Nasionalisasi di PMA itu ngga mungkin deh kayaknya, kenapa karena namanya Penanaman Modal Asing (PMA) maka mesti ASING yg paling berkuasa. Pengalaman Pribadi dg Mobil dan ExxonMobil selama 24th, yg aku tahu dari dulu waktu aku masuk di tahun 1982 sampai saat inipun proses nasionalisasi di EM belum jalan, pegawai nasional di masing2 PMA itu tidak lebih dari pesuruh untuk ketemu Migas, BPMigas atau Pejabat pemerintah. Alasannya ya gampang lah ini kan proyek kunci maka yg nangani ya kudu orang asing yg menurut mereka lebih mumpuni.
Dulu di EM bos aku ya hanya dipakai untuk ngurus mberesin Cepu dan Natuna, teknis dan adminis tratip ke dalam ya bule semua, mulai dari Planning, teknical approval untuk go not go, annual budget ... man power planning and deployment dsb, ntar kalau udah jadi dan mateng dan udah di approved Houston (untuk EM) maka baru si "mumpet" or "cepot" nya disuruh teken buat di majuin ke BPMigas. Jadi Nasionalisasi itu cuman akan terjadi kalau blok itu bener2 dikelola oleh Nasional. Nah untuk mengelola kan harus ada barangnya, tanpa barang ya ngga bisa ngapa2 in. Misalnya nih ntar dalam pengeloaan blok Mahakam kekurangan orang terus saya di tarik ya ngga NOLAK, tapi kalau di bawah TEPI ya ogah .... ngga mau balik lagi ke jaman batu, udah cukup 24th di jajah .... hiks hiks hiks.... Pegawai nasional di tempat PMA itu kaya supir F1 tapi disuruh bawa angkot ya ngga cocok. lam salam Avi 2012/10/23 Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> > On Tuesday, October 23, 2012, Yanto R. Sumantri wrote: >> >>> Five years will be very short Vick , dan yang penting kalau memang >>> maunya diberikan kpd PTM maka harus ada masa peralihan yang "smooth". Saya >>> memang terprovokasi oleh ucapan Pak Wamen yang mengatakan orang Indonesia >>> TIDAK MAMPu Tapi pagi ini , kok ucapannya berubah ya. >>> >> > Kalau soal smooth transition ini memang mungkin menjadi preseden kurang > bagus kalau masuknya PTM trus dianggap sebagai pemaksaan. > Ditanya aja Opratornya > - "bagaimana proses Indonesianisasi dijalankan selama 2 periode PSC ini ?" > Jawab > 1. "Bagus, hampir semua Indonesia sudah menduduki posisi penting. Mereka > sudah mendapatkan training yg bagus dari kami" > Action ... Ok kalau begitu proses transisi aman. Dan kemungkinan besar > smooth. (Kan pegawainya nasionalis juga, kan ?) > 2. "Wah, maaf posisi posisi kunci masih banyak dipegang oleh orang dari > bangsa kami" > Action ... Berarti operator gagal menjalankan programnya, harus dicabut > hak pengelolaannya doonk, karena gagal. Pegawai yg ada sekarang harus > diberi kesempatan agar sukses pembelajarannya, jadi perlu diambil alih > operatorship secepatnya. Supaya pembelajaran segera dimulai. > > Apapun jawabnya, tetep saja operatorship harus diambil, Bah. > Kalau belajar dari Malesa yg saya tulis di Berita IAGI, selalu saja ada > penurunan produksi selama transisi. Yg penging Harus disikapi sebagai > proses yg wajar. Yg perlu dipersiapkan jangan tpancing kepanikan. Btw, > grafik produksi blok ini sudah terlihat menurun sejak beberapa tahun lalu. > Jagan kaget aja. Penurunan produksi tetep saja akan terjadi. > > Rdp > > > -- > *"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"* >

