Wamen ini bener2 ngawur dan base less kata2 mengusir itu sangat tidak tepat.
Ooooo gitu ya kalo jadi pejabat ato kalo ga ngomong gitu akan dut mistirius apa ya? Ato krn orang teknik terus ga ngerti HUKUM? Bener2 ga mutu Avi Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: [email protected] Date: Sun, 21 Oct 2012 03:13:32 To: <[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: Re: [iagi-net-l] Ini Bahayanya Kalau Pemerintah Usir Total Cs Iya cak,wamen kok gitu ya,coba dihitung brp kekayaan rakyat kita yg dibawa investor,mestinya selesai kontrak ya kembali ke pemrentah. Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: [email protected] Date: Sun, 21 Oct 2012 02:09:16 To: <[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: Re: [iagi-net-l] Ini Bahayanya Kalau Pemerintah Usir Total Cs Memang Wamen koq begitu. Kita gak ngusir Total, kontraknya expired. Lha hak sepenuhnya blok Mahakam kalau kontraknya expired ya ada sama pemerintah. Ini terminologi ngusir kan jadi vulgar tata bicaranya. Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: [email protected] Date: Sun, 21 Oct 2012 01:59:07 To: <[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: Re: [iagi-net-l] Ini Bahayanya Kalau Pemerintah Usir Total Cs Ko jadi payah yah sekelas wamen bicaranya tidak berbobot mestinya ganti sama pk Ong aja...hehehe Salam Hilmans Sent from my BlackBerry® smartphone on 3 -----Original Message----- From: "Agung Adi Susanto" <[email protected]> Date: Sun, 21 Oct 2012 01:42:35 To: <[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: [iagi-net-l] Ini Bahayanya Kalau Pemerintah Usir Total Cs Semakin "Wow" aja nih berita.... :) -------------------------- Jumat, 19/10/2012 15:42 WIB Ini Bahayanya Kalau Pemerintah Usir Total Cs Rista Rama Dhany - detikFinance Jakarta - Kontrak Total E&P Indonesie dalam pengelolaan Blok Mahakam di Kalimantan Timur akan segera berakhir pada 2017. Ada wacana keinginan 'mengusir' Total dan menyerahkan pengelolaannya kepada Pertamina, tetapi jika sampai itu terjadi dampaknya akan berbahaya khususnya buat anak cucu rakyat Indonesia, Loh kok bisa? Hal tersebut seperti diungkapkan Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini, kalau Indonesia meniru gaya Venezuela mengusir para investor asingnya justru berbahaya, pasalnya negara-negara seperti itu memang siap untuk dikucilkan dunia Internasional. "Tapi apakah Indonesia mau dikucilkan tentunya tidak, kalau kita mengusir para investor asing yang telah menanamkan investasinya di Indonesia yang membantu Indonesia hingga kita bisa memakai pakaian bagus, bisa gaji guru, gaji polisi, TNI, bangun sekolah, jangan sampai itu terjadi," kata Rudi dalam diskusi Solusi di Bidang Energi dan Pertambangan di Kantor Pusat Nahdatul Ulama, Jumat (19/10/2012) Dikatakan Rudi, Indonesia memang sengaja mengundang para investor tersebut sejak tahun 1945, kalau tidak Indonesia tidak akan mampu mengelola sumber daya Alamnya disektor Migas dimana pendapatan dari sektor Migas mencapai Rp 300 triliun. "Indonesia tidak akan mampu kelola sendiri sektor Migasnya, makanya kita dulu mengundang mereka, jadi kita bisa nikmati pendapatan di sektor Migas yang mencapai Rp 300 triliun itu. Jadi kalau saat ini ada eforia kita mampu kelola sendiri, ya jangan untuk mengusir mereka," kata Rudi. Asal tahu saja kata Rudi, produksi minyak Indonesia pernah sampai menyentuh 1,6 juta barel per hari, itu karena Chevron, Total, BP dan perusahaan migas Asing berhasil menemukan cadangan minyak sangat besar. "Tangguh, Minas, Duri dan lainnya yang menemukan ya mereka juga (perusahaan asing), kita? tidak ada, makanya sampai saat ini produksi minyak kita terus turun. Kenapa tidak mencari sendiri, itu tidak mudah, biaya eksplorasi satu sumur minyak saja mencapai US$ 400 juta, itu harus kas tidak bisa pinjam uangnya, dan belum tentu dapat bahkan lebih sering tidak dapatnya, makanya itu kita undang perusahaan asing," tutur Rudi. Jadi, kalau sekarang Indonesia main usir-usir investor asing disektor Migas, akan menjadi kesan buruk bagi investor. "Kalau sampai investor enggan masuk lagi di Indonesia,bahaya,kasihan anak cucu kita, tidak bisa menikmati hasil pengelolaan sumber daya alamnya. Jadi konsep usir mengusir itu merupakan kesalahan fatal, akan sebabkananak cucu kita merana," tandas Rudi. http://m.detik.com/finance/read/2012/10/19/154223/2067296/1034/ini-bahayanya-kalau-pemerintah-usir-total-cs Powered by Telkomsel BlackBerry®

