Utamanya kita dapat ilmu mereka untuk bikin budget pola pikir mereka sehingga 
kita juga dapat gunakan ilmu itu nanti buat digunakan di negara mereka, bila 
kita jadi besar di tahun 2020 nanti.
Hehe kata orang pakai ilmunya untuk memukul dia.
Salaam.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: [email protected]
Date: Tue, 23 Oct 2012 23:35:32 
To: <[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Re: Sense of urgency : Mahakam atau Natuna ?
Lah itu kan pendapat pak Wamen cak Bandono yg bener yg kerja di PMA itu 
dijajah, mereka terpaksa krn tidak ada pilihan lain, pengalaman pribadi sering 
kita memaksa terseyum dan baek ama bule biar dapat kursus dan dpt posisi sbg 
pembantu penjajah, meskipun itu bertentangan dg NURANI contoh simple saat bikin 
budget knp kok pake bule ini termasuk presentasi ke BPMigas, Migas dan Dep Naker

Blok Mahakam adalah kesempatan Emas buat anak bangsa berkarya dan menunjukkan 
kebolehan dlm berkarya

Salam
Avi

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Bandono Salim" <[email protected]>
Date: Tue, 23 Oct 2012 23:13:26 
To: Iagi<[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Re: Sense of urgency : Mahakam atau Natuna ?
Hehehe mereka tidak merasa menjajah, malah merasa mensejahterakan. Beri gaji 
lebih tinggi dari pns kan???
Trus yAng dimaksud penjajahan oleh bangsa sendiri itu yang mana mas Yatno?
Bolehkan berfikir beda??
Salam. 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>
Date: Wed, 24 Oct 2012 06:08:08 
To: [email protected]<[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: [iagi-net-l] Re: Sense of urgency : Mahakam atau Natuna ?
Kalau tidak dijajah kita sudah "setara dengan mereka. Atau bisa saja lebih
maju dari mereka.
Bagaimanapun penjajahan sebuah kegiatan yg tidak berperikemanusiaan dan
peri keadilan. Sehingga harus dihapuskan dari muka bumi.

Rdp


On Tuesday, October 23, 2012, kartiko samodro wrote:

> Pak Avi sepertinya keenakan "dijajah" nih bisa sampai 24 tahun :-))
>
> Terlepas dari itu  semua,
>
> positifnya  kan sekarang Indonesia punya geologist yang mumpuni seperti
> Pak Avi yang merupakan hasil "penjajahan" exxon mobil selama 24 tahun...
>
> 2012/10/23 rakhmadi avianto <[email protected]<javascript:_e({}, 
> 'cvml', '[email protected]');>
> >
>
>> Nasionalisasi di PMA itu ngga mungkin deh kayaknya, kenapa karena namanya
>> Penanaman Modal Asing (PMA) maka mesti ASING yg paling berkuasa. Pengalaman
>> Pribadi dg Mobil dan ExxonMobil selama 24th, yg aku tahu dari dulu waktu
>> aku masuk di tahun 1982 sampai saat inipun proses nasionalisasi di EM belum
>> jalan, pegawai nasional di masing2 PMA itu tidak lebih dari pesuruh untuk
>> ketemu Migas, BPMigas atau Pejabat pemerintah. Alasannya ya gampang lah ini
>> kan proyek kunci maka yg nangani ya kudu orang asing yg menurut mereka
>> lebih mumpuni.
>>
>> Dulu di EM bos aku ya hanya dipakai untuk ngurus mberesin Cepu dan
>> Natuna, teknis dan adminis tratip ke dalam ya bule semua, mulai dari
>> Planning, teknical approval untuk go not go, annual budget ... man power
>> planning and deployment dsb, ntar kalau udah jadi dan mateng dan udah di
>> approved Houston (untuk EM) maka baru si "mumpet" or "cepot" nya disuruh
>> teken buat di majuin ke BPMigas.
>>
>> Jadi Nasionalisasi itu cuman akan terjadi kalau blok itu bener2 dikelola
>> oleh Nasional. Nah untuk mengelola kan harus ada barangnya, tanpa barang ya
>> ngga bisa ngapa2 in. Misalnya nih ntar dalam pengeloaan blok Mahakam
>> kekurangan orang terus saya di tarik ya ngga NOLAK, tapi kalau di bawah
>> TEPI ya ogah .... ngga mau balik lagi ke jaman batu, udah cukup 24th di
>> jajah .... hiks hiks hiks....
>>
>> Pegawai nasional di tempat PMA itu kaya supir F1 tapi disuruh bawa angkot
>> ya ngga cocok.
>>
>> lam salam
>> Avi
>>
>>
>> 2012/10/23 Rovicky Dwi Putrohari <[email protected] <javascript:_e({},
>> 'cvml', '[email protected]');>>
>>
>>>  On Tuesday, October 23, 2012, Yanto R. Sumantri wrote:
>>>>
>>>>> Five years will be very short Vick , dan yang penting kalau memang
>>>>> maunya diberikan kpd PTM maka harus ada masa peralihan yang "smooth". Saya
>>>>> memang terprovokasi oleh ucapan Pak Wamen yang mengatakan orang Indonesia
>>>>> TIDAK MAMPu Tapi pagi ini , kok ucapannya berubah ya.
>>>>>
>>>>
>>> Kalau soal smooth transition ini memang mungkin menjadi preseden kurang
>>> bagus kalau masuknya PTM trus dianggap sebagai pemaksaan.
>>> Ditanya aja Opratornya
>>> - "bagaimana proses Indonesianisasi dijalankan selama 2 periode PSC ini
>>> ?"
>>> Jawab
>>> 1. "Bagus, hampir semua Indonesia sudah menduduki posisi penting. Mereka
>>> sudah mendapatkan training yg bagus dari kami"
>>> Action ... Ok kalau begitu proses transisi aman. Dan kemungkinan besar
>>> smooth. (Kan pegawainya nasionalis juga, kan ?)
>>> 2. "Wah, maaf posisi posisi kunci masih banyak dipegang oleh orang dari
>>> bangsa kami"
>>> Action ... Berarti operator gagal menjalankan programnya, harus dicabut
>>> hak pengelolaannya doonk, karena gagal. Pegawai yg ada sekarang harus
>>>  diberi kesempatan agar sukses pembelajarannya, jadi perlu diambil alih
>>> operatorship secepatnya. Supaya pembelajaran segera dimulai.
>>>
>>> Apapun jawabnya, tetep saja operatorship harus diambil, Bah.
>>> Kalau belajar dari Malesa yg saya tulis di Berita IAGI, selalu saja ada
>>> penurunan produksi selama transisi. Yg penging Harus disikapi sebagai
>>> proses yg wajar. Yg perlu dipersiapkan jangan tpancing kepanikan. Btw,
>>> grafik produksi blok ini sudah terlihat menurun sejak beberapa tahun lalu.
>>> Jagan kaget aja. Penurunan produksi tetep saja akan terjadi.
>>>
>>> Rdp
>>>
>>>
>>> --
>>> *"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"*
>>>
>>
>>
>

-- 
*"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"*

Kirim email ke