Kayaknya CBM/GMB diIndonesia akan sulit berkembang kalau melihat kondisi2 
tersebut, kecuali bloknya diiarea PSC yg sdh ada lapangan migasnya spt Vico 
lbh2 lapangannya sdh mature shg sumur2 yg gak produksi bisa diambil CBMnya atau 
bloknya ada di KP batubara yg sdh produksi shg area tsb sdh dibebaskan spt 
diKPC dan PTBA. Fz

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Noel Pranoto <[email protected]>
Date: Sat, 8 Sep 2012 08:43:45 
To: <[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Cc: <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] FW: SPE Luncheon Talk "Fundamentals of CBM"
 Wednesday, 12 September 2012 @Gran Melia Hotel

Pak Brahmantyo,

Salam kenal dan berikut sekedar komentar dari ulasan Bapak berdasarkan
pengamatan terbatas saya mengenai aktifitas CBM di Australia, khususnya
Bowen dan Surat Basin.

1. Akses terhadap lahan
Secara geografis daerah-daerah yang aktif dieksplorasi umumnya adalah
"bush" atau semak-semak disertai rumpunan brigalow (sejenis akasia
endemik). Lahan ini umumnya digunakan untuk peternakan sapi atau dirubah
menjadi pertanian (gandum, sorgum, jagung, kapas, dll). Tantangan
eksplorasi di daerah ini adalah akses terhadap lahan yang dimiliki oleh
pribadi (faktor sosial, bukan alam). Meski prinsip pengelolaan sumberdaya
alamnya mirip seperti di Indonesia (sumberdaya alam dikuasai negara, bukan
pribadi) namun sejak beberapa tahun lalu ada gerakan "lock the gate" yang
marak dan menghambat kegiatan eksplorasi dan pengembangan. Saya kira dua
faktor utama penyebabnya perbedaan persepsi/pemahaman tentang industri CBM
dan kelalaian beberapa perusahaan untuk mendapatkan "social license" dari
masyarakat.

2. Lingkungan pengendapan batubara
Batubara berumur Perem di Australia, seperti halnya juga Karoo Basin di
Afrika Selatan, Parana Basin di Amerika Selatan dan Beacon Basin di
Antartika, tidak diendapkan pada passive margin namun syn-rift
basin Gondwana (Craddle et al, 1993 dan Esterle et al, 2000). Khususnya di
Australia batubara yang diendapkan sepanjang Perem hingga Trias adalah
tipikal sedimen busur dalam dari yang kini disebut Hunter Bowen Orogeny.
Meski kini lokasi-lokasi endapan batubara itu berada di passive margin,
namun sepanjang Perem hingga Tertiary muncul berbagai produk tatanan
tektonik dan volkanisme yg berubah-ubah sepanjang sejarah geologi tsb.

Secara geologi saya kira perbedaan utama batubara Australia dgn
Indonesia yg kini sedang dieksplorasi, dikembangkan atau sdh diproduksi yg
berhubungan dgn CBM adalah:
- umur (Permo-Trias vs.Tertirary),
- tipe maseral (50-60% vitrinit vs. 80-90% vitrinit),
- proporsi kematangan (rank, fungsi dari thermal gradient dan burial
history).

Mengenai reservoir properties sebagai produk dari ke-3 hal itu saya pikir
sulit digeneralisasi karena di Surat dan Bowen Basin ada daerah-daerah yg
"mirip" seperti cekungan batubara utama di Sumatera dan Kalimantan, namun
ada juga yg sama sekali berbeda. Salah satunya adl potensi-potensi
"sweetspot" di Australia (juga di Amerika Utara saya dengar) misalnya
berhubungan dgn pengisian gas sekunder dari aktifitas biogenik pada lapisan
batubara yg berhubungan dgn air tanah dan/atau meteorik -- sesuatu yg umum
di cekungan-cekungan batubara kita. Untuk hal ini mungkin bisa dibahas pada
subjek yg berbeda.

Selamat berakhir pekan.

