Saya setuju dengan Pak Kartiko, dan diperlukan pemimpin yang kuat untuk itu. 
Tapi pasti pendapat ini minoritas pak he he he...
Problem solving yang innovative pastilah bukan pendapat mayoritas orang, 
sedangkan demokrasi mendewakan suara terbanyak dengan tidak membedakan kualitas 
"ide" dari masing-masing pemilik suara.

Salam,
MJP - 3048


-----Original Message-----
From: kartiko samodro [mailto:[email protected]]
Sent: Friday, August 31, 2012 7:42 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] FW:

Coba Jakarta bikin peraturan bahwa kendaraan yang boleh lewat di jalan raya 
hanya motor, sepeda dan kendaraan umum..kayaknya jakarta enggak akan semacet 
sekarang.
hitung hitung kalau 1 mobil dinaiki oleh satu orang, jumlah occupancy areanya 
sama dengan 5/6 motor yang dinaiki 5/6 orang,  jadinya di jakarta memang 
pemborosan jalan dan bbm.

Pernah naik busway, lumayan enak dan praktis.
Harusnya jumlah jalur, busway dan feedernya ditambah tentunya  akan banyak 
membantu mengurangi masalah di jakarta.

On 8/31/12, Ong Han Ling <[email protected]> wrote:
>
>
>
>
> Rekan-rekan IAGI,
>
>
>
> Perihal tidak lakunya batubara Kalimantan.
>
> Turunnya harga batubara dunia menyebabkan batubara Indonesia tidak laku.
> Bagaimana jalan keluarnya.
>
>
>
> 1.       Policy Pemerintah untuk melarang batubara kalor rendah untuk
> diekspor tahun 2014 menurut saya tidak masuk akal. Policy Pemerintah
> berdasarkan data yang keliru. Bersama ini saya lampirkan sebagai
> attachment distribusi batubara Indonesia berdasarkan caloric value
> (slides terlampir dari ESDM). Disini tercantum bahwa batubara kalor
> rendah (dibawah 5100
> kcal)
> jumlahnya hanya 20 % dibandingkan batubara kalor menengah antara
> 5100-6000 kcal yang jumlahnya 66%. Hal ini tidak masuk akal; bagaimana
> kalori rendah bisa lebih sedikit dari kalori batubara yang lebih
> tinggi? Berdasarkan data tsb. Pemerintah mengeluarkan peraturan
> melarang batubara kalor rendah untuk ekspor. Pengusaha batubara diberi
> waktu 5 tahun untuk melakukan upgrading batubara kalor rendah (Low
> caloric coal) ke kalor menengah. Keberhasilan sangat diragukan.
> Diseluruh dunia-pun research upgrading sudah berjalan puluhan tahun.
> Tanpa disuruh-pun atau tanpa PP-pun setiap perusahaan pasti ingin
> meningkatkan kalorinya supaya harga jualnya lebih tinggi. Logis karena
> batubara kalor rendah mengandung banyak air (atau ash) hingga
> seakan-akan kita ekspor air. Diluar negeripun hasilnya pada umumnya
> kurang memuaskan dan tergantung case by case. Sebaiknya peraturan ini
> dicabut karena sekarang PerusahaanTambang berlomba ekspor sebelum
> 2014. Faktor lingkungan dan efisiensi pertambang tidak diperhatikan;
> dan dikenal dengan "pencurian tambang". Overburden dibuang didaerah
> yang masih ada batubaranya, dsb.
>
> 2.       Indonesia dibebaskan dari Kyoto protocol. Ini adalah suatu yang
> perlu kita manfaatkan. Tidak perlu sok "green". Kita harus
> memanfaatkan batubara kalor rendah untuk pembangkit listrik diseluruh 
> Indonesia.
> Batubara
> adalah energi paling murah, jauh dibawah gas dan minyak jenis apapun.
> Apalagi kita punya dan bisa pakai batubara kalor rendah yang berlimpah.
> Cukup 3000 kcal untuk pembangkit listrik. Teknologi ini sudah terbukti
> dimana-mana. Bahkan banyak negara menggunakan dibawah 3000 kcal,
> seperti Thailand, India, China, Australia (Australia akan tutup tahun
> depan karena carbon tax), dsb.
>
> 3.       Kita bangga Indonesia pengekspor batubara nomer dua didunia. Kita
> bangga ekspor ke China dan India. Padahal produksi batubara Indonesia
> cuma setengahnya produksi India dan 1/3 produksi China. Kedua negara
> memakai seluruh produksi batubara dalam negeri untuk pembangkit listrik 
> domestik.
> Bahkan masih kurang dan masih harus impor dari Indonesia. Mereka
> lakukan karena batubara murah dan diperlukan untuk perekembangan
> industri mereka yang pesat. Kita dilain pihak ingin menggunakan "clean
