Waduh ga kelas tenan nih bangsa kita butuh "cambukan" untuk mandiri dan bermartabat ini kan amanat founding fathers kita ; menurut hemat saya yang takut kita mandiri lebih banyak kok
Sent from my iPhone On Oct 21, 2012, at 8:59 AM, [email protected] wrote: > Ko jadi payah yah sekelas wamen bicaranya tidak berbobot mestinya ganti sama > pk Ong aja...hehehe > > Salam > > Hilmans > Sent from my BlackBerry® smartphone on 3 > > -----Original Message----- > From: "Agung Adi Susanto" <[email protected]> > Date: Sun, 21 Oct 2012 01:42:35 > To: <[email protected]> > Reply-To: <[email protected]> > Subject: [iagi-net-l] Ini Bahayanya Kalau Pemerintah Usir Total Cs > > Semakin "Wow" aja nih berita.... :) > > -------------------------- > Jumat, 19/10/2012 15:42 WIB > > Ini Bahayanya Kalau Pemerintah Usir Total Cs > > Rista Rama Dhany - detikFinance > > Jakarta - Kontrak Total E&P Indonesie dalam pengelolaan Blok Mahakam di > Kalimantan Timur akan segera berakhir pada 2017. Ada wacana keinginan > 'mengusir' Total dan menyerahkan pengelolaannya kepada Pertamina, tetapi jika > sampai itu terjadi dampaknya akan berbahaya khususnya buat anak cucu rakyat > Indonesia, Loh kok bisa? > > Hal tersebut seperti diungkapkan Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral > (ESDM) Rudi Rubiandini, kalau Indonesia meniru gaya Venezuela mengusir para > investor asingnya justru berbahaya, pasalnya negara-negara seperti itu memang > siap untuk dikucilkan dunia Internasional. > > "Tapi apakah Indonesia mau dikucilkan tentunya tidak, kalau kita mengusir > para investor asing yang telah menanamkan investasinya di Indonesia yang > membantu Indonesia hingga kita bisa memakai pakaian bagus, bisa gaji guru, > gaji polisi, TNI, bangun sekolah, jangan sampai itu terjadi," kata Rudi dalam > diskusi Solusi di Bidang Energi dan Pertambangan di Kantor Pusat Nahdatul > Ulama, Jumat (19/10/2012) > > Dikatakan Rudi, Indonesia memang sengaja mengundang para investor tersebut > sejak tahun 1945, kalau tidak Indonesia tidak akan mampu mengelola sumber > daya Alamnya disektor Migas dimana pendapatan dari sektor Migas mencapai Rp > 300 triliun. > > "Indonesia tidak akan mampu kelola sendiri sektor Migasnya, makanya kita dulu > mengundang mereka, jadi kita bisa nikmati pendapatan di sektor Migas yang > mencapai Rp 300 triliun itu. Jadi kalau saat ini ada eforia kita mampu kelola > sendiri, ya jangan untuk mengusir mereka," kata Rudi. > > Asal tahu saja kata Rudi, produksi minyak Indonesia pernah sampai menyentuh > 1,6 juta barel per hari, itu karena Chevron, Total, BP dan perusahaan migas > Asing berhasil menemukan cadangan minyak sangat besar. > > "Tangguh, Minas, Duri dan lainnya yang menemukan ya mereka juga (perusahaan > asing), kita? tidak ada, makanya sampai saat ini produksi minyak kita terus > turun. Kenapa tidak mencari sendiri, itu tidak mudah, biaya eksplorasi satu > sumur minyak saja mencapai US$ 400 juta, itu harus kas tidak bisa pinjam > uangnya, dan belum tentu dapat bahkan lebih sering tidak dapatnya, makanya > itu kita undang perusahaan asing," tutur Rudi. > > Jadi, kalau sekarang Indonesia main usir-usir investor asing disektor Migas, > akan menjadi kesan buruk bagi investor. > > "Kalau sampai investor enggan masuk lagi di Indonesia,bahaya,kasihan anak > cucu kita, tidak bisa menikmati hasil pengelolaan sumber daya alamnya. Jadi > konsep usir mengusir itu merupakan kesalahan fatal, akan sebabkananak cucu > kita merana," tandas Rudi. > > http://m.detik.com/finance/read/2012/10/19/154223/2067296/1034/ini-bahayanya-kalau-pemerintah-usir-total-cs > > Powered by Telkomsel BlackBerry® -------------------------------------------------------------------------------- PP-IAGI 2011-2014: Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com -------------------------------------------------------------------------------- Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012. REGISTER NOW ! Contact Person: Email : [email protected] Phone : +62 82223 222341 (lisa) -------------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id For topics not directly related to Geology, users are advised to post the email to: [email protected] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