Salam,
Noel


2012/9/8 Brahmantyo Gunawan <[email protected]>

> Terima kasih Pak Muharam. Just tour of duty, Pak... :D.
>
> Sejak dimulai PSC CBM alias GMB (Gas Metan Batubara), hingga per September
> 2012, terdapat 53 Wilayah Kerja KKS GMB. Tersebar hampir imbang, 22 WK di
> Sumatera dan 21 di Kalimantan. Saat ini memang baru VICO CBM Ltd di WK GMB
> Sanga-sanga yang paling siap untuk dikomersialkan.
>
> Kendala-kendala realisasi pekerjaan komitmen pasti di WK GMB,berupa:Studi
> G&G, Survey Geologi/Geokimia, Survey Geofisika/Seismik dan pengerjaan
> sumur2st GMB (Core hole,exploratory, dewatering dan production test) serupa
> dengan kendala yang terdapat di WK Migas, al: tumpang tindih lahan,
> perizinan & pembebasan lahan, pengadaan, internal (baca: finansial) dsb.
> Selain kendala-kendala klasik tersebut, untuk GMB ini Saya menyoroti
> kondisi geografis di permukaan dapat mempengaruhi signifikan keekonomian
> proyek GMB. Contohnya, di salahsatu WK GMB di Barito, Kalimantan; ada sumur
> GMB untuk core hole dan exploratory, dengan biaya pembuatan 1 (satu) lokasi
> pengeboran saja mencapai hampir 2 juta USD! karena posisi sumur dan jalan
> akses berada di rawa gambut, sehingga untuk pekerjaan pengurukan saja perlu
> biaya besar dan waktu lama, padahal eksploitasi suatu lapangan GMB
> memerlukan begitu banyak sumur! Maka, agar eksploitasi GMB di area geografi
> bisa ekonomis untuk
>  dikomersialkan, perlu diperoleh resource & reserve GMB yang besar.
> Situasi geografi WK GMB di Indonesia memang  jelas berbeda dengan Australia
> atau Amerika utara yang kebanyakan berada padang rumput/semak. WK GMB kita
> sering tumpang tindih dengan kehutanan/perkebunan dan pemukiman, pengurusan
> formalitas/perizinan dan pembebasan untuk satu lokasi sumur saja bisa lama,
> lalu bagimana jika perlu banyak sumur ? Namun demikian, toh makin bertambah
> saja KKS WK GMB setiap tahun, ya berarti prospeksi usaha hulu GMB masih
> (dianggap) optimis kan ? :)
>
> Mengenai metode dan teknik eksplorasi dan eksploitasi GMB serta analisis
> GGR GMB, sudah banyak orang kita yang menguasai dengan baik. Namun
> karakterisasi reservoir batubara untuk GMB di Sumatera maupun Kalimantan,
> menurut Saya tidak sederhana dan mudah. Batubara yang diendapkan di
> cekungan tektonik active margin di Sumatera tentu saja berbeda dengan
> dengan Batubara passive margin continental plate di Australia. Variasi
> lingkungan dan kemiringan alas pengendapan mengakibatkan variasi lateral
> sedimentasi batubara, perubahan ketebalan dan properti seam batubara dapat
> terjadi hanya pada jarak lateral yang pendek. Selain itu, pengaruh
> deformasi tektonik post litifaksi batubara juga sangat berpengaruh,
> terutama fractures akibat tektonisasi (bukan cleat/fracture inisial pada
> batubara), tectonic fractures ini membuat bias pengukuran dan analisis pada
> uji permeabilitas/produksi dan dewatering dan reservoir batubara yang
> diuji, bahkan dapat membuat dispute adanya
>  konektivitas reservoir batubara GMB dengan lapisan reservoir batupasir
> sisisiklastik di atas atau di bawah seam batubara tersebut, meskipun di
> sumur telah dilakukan isolasi terhadap seam reservoir GMB. Beberapa
> fenomena unik terdapat pada beberapa grafik/data hasil pengukuran uji sumur
> (production test maupun dewatering) yang bisa berbeda sekali dengan hasil
> ideal/normal, halm ini bisa disebabkan karena keunikan formasional (akibat
> variasi properti maupun 'gangguan" fracturing akibat deformasi tektonik),
> ketidaksempurnaan komplesi sumur, atau kurang efektifnya metoda uji sumur.
>
> Intinya, reservoir GMB di kita seringkali tidak sederhana. Namun inilah
> tantangannya, dengan semakin sulitnya mengkarakterisasi dan mengealuasi
> formasi dan petrofisik reservoir GMB di Indonesia, akan tumbuh ahli-ahli
> GGR yang handal dari negeri kita, Semoga...
>
> Salam,
> BKG
>
>
>
> ----- Pesan Asli -----
> Dari: Muharram J. Panguriseng <[email protected]>
> Kepada: Iagi-net <[email protected]>
> Cc:
> Dikirim: Jumat, 7 September 2012 19:08
> Judul: Re: [iagi-net-l] FW: SPE Luncheon Talk "Fundamentals of CBM"
> Wednesday, 12 September 2012 @Gran Melia Hotel
>
> Selamat atas penugasan baru Pak Brahmantyo sebagai Kadin Unconventional
> Energy BPMIGAS. Sukses selalu.
> Pergeseran posisi di BPMIGAS sekarang cepat sekali ya Bu. Terasa baru
> kemarin Pak Brahmantyo berpindah tempat dari Kadin Geologi Ekplorasi ke
> Kadin Geologi EPT :)
>
> Salam,
> MJP
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> -----Original Message-----
> From: Nugrahani <[email protected]>
> Date: Fri, 7 Sep 2012 11:02:22
> To: [email protected]<[email protected]>
> Reply-To: <[email protected]>
> Subject: Re: [iagi-net-l] FW: SPE Luncheon Talk "Fundamentals of CBM"
> Wednesday, 12 September 2012 @Gran Melia Hotel
>
>
