Ini salah satu peran serta IAGI dalam kancah pembangunan nasional, tetapi harus betul2 netral sebagai ilmiahwan, semoga diberikan jalan kemudahan2 kearah sana.
Wass, nyoto 2012/8/8 Nataniel Mangiwa <[email protected]> > Wah..senang kalau baca2 begini. Jabatan tidak kekal selama2nya, > pejabat2 turun, kebenaran terungkap = pejabat yg membencana-alamkan > lusi. > > Mudahan IAGI tidak cukup dengan 'memantau' saja dan berdiri di luar > lingkaran. > > > 2012/8/8 nyoto - ke-el <[email protected]>: > > Alhamdulillah, akhirnya terkuak juga kebenaran di Lusi ... > > > > wass, > > nyoto > > > > > > > > 2012/8/8 amien widodo <[email protected]> > >> > >> Ahli: Semburan Lumpur Lapindo karena Salah Pengeboran > >> > >> Nasional | Selasa, 7 Agustus 2012 15:55 WIB > >> > >> Metrotvnews.com, Jakarta: Ahli Geologi RP Koesoemadinata mengatakan, > >> bencana semburan lumpur panas di Sidoarjo mutlak karena kesalahan > >> operasional pengeboran PT Lapindo Brantas. Hal itu diungkapkan > >> Koesoemadinata saat bersaksi sebagai ahli dalam sidang pengujian Pasal > 18 UU > >> Nomor 4 Tahun 2012 tentang APBN-P 2012 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, > >> Selasa (7/8) > >> > >> Menurut dia, sulit menjelaskan lumpur Lapindo merupakan bencana alam. > >> Karena pada dasarnya terjadi kesalahan dalam melakukan pengeboran. > "Dinding > >> sumur tidak dipasang hingga dasar. Padahal, dalam rencana dinding > dipasang > >> hingga dasar tempat melakukan pengeboran," kata Koesoemadinata. Dari > >> ilustrasi, kata Koesoemadinata, operator hanya memasang dinding > seperempat > >> dari kedalaman pengeboran. > >> > >> Hal yang sama dikatakan oleh anggota Drilling Engineers Club Kersam > >> Sumanta. Dia menjelaskan, semburan lumpur Lapindo bukan bencana alam, > tetapi > >> bencana akibat ulah manusia. > >> > >> Dalam program tertulis dinding harus dipasang hingga kedalaman 8.500 > kaki, > >> namun pada kenyataannya hal itu tidak dipenuh. "Bahkan pengeboran terus > >> dilakukan hingga kedalaman 9,297 kaki," papar Kersam. > >> > >> "Tidak mematuhi program yang sudah disetujui bersama, dan mengabaikan > >> saran 'shareholder' MEDCO untuk memasang dinding hingga kedalaman 8.500 > kaki > >> sebelum melanjutkan pengeboran, tanpa alasan yang jelas," jelas Sumanta. > >> > >> Karena dinding tidak dipasang hingga kedalaman 8.500 kaki, maka tekanan > >> air dari dalam terus naik ke atas dan mencari celah yang akhirnya > menyembur > >> tidak jauh dari sumur pengeboran. Sumanta mengatakan, alasan semburan > >> terjadi karena gempa bumi di Yogyakarta pada 27 Mei 2006 terlalu > >> dibuat-buat. > >> > >> Anggota Drilling Engineers Club lainnya, Mustiko Saleh, mengatakan tidak > >> ada kaitan gempa dengan semburan lumpur. "Gempa Yogyakarta itu dua hari > >> sebelum lumpur Lapindo menyembur, kemudian paling jauh dampak gempa > hanya > >> 100 km. Sidoarjo itu jaraknya 275 km. Di Sidoarjo tidak ada bangunan > yang > >> roboh. Jadi alasan itu tidak benar," tukas Mustiko. > >> > >> Pengujian pasal ini diajukan oleh pensiunan dosen Fakultas Ekonomi > >> Universitas Airlangga Surabaya Tjuk K Sukiadi, Purnawirawan Marinir > Suharto > >> dan penulis buku "Konspirasi SBY-Lapindo" dan peneliti kasus Lumpur > Lapindo > >> Ali Azhar Akbar. > >> > >> Menurut pemohon, kasus Lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, > >> terjadi karena kesalahan dan kelalaian Lapindo Brantas Inc. Makanya, > >> ketentuan Pasal 18 UU APBNP 2012 menimbulkan terjadinya pelaksanaan yang > >> tidak murni dan tidak konsekuen terhadap UUD 1945. > >> > >> Pemohon mengatakan, Pasal 18 UU APBN-P 2012 berpotensi menimbulkan > >> kerugian pemohon karena keuangan negara yang bersumber dari pajak untuk > >> membayar dan memberikan ganti rugi akibat kasus Lumpur Lapindo. > (ant/DOR) > >> > >> KAYAKANYA SAYA DUKUNG USAHA P TJUK K SUKIADI, KARENA SAYA TIDAK RELA > >> UANGKU (PAJAKKU) DIPAKAI MBAYARI KESALAHAN LAPINDO > >> > >> Ini ada lagu lumpur yang bagus yang diciptakan masyarakat setempat > >> > >> http://www.youtube.com/watch?v=uytZ9NnXoFQ&feature=related > >> > >> -- > >> Keluar dari milis: kirim email ke > [email protected] > >> Situs web alumni: http://kumpulgeologi.wordpress.com > > > > > > > -------------------------------------------------------------------------------- > PP-IAGI 2011-2014: > Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com > Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com > > -------------------------------------------------------------------------------- > Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012. > Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir > pengiriman abstrak 28 Februari 2012. > > -------------------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > For topics not directly related to Geology, users are advised to post the > email to: [email protected] > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event > shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to > direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting > from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the > use of any information posted on IAGI mailing list. > --------------------------------------------------------------------- > >

