Sedikit nimbrung, krn dulu saya di Freeport dan sejak 2006 pindah ke KKKS. Mengenai keterbukaan yg terkait dgn geological fieldtrip dan fasilitas produksi, saya sependapat bahwa, sama saja. Hal berbeda yg saya rasakan adalah kompetisi di migas utk mendapatkan blok lebih tinggi dan dinamis dibanding di pertambangan. Di migas dalam setahun ada 2x tender regular dan penawaran langsung (via studi bersama), baik konvensional maupun non-konvensional (CBM), dimana 'players' yg setara cukup banyak. Ini mungkin yg menjadikan kita menjadi tertutup, bahkan utk sekedar pertanyaan, "sdg studi di mana saat ini?", sekalipun di kalangan internal..
Terkait subyek KK/IUP vs PSC, saya no comment krn tidak pernah membaca detil keduanya. Salam ridha 2012/11/16 noor syarifuddin <[email protected]> > Walah PakDhe ini begitu gampangnya menyimpulkan sesuatu dan > mejandikannya itu sbg satu revolusi dr kondisi yang ada... > Kalau cuman lihat core, warehouse kami sudah jadi langganan peserta > fieldtrip ke mahakam... Kalau soal fasilitas produksi juga bisa dilihat > siapa saja... Dan saya yakin sama juga di KKKS lainnya... > Jadi darimana datangnya kesimpulan bahwa mining itu lbh terbuka dr > migas... Dan juga darimana datangnya iUP lbh bgs dari PSC... Sistem kontrak > karya terakhir di migas ada di sumatra dan kemudian diubah jd psc krn > desakan banyak pihak... Lha kok skg mo mundur lg... Kalau mau lihat ke > depan, ya mari kita sempurnakan sistem yang ada dan bukan dengan model > gonta-ganti... > > > Salam > > ------------------------------ > *From: *Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>; > *To: *IAGI <[email protected]>; > *Subject: *Re: [iagi-net-l] IUP Vs KKKS > *Sent: *Fri, Nov 16, 2012 3:38:56 AM > > 2012/11/16 Ismail <[email protected]> > >> ** >> Semuanya kan tinggal bagaimana aturanya di persaratan IUP nya , Migas >> adalah kewenagnan Pusat tentunya IUP oleh Pusat juga bukan diserahkan ke >> Pemda >> Sent by Liamsi's Mobile Phone >> > > Coba kita berdiskusi ke arah kedepan. > > Betul sekali Pak Ismail. > Kalau menggunakan Ijin Usaha itu bukan berarti mudah dijual belikan dan > BUKAN berarti ditangani bupati. > > Satu hal yang sering kita terlewat adalah *isi *kontrak *isi *ijin atau > isi dari yang ditandatangani. Apapun namanya, apapun bentuknya. Sekali lagi > ISI-nya, bukan hanya bungkusnya. > > Pada kenyataannya, satu sisi positif yang saya lihat langsung dalam dunia > pertambangan adalah "KETERBUKAANNYA". Bulan kemarin ketika saya ke FREEPORT > bersama-sama pengurus MGEI kami melihat bahwa manajement, geologist serta > semua pegawai FMI itu sangat terbuka dengan data. Kami diajak melihat semua > data-data, sample, bahkan diajak masuk ke lokasi Grasberg dan juga ke > lokasi underground dan disitulah melihat BIJIH EMAS yang ditambang di FMI. > Bahkan staff serta manajementnya memberikan kebebasan kepada rombongan > untuk mengambil sample pada titik mana saja yang diperlukan. (tapi hand > speciment, bukan satu truk bijih loo). Ini menunjukkan bahwa dunia tambang > itu lebih terbuka dalam soal data ketimbang MIGAS. Pak Sukmandaru dan Arif > Zardi dari MGEI dapat menambahkan. > > Dari sisi kepegawaian, saya juga melihat bahwa Geologist-geologist > Indonesia sudah mampu dan juga hampir 95%, bahkan lebih, diisi oleh > Geologist Indonesia. Pak Wahyu yang menjadi leader geolog-geolog ini sangat > welcome pada siapa saja yang ingin tahu jerohannya Grasberg. Dan ini SANGAT > MEMBANGGAKAN ! > > Paling tidak fakta bahwa keterbukaan dan kepegawaian (Human Resources) > Indonesia justru lebih banyak prosentasenya dalam pertambangan dibanding > MIGAS yang menggunakan kontrak PSC. > > Kita memang patut berbangga dengan PSC, namun kalau karena perkembangan > dunia, perkembangan tata politik, perkembangan tehnologi serta perkebangan > kebutuhan, saya rasa berganti dari PSC ke Ijin Usaha bukanlah sebuah > kemunduran. Toh Ijin Ushaa bukan harus seperti Kontrak Karya. > > Mari kita design jenis kerjasama sendiri. > Barangkali jenis kerjasama dan tata kelola yg kita design nanti ini belum > ada di dunia. Indonesia sudah mengawali eksplorasi MIGAS 140 tahun yang > lalu, mengawali pembuatan PSC ... dan kita harus *leading *lagi menyusun > tata kelola MIGAS dengan benar ... > > Salam sukses ! > > Rovicky >

