya simple; kerjasama expert lokal utk mencari jenis
indigeneous spesies yang bisa mendegrade minyak dengan cepat, berkembang
biak cepat dg pada iklim tropis... Tanah terkontaminasi di semprot dengan
media nutrisi dan bakteri, dihampar pada bebrapa hektar dg alat berat,
diawasi dimonitor hasilnya selama beberapa bulan.. Tujuannya semua zat yang
bersifat toxic (spt benzene dll) bisa dieliminasi dibawah ambang.
        Project memang jangka panjang karena ribuan m3 yg harus diremediasi.
        
        D. Kejaksaan Agung melakukan SIDAK ke lokasi.. Kebetulan saat itu
sedang persemaian (didiamkan agar bakteri bekerja) sehingga tidak ada
kesibukan alat berat dan aktifitas lain.. Seperti nanam padi, habis tanam ya
gak dicangkul terus. Thus, tidak ada kegiatan di lapangan dicap FIKTIF..
        
        E. Siapa yang dicurigai terlibat: Semua GM Asset lapangan, yang
tidak langsung berhubungan dg project biorem dan baru diangkat 2-3 th yll.
jauh ssdh proyek biorem diputuskan.
        Padahal yg langsung terlibat adalah
        H SE manager dan SCM. 
        
        F. Bung Bosman. Ini adalah solid waste contaminant beberpa puluh
tahun yll, diproses secara kering, seperti bikin tape; beri aduk-2 aeration,
kasih pupuk, diberi ragi, saccaromiceae, didiamkan beberapa bulan dimonitor
dst. Tidak ada spill minyak dan nothing to do with ground water sistem. 
        Demikian selintas bioremediation, saya menunggu info ilmiah dari
Chevron..
        Maaf kalau ada yg tidak akurat. 
        Ruskamto NPA 1061
________________________________

        From: bosman batubara <[email protected]> 
        Date: Mon, 7 May 2012 06:31:19 -0700 (PDT)
        To: iagi net<[email protected]>
        ReplyTo: <[email protected]> 
        Subject: [iagi-net-l] Diskusi dari kasus Bioremediasi Chevron

        Hallo IAGI netter,

        
        Baru-baru ini di beberapa media ada pemberitaan soal korupsi di
kasus bioremediasi Chevron. Saya coba simpulkan intisari berita dari yang
saya baca. Kejaksaan Agung (Kejakgung) menetapkan 7 orang tersangka dalam
kasus bioremediasi ini karena diduga proyek ini hanya fiktif dan merugikan
negara sebanyak kurang lebih 200 M Rupiah. 5 orang tersangka berasal dari
Chevron, dan dua orang lainnya dari rekanan (PT Green Planet Indonesia dan
PT Sumigita Jaya). 
        

        
        Saya mencoba mencari tahu apa yang dimaksud dengan "bioremediasi"
dalam proyek ini. Saya menemukan sebuah fact sheet dari website Chevron
Indonesia yang mendefinisikan bioremediasi sebagai: 
        
        "sebuah proses yang menggunakan mikroorganisma atau enzim-enzimnya
untuk meremediasi limbah secara selamat. Sebagai contoh bioremediasi dapat
diterapkan untuk memfasilitasi proses penguraian minyak mentah dalam limbah
oleh sejenis bakteri. Sebagai hasilnya, bioremediasi menjadi teknik yang
terbukti paling umum digunakan dalam industri minyak untuk meremediasi,
secara selamat, tanah atau air yang mengandung minyak mentah."
        
        Sayang sekali, sampai sekarang saya tidak bisa menemukan informasi
lebih lanjut tentang proyek ini. Bagi saya personal kasus ini sangat
menarik. Ada banyak pertanyaan yang muncul dalam kepala saya:
        
        

        1.      Apakah benar proyek ini fiktif?  
        2.      Kalau tidak benar proyek ini fiktif, dimana kita bisa
melihat model yang mereka buat untuk proyek ini (misalnya soil-water model,
groundwater model)? 
        3.      Dimana persisnya lokasi penerapan proyek bioremediasi ini? 
        4.      Apa jenis kontaminannya? 
        5.      Andai proyek ini benar fiktif, seberapa jauh kontaminan
bakal menginfiltrasi soil dan akhirnya mengalami perkolasi ke aquifer? 
                
        6.      Seperti apa attenuasinya (dillution, diffusion, retardation,
degradation) di dalam aquifer? 
                
        7.      Apa pengaruhnya terhadap interaksi dengan air permukaan,
misalkan sungai atau sumur yang ada di sekitarnya? 
        8.      Seberapa besar akuifer terkait menyumbang untuk aliran
permukaan yang ada di sekitarnya (baseflow)? 
        9.      Seberapa jauh damaknya terhadap groundwater-dependent
ecosystems yang ada di sekitarnya? 
                

        Dan banyak pertanyaan lagi..., Mungkin diskusi akan sangat mantap
kalau kita bisa tahu dimana gerangan Chevron melaksanakan proyek
bioremediasi ini dan seperti apa soil-water dan groundwater modelnya. 
        

        
        
        
        tabik
        bosman batubara 
        
        
        



--
This message has been scanned for viruses and dangerous content by
MailScanner <http://www.mailscanner.info/> , and is believed to be clean. 

--
This message has been scanned for viruses and dangerous content by
MailScanner, and is believed to be clean.




--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2011-2014:
Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
--------------------------------------------------------------------------------
Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir pengiriman 
abstrak 28 Februari 2012.
--------------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
For topics not directly related to Geology, users are advised to post the email 
to: [email protected]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke