Bukannya kalau sepeda motor saja jalanan tambah kacau ? mengingat pengendara sepeda motor lebih banyak yg ngasal & ngacau lalin seenaknya sendiri, lampu merah dianggap tidak ada biarpun jelas menyala...
wass, nyoto 2012/8/31 kartiko samodro <[email protected]> > Coba Jakarta bikin peraturan bahwa kendaraan yang boleh lewat di jalan > raya hanya motor, sepeda dan kendaraan umum..kayaknya jakarta enggak > akan semacet sekarang. > hitung hitung kalau 1 mobil dinaiki oleh satu orang, jumlah occupancy > areanya sama dengan 5/6 motor yang dinaiki 5/6 orang, jadinya di > jakarta memang pemborosan jalan dan bbm. > > Pernah naik busway, lumayan enak dan praktis. > Harusnya jumlah jalur, busway dan feedernya ditambah tentunya akan > banyak membantu mengurangi masalah di jakarta. > > On 8/31/12, Ong Han Ling <[email protected]> wrote: > > > > > > > > > > Rekan-rekan IAGI, > > > > > > > > Perihal tidak lakunya batubara Kalimantan. > > > > Turunnya harga batubara dunia menyebabkan batubara Indonesia tidak laku. > > Bagaimana jalan keluarnya. > > > > > > > > 1. Policy Pemerintah untuk melarang batubara kalor rendah untuk > > diekspor tahun 2014 menurut saya tidak masuk akal. Policy Pemerintah > > berdasarkan data yang keliru. Bersama ini saya lampirkan sebagai > attachment > > distribusi batubara Indonesia berdasarkan caloric value (slides terlampir > > dari ESDM). Disini tercantum bahwa batubara kalor rendah (dibawah 5100 > > kcal) > > jumlahnya hanya 20 % dibandingkan batubara kalor menengah antara > 5100-6000 > > kcal yang jumlahnya 66%. Hal ini tidak masuk akal; bagaimana kalori > rendah > > bisa lebih sedikit dari kalori batubara yang lebih tinggi? Berdasarkan > data > > tsb. Pemerintah mengeluarkan peraturan melarang batubara kalor rendah > untuk > > ekspor. Pengusaha batubara diberi waktu 5 tahun untuk melakukan upgrading > > batubara kalor rendah (Low caloric coal) ke kalor menengah. Keberhasilan > > sangat diragukan. Diseluruh dunia-pun research upgrading sudah berjalan > > puluhan tahun. Tanpa disuruh-pun atau tanpa PP-pun setiap perusahaan > pasti > > ingin meningkatkan kalorinya supaya harga jualnya lebih tinggi. Logis > > karena > > batubara kalor rendah mengandung banyak air (atau ash) hingga seakan-akan > > kita ekspor air. Diluar negeripun hasilnya pada umumnya kurang memuaskan > > dan > > tergantung case by case. Sebaiknya peraturan ini dicabut karena sekarang > > PerusahaanTambang berlomba ekspor sebelum 2014. Faktor lingkungan dan > > efisiensi pertambang tidak diperhatikan; dan dikenal dengan "pencurian > > tambang". Overburden dibuang didaerah yang masih ada batubaranya, dsb. > > > > 2. Indonesia dibebaskan dari Kyoto protocol. Ini adalah suatu yang > > perlu kita manfaatkan. Tidak perlu sok "green". Kita harus memanfaatkan > > batubara kalor rendah untuk pembangkit listrik diseluruh Indonesia. > > Batubara > > adalah energi paling murah, jauh dibawah gas dan minyak jenis apapun. > > Apalagi kita punya dan bisa pakai batubara kalor rendah yang berlimpah. > > Cukup 3000 kcal untuk pembangkit listrik. Teknologi ini sudah terbukti > > dimana-mana. Bahkan banyak negara menggunakan dibawah 3000 kcal, seperti > > Thailand, India, China, Australia (Australia akan tutup tahun depan > karena > > carbon tax), dsb. > > > > 3. Kita bangga Indonesia pengekspor batubara nomer dua didunia. > Kita > > bangga ekspor ke China dan India. Padahal produksi batubara Indonesia > cuma > > setengahnya produksi India dan 1/3 produksi China. Kedua negara memakai > > seluruh produksi batubara dalam negeri untuk pembangkit listrik domestik. > > Bahkan masih kurang dan masih harus impor dari Indonesia. Mereka lakukan > > karena batubara murah dan diperlukan untuk perekembangan industri mereka > > yang pesat. Kita dilain pihak ingin menggunakan "clean energy", dan > > menggunkan gas untuk mengantikan minyak yang mahal. Gas terlalu mahal > bagi > > Indonesia untuk hanya dibakar dan diambil nilai kalorinya saja. Gas bisa > > dipakai sebagai industri dasar petrokimia (fertilizer, methanol, dsb.). > > Kita > > membangakan diri telah melakukan "green"dengan membakar gas mengantikan > > minyak. Namun "Green" masih terlalu mahal bagi Indonesia. Sebaiknya kita > > bicara "green" supaya sinkron dengan dunia luar. Tetapi sekarang belum > > waktunya untuk melakukan/melaksanakan "green" seperti negara maju. > > > > 4. Sekarang batubara kalori rendah dibawah 3500 kcal (10 tahun yang > > lalu batasnya 5000 kcal.), disia-sia dan dibuang. Sudah waktunya untuk > > memakai batubara sebagai bahan tunggal pembangkit listrik diseluruh > > Indonesia. Justru yang 5000 kcal keatas bisa di ekspor. Jangan seperti > > sekarang dibalik, yang rendah di-upgrade dan baru boleh diekspor. > > > > 5. Batubara Indonesia relatip bersih, low Sulphur dan low ash. > Kalor > > rendah batubara Indonesia umumnya karena high moisture. Sedangkan > batubara > > dari China, India, dan South Africa, umumnya mempunyai ash yang cukup > > tinggi > > penyebab polusi. Selain itu Indonesia terdiri dari kepulauan hingga ash > > yang > > dihasilkan batubara bisa hanyut kena arus angin. Tidak demikian dengan > > China > > dan India (lih. slides terlampir). > > > > 6. Usulan: Pemerintah sebaiknya meniru policy negara berkembang > > seperti India, China dan Thailand yang menggunakan batubara kadar rendah. > > Semua pembangkit listrik di Indonesia harus pakai batubara kalori rendah > > (3000-4500 kcal.) yang jauh lebih murah dari migas. Dengan demikian > > pertambangan batubara dalam negeri akan semarak. Kebutuhan domestik naik. > > Harga listrik akan jauh lebih murah. Industri Indonesia bisa berkembang. > > Batubara diatas 4500 kcal bisa dieskpor. Minyak disel dan BBM bisa > dihemat. > > Gas bisa dimanfaatkan untuk bahan petrokimia yang lebih bernilai. > > > > > > > > Ini sekedar keterangan singkat. Moga-moga berkenan. > > > > > > > > Salam, > > > > > > > > HL Ong > > > > > > > > > > > >> > > > > > > > > > > > > -------------------------------------------------------------------------------- > PP-IAGI 2011-2014: > Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com > Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com > > -------------------------------------------------------------------------------- > Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012. > REGISTER NOW ! > Contact Person: > Email : [email protected] > Phone : +62 82223 222341 (lisa) > > -------------------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > For topics not directly related to Geology, users are advised to post the > email to: [email protected] > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event > shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to > direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting > from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the > use of any information posted on IAGI mailing list. > --------------------------------------------------------------------- > >