> Info aja, di PIT HAGI, Palembang, 10-13 September besok, ada juga sesi
> unconventional energy, antara lain CBM.
>
> Sepengetahuan saya memang Vico yg paling siap utk CBM menjadi listrik.
> Mungkin pak Brahmantyo, kadin unconventional energy BPMIGAS, dapat
> memberikan info lebih detil.
>
>
>
> Salam,
> Nuning
>
>
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ________________________________
> From: <[email protected]>
> Date: Fri, 7 Sep 2012 10:13:52 +0000
> To: [email protected]<[email protected]>
> ReplyTo: <[email protected]>
> Subject: Re: [iagi-net-l] FW: SPE Luncheon Talk "Fundamentals of CBM"
> Wednesday, 12 September 2012 @Gran Melia Hotel
>
>
> Kayaknya bloknya Vico yg sdh komit mau jual gas
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ________________________________
> From: "Bambang P. Istadi" <[email protected]>
> Date: Fri, 7 Sep 2012 16:23:24 +0700
> To: '[email protected]'<[email protected]>
> ReplyTo: <[email protected]>
> Subject: [iagi-net-l] FW: SPE Luncheon Talk "Fundamentals of CBM"
> Wednesday, 12 September 2012 @Gran Melia Hotel
>
> Rekan2 sekalian,
>
> Saat ini sudah di-award lebih dari 50 CBM PSC di Indonesia. Sejauh manakah
> perkembangannya? Apakah memang bisa menjadi andalan dalam bauran penyediaan
> energy di Indonesia? Apa saja kendalanya? Bagaimana cara mengembangkannya?
>
> On Rovicky, numpang promosi acara mengenai CBM dibawah. Bagi rekan2 DOSEN,
> yang ingin ikut acara silahkan mendaftar kesaya dengan cc ke
> [email protected]<mailto:[email protected]> dan
> [email protected]<mailto:[email protected]> dan
> Gratis tidak akan dipungut biaya khusus bagi rekan2 dosen. Terima kasih.
>
> Salam,
> Bambang
>
>
> From: SPE Indonesia [mailto:[email protected]]
> Sent: Wednesday, September 05, 2012 1:03 PM
> To: [email protected]<mailto:[email protected]>
> Subject: SPE Luncheon Talk "Fundamentals of CBM" Wednesday, 12 September
> 2012 @Gran Melia Hotel
>
> Society of Petroleum Engineers
> Indonesia - Java Section
>
>                                   [New Logo]
>
>   Wednesday, 12 September 2012
> 11.30 AM - 02.00 PM
> Legian Room, Ground Floor
> Gran Melia Hotel, Jl. HR. Rasuna Said Kav. X-O Kuningan, Jakarta
>
> Luncheon Session on:
> “FUNDAMENTALS OF COAL BED METHANE AND FIELD DEVELOPMENT PLANNING”
> by
> Laurent Alessio (Managing Partner of LEAP Energy, Malaysia)
> ABSTRACT:
> Resource plays such as Coal Bed Methane fields typically exhibit a number
> of unique characteristics that set them apart from other hydrocarbon
> accumulations. We address the fundamentals of CBM, the steps associated
> with appraisal and development of CBM assets as well as the markedly
> different required for CBM development when compared with conventional oil
> and gas fields.
>
> BIOGRAPHY:
> Laurent Alessio is a managing partner of LEAP Energy, an independent
> Subsurface Consulting and Technology services group headquartered in Kuala
> Lumpur, Malaysia with operations throughout the Asia-Pacific region.
> He has a wide industry experience in conventional and unconventional
> hydrocarbon recovery, through a wide range of consulting assignments,
> previous roles as petroleum engineer, subsurface manager and development
> manager with Shell and joint operating companies in the Netherlands, UK and
> Malaysia. Laurent holds an engineering degree from Ecole Centrale de Lyon
> and Imperial College London.
>
> Entrance fee (cash only)*:        SPE member with reservation
> Rp 300,000.-
>                                                 Non-member with
> reservation              Rp 350,000,-
>                                                 All walk-ins (without
> reservation)         Rp 350,000,- (assuming availability)
>                                                 SPE student members
>                  Rp   25,000,-
> *NO-SHOW WILL BE CHARGED DUE TO HEADCOUNT GUARANTEE
>
> Seats are limited. Write a reservation to attend this luncheon session to
> Mega: [email protected]<mailto:[email protected]>
>
> Looking forward to seeing you,
> Geoff Thompson
> Program Chair 2012/2013
>
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> PP-IAGI 2011-2014:
> Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
> Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
> REGISTER NOW !
> Contact Person:
> Email : [email protected]
> Phone : +62 82223 222341 (lisa)
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> For topics not directly related to Geology, users are advised to post the
> email to: [email protected]
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event
> shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to
> direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the
> use of any information posted on IAGI mailing list.
> ---------------------------------------------------------------------
>
>

Kirim email ke