> energy", dan menggunkan gas untuk mengantikan minyak yang mahal. Gas
> terlalu mahal bagi Indonesia untuk hanya dibakar dan diambil nilai
> kalorinya saja. Gas bisa dipakai sebagai industri dasar petrokimia 
> (fertilizer, methanol, dsb.).
> Kita
> membangakan diri telah melakukan "green"dengan membakar gas
> mengantikan minyak. Namun "Green" masih terlalu mahal bagi Indonesia.
> Sebaiknya kita bicara "green" supaya sinkron dengan dunia luar. Tetapi
> sekarang belum waktunya untuk melakukan/melaksanakan  "green" seperti negara 
> maju.
>
> 4.       Sekarang batubara kalori rendah dibawah 3500 kcal (10 tahun yang
> lalu batasnya 5000 kcal.), disia-sia dan dibuang. Sudah waktunya untuk
> memakai batubara sebagai bahan tunggal pembangkit listrik diseluruh
> Indonesia. Justru yang 5000 kcal keatas bisa di ekspor. Jangan seperti
> sekarang dibalik, yang rendah di-upgrade dan baru boleh diekspor.
>
> 5.       Batubara Indonesia relatip bersih, low Sulphur dan low ash. Kalor
> rendah batubara Indonesia umumnya karena high moisture. Sedangkan
> batubara dari China, India, dan South Africa, umumnya mempunyai ash
> yang cukup tinggi penyebab polusi. Selain itu Indonesia terdiri dari
> kepulauan hingga ash yang dihasilkan batubara bisa hanyut kena arus
> angin. Tidak demikian dengan China dan India (lih. slides terlampir).
>
> 6.       Usulan: Pemerintah sebaiknya meniru policy negara berkembang
> seperti India, China dan Thailand yang menggunakan batubara kadar rendah.
> Semua pembangkit listrik di Indonesia harus pakai batubara kalori
> rendah
> (3000-4500 kcal.) yang jauh lebih murah dari migas. Dengan demikian
> pertambangan batubara dalam negeri akan semarak. Kebutuhan domestik naik.
> Harga listrik akan jauh lebih murah. Industri Indonesia bisa berkembang.
> Batubara diatas 4500 kcal bisa dieskpor. Minyak disel dan BBM bisa dihemat.
> Gas bisa dimanfaatkan untuk bahan petrokimia yang lebih bernilai.
>
>
>
> Ini sekedar keterangan singkat. Moga-moga berkenan.
>
>
>
> Salam,
>
>
>
> HL Ong
>
>
>
>
>
>> >
>
>
>
>

--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2011-2014:
Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
--------------------------------------------------------------------------------
Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
REGISTER NOW !
Contact Person:
Email : [email protected]
Phone : +62 82223 222341 (lisa)
--------------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id For topics not 
directly related to Geology, users are advised to post the email to: 
[email protected] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota 
ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. 
Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

***** This message may contain confidential and/or privileged information. If 
you are not the addressee or authorized to receive this for the addressee, you 
must not use, copy, disclose or take any action based on this message or any 
information herein. If you have received this communication in error, please 
notify us immediately by responding to this email and then delete it from your 
system. PT Pertamina (Persero) is neither liable for the proper and complete 
transmission of the information contained in this communication nor for any 
delay in its receipt. *****

--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2011-2014:
Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
--------------------------------------------------------------------------------
Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
REGISTER NOW !
Contact Person:
Email : [email protected]
Phone : +62 82223 222341 (lisa)
--------------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
For topics not directly related to Geology, users are advised to post the email 
to: [email protected]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke