Itulah Mas

Mangkanya seperti kata Pak Wamen, project Natuna ini sangat krusial..

Saya mengharapkan kalaupun Pertamina harus menggandeng KKS lain,
Pertamina harus bisa jadi leader (bukan hanya bos lho) bagi KKS
lainnya , sehingga 5 tahun lagi Pertamina sudah bisa menunjukkan ini
lho gue Pertamina bisa menghandle project raksasa Natuna dengan sukses
dan memberikan keuntungan negara secara optimum...
Natuna 46 TCF saja kehandle dengan baik apalagi cuma Mahakam yang 2
TCF..kecil.....

Go Go Pertamina


On 10/24/12, Hikmatulloh Geologist <[email protected]> wrote:
> Kesempatan emas buat anak bangsa berkarya itu sebenarnya bukan hanya di blok
> mahakam,
>>bnyak wilayah di Indonesia yang bisa kita pelajari untuk mencari cadangan2
>> baru.
>>kita punya Pertamina,,eksplorlah sumberdaya negara ini dengan wadah
>> Pertamina,buktikan kalau Pertamina juga bisa bersaing dengan oil company2
>> yg tidak berdarah Merah Putih itu.
>>
>>
>>Menurut saya Pak Wamen hanya ingin menjaga Stabilitas energi Indonesia saja
>> dengan bersikap demikian.
>>jadi mungkin kita tidak harus "Jatuh bangun dulu untuk bisa berdiri
>> kembali"
>>
>>
>>Bersatulah demi Kedaulatan Energi yang sangat kita impikan ini.
>
>
>
> Salam Pemuda,
>>
>>
>>
>>
>>Hikmatulloh
>
>
> ________________________________
>  From: "[email protected]" <[email protected]>
> To: [email protected]
> Sent: Wednesday, October 24, 2012 6:35 AM
> Subject: Re: [iagi-net-l] Re: Sense of urgency : Mahakam atau Natuna ?
>
>
> Lah itu kan pendapat pak Wamen cak Bandono yg bener yg kerja di PMA itu
> dijajah, mereka terpaksa krn tidak ada pilihan lain, pengalaman pribadi
> sering kita memaksa terseyum dan baek ama bule biar dapat kursus dan dpt
> posisi sbg pembantu penjajah, meskipun itu bertentangan dg NURANI contoh
> simple saat bikin budget knp kok pake bule ini termasuk presentasi ke
> BPMigas, Migas dan Dep Naker
>
> Blok Mahakam adalah kesempatan Emas buat anak bangsa berkarya dan
> menunjukkan kebolehan dlm berkarya
>
> Salam
> Avi
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ________________________________
>
> From:  "Bandono Salim" <[email protected]>
> Date: Tue, 23 Oct 2012 23:13:26 +0000
> To: Iagi<[email protected]>
> ReplyTo:  <[email protected]>
> Subject: Re: [iagi-net-l] Re: Sense of urgency : Mahakam atau Natuna ?
> Hehehe mereka tidak merasa menjajah, malah merasa mensejahterakan. Beri gaji
> lebih tinggi dari pns kan???
> Trus yAng dimaksud penjajahan oleh bangsa sendiri itu yang mana mas Yatno?
> Bolehkan berfikir beda??
> Salam.
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ________________________________
>
> From:  Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>
> Date: Wed, 24 Oct 2012 06:08:08 +0700
> To: [email protected]<[email protected]>
> ReplyTo:  <[email protected]>
> Subject: [iagi-net-l] Re: Sense of urgency : Mahakam atau Natuna ?
> Kalau tidak dijajah kita sudah "setara dengan mereka. Atau bisa saja lebih
> maju dari mereka.
> Bagaimanapun penjajahan sebuah kegiatan yg tidak berperikemanusiaan dan peri
> keadilan. Sehingga harus dihapuskan dari muka bumi.
>
> Rdp
>
>
>
> On Tuesday, October 23, 2012, kartiko samodro  wrote:
>
> Pak Avi sepertinya keenakan "dijajah" nih bisa sampai 24 tahun :-))
>>
>>
>>Terlepas dari itu  semua,
>>
>>
>>positifnya  kan sekarang Indonesia punya geologist yang mumpuni seperti Pak
>> Avi yang merupakan hasil "penjajahan" exxon mobil selama 24 tahun...
>>
>>
>>2012/10/23 rakhmadi avianto <[email protected]>
>>
>>Nasionalisasi di PMA itu ngga mungkin deh kayaknya, kenapa karena namanya
>> Penanaman Modal Asing (PMA) maka mesti ASING yg paling berkuasa.
>> Pengalaman Pribadi dg Mobil dan ExxonMobil selama 24th, yg aku tahu dari
>> dulu waktu aku masuk di tahun 1982 sampai saat inipun proses nasionalisasi
>> di EM belum jalan, pegawai nasional di masing2 PMA itu tidak lebih dari
>> pesuruh untuk ketemu Migas, BPMigas atau Pejabat pemerintah. Alasannya ya
>> gampang lah ini kan proyek kunci maka yg nangani ya kudu orang asing yg
>> menurut mereka lebih mumpuni.
>>>
>>>Dulu di EM bos aku ya hanya dipakai untuk ngurus mberesin Cepu dan Natuna,
>>> teknis dan adminis tratip ke dalam ya bule semua, mulai dari Planning,
>>> teknical approval untuk go not go, annual budget ... man power planning
>>> and deployment dsb, ntar kalau udah jadi dan mateng dan udah di approved
>>> Houston (untuk EM) maka baru si "mumpet" or "cepot" nya disuruh teken
>>> buat di majuin ke BPMigas.
>>>
>>>Jadi Nasionalisasi itu cuman akan terjadi kalau blok itu bener2 dikelola
>>> oleh Nasional. Nah untuk mengelola kan harus ada barangnya, tanpa barang
>>> ya ngga bisa ngapa2 in. Misalnya nih ntar dalam pengeloaan blok Mahakam
>>> kekurangan orang terus saya di tarik ya ngga NOLAK, tapi kalau di bawah
>>> TEPI ya ogah .... ngga mau balik lagi ke jaman batu, udah cukup 24th di
>>> jajah .... hiks hiks hiks....
>>>
>>>Pegawai nasional di tempat PMA itu kaya supir F1 tapi disuruh bawa angkot
>>> ya ngga cocok.
>>>
>>>lam salam
>>>Avi
>>>
>>>
>>>
>>>2012/10/23 Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>
>>>
>>>On Tuesday, October 23, 2012, Yanto R. Sumantri wrote:
>>>>>Five years will be very short Vick , dan yang penting kalau memang
>>>>> maunya diberikan kpd PTM maka harus ada masa peralihan yang "smooth".
>>>>> Saya memang terprovokasi oleh ucapan Pak Wamen yang mengatakan orang
>>>>> Indonesia TIDAK MAMPu Tapi pagi ini , kok ucapannya berubah ya.
>>>>
>>>>
>>>>Kalau soal smooth transition ini memang mungkin menjadi preseden kurang
>>>> bagus kalau masuknya PTM trus dianggap sebagai pemaksaan.
>>>>Ditanya aja Opratornya
>>>>- "bagaimana proses Indonesianisasi dijalankan selama 2 periode PSC ini
>>>> ?"
>>>>Jawab
>>>>1. "Bagus, hampir semua Indonesia sudah menduduki posisi penting. Mereka
>>>> sudah mendapatkan training yg bagus dari kami"
>>>>Action ... Ok kalau begitu proses transisi aman. Dan kemungkinan besar
>>>> smooth. (Kan pegawainya nasionalis juga, kan ?)
>>>>2. "Wah, maaf posisi posisi kunci masih banyak dipegang oleh orang dari
>>>> bangsa kami"
>>>>Action ... Berarti operator gagal menjalankan programnya, harus dicabut
>>>> hak pengelolaannya doonk, karena gagal. Pegawai yg ada sekarang harus
>>>>  diberi kesempatan agar sukses pembelajarannya, jadi perlu diambil alih
>>>> operatorship secepatnya. Supaya pembelajaran segera dimulai.
>>>>
>>>>
>>>>Apapun jawabnya, tetep saja operatorship harus diambil, Bah.
>>>>
>>>>Kalau belajar dari Malesa yg saya tulis di Berita IAGI, selalu saja ada
>>>> penurunan produksi selama transisi. Yg penging Harus disikapi sebagai
>>>> proses yg wajar. Yg perlu dipersiapkan jangan tpancing kepanikan. Btw,
>>>> grafik produksi blok ini sudah terlihat menurun sejak beberapa tahun
>>>> lalu. Jagan kaget aja. Penurunan produksi tetep saja akan terjadi.
>>>>
>>>>
>>>>Rdp
>>>>
>>>>--
>>>>"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"
>>>>
>>>
>>
>
> --
> "Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"

--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2011-2014:
Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
--------------------------------------------------------------------------------
Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
REGISTER NOW !
Contact Person:
Email : [email protected]
Phone : +62 82223 222341 (lisa)
--------------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
For topics not directly related to Geology, users are advised to post the email 
to: [email protected]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke