Pak Ismail,
kemarin saya dapat bocoran masukan IPA kepada Migas untuk menggairahkan kembali 
eksplorasi di Indonesia..... yang diminta secara garis besar adalah:

- penyederhanaan proses administrasi dan birokrasi baik pada akses data, proses 
lelang, award maupun eksekusi. Seperti diketahui sekarang walau seringkali 
migas dikategorikan dalam lex specialis kayaknya de facto sudah tidak lagi. 
Demikian banyak instansi yang ingin masuk dan ikut "ngurusi" operasional 
migas..dan masing-masing pihak merasa punya hak untuk itu......

- adanya konsistensi dan kepastian hukum jangka panjang karena investasi migas 
itu siklusnya memang panjang-panjang.....

- tentunya, namanya juag usaha :-), diminta juga insentif untuk tempat-tempat 
yang masih frontier dan beresiko tinggi...

IMHO, tidak perlu kita berandai-andai untuk revolusi bongkar pasang sistem. 
Banyak yang mengakui PSC itu sudah cukup baik...tinggal bagaimana kita 
menyermpurnakan penerapannya.... karena sistem kontrak, maka tinggal 
disempurnakan saja tiap generasi kontrak baru (dan ini sudah dilakukan oleh 
rekan-rekan Mias saya kira).......saya kok nggak kebayang kalau harus revolusi 
mengubah sistem....kemungkinan besar kita akan sibuk untuk transisi sekitar 350 
kontrak (itupun kalau bisa...:-) dan malah lupa untuk cari dan produksi migas 
....:-)


salam,



________________________________
 From: "[email protected]" <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Saturday, November 17, 2012 8:59 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] IUP Vs KKKS
 
Kompas pagi ini ada tulisan Guru Besar Hukum Internasional UI
dg Judal " Pasca Bubarnya BP Migas " disitu disinggung juga
masalah rezim Kontrak vs IUP.
Pada Kalimat terakhir tulisan tsb " Salah satu upaya  tsb
adalah mengubah rezim KONTRAK yg berlaku disektor Migas menjadi
rezim IZIN., selanjutnya dapat dibaca tulisan lengkapnya
hal ini tentunya akan menjadi perdebatan pada waktu menyusun UU
Migas baru nanti
ISM



> 2012/11/16 noor syarifuddin <[email protected]>
>
>> Walah PakDhe ini begitu gampangnya menyimpulkan sesuatu dan
>> mejandikannya itu sbg satu revolusi dr kondisi yang ada...
>> Kalau cuman lihat core, warehouse kami sudah jadi langganan
>> peserta fieldtrip ke mahakam... Kalau soal fasilitas
>> produksi juga bisa dilihat siapa saja... Dan saya yakin
>> sama juga di KKKS lainnya...
>> Jadi darimana datangnya kesimpulan bahwa mining itu lbh
>> terbuka dr migas... Dan juga darimana datangnya iUP lbh bgs
>> dari PSC... Sistem kontrak karya terakhir di migas ada di
>> sumatra dan kemudian diubah jd psc krn desakan banyak
>> pihak... Lha kok skg mo mundur lg... Kalau mau lihat ke
>> depan, ya mari kita sempurnakan sistem yang ada dan bukan
>> dengan model gonta-ganti...
>> Salam
>>
>
> Monggo Mas Noor dan juga rekan-rekan lain
> Saya hanya memberikan* satu contoh riil sebagai wacana*.
> Masih jauh dari sebuah kesimpulan, wong baru sekian jam yang
> lalu. Kalau ada skema usulan kawan-kawan Anggota IAGI, nanti
> dapat kita ajukan secara resmi seperti apa design tata
> kelola yang baik. Sudah saatnya (atau sedang saat tepat)
> IAGI secara bersama-sama berpikir tentang hal ini.
>
> Threat ini masih satu sisi jenis kontrak yang kita
> bicarakan. Ada banyak yang bergulir dalam persoalan tata
> kelola migas ini. Bagaimana dengan : - Plow Back Petroleum
> Fund
> - Decomissioning Fund
> - Tatakelola Data
> - ...
>
> Saya menuliskan tentang data ini bukan hanya dari satu dua
> perusahaan tetapi komentar dari banyak perusahaan dan sudah
> masuk dalam agenda IAGI sejak jaman ADB sebagai ketua,
> bahkan mungkin juga sebelumnya. Serta kebetulan beberapa
> bulan lalu saya menjadi koordinator dalam Rapat BPMIGAS di
> Bandung utk membicarakan tentang data, itu saja. Kalau untuk
> Total saya yakin sebuah perusahaan yang sangat terbuka
> dengan menerima daerahnya dipakai sebagai tujuan wisata
> geologi, membantu dalam fieldtrip IPA, IAGI, serta Badan
> Geologi dll.
>
> Monggo silahkan input lain selain soal data.
>
> Salam
>
> RDP
> --
> *"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"*



___________________________________________________________
indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id



--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2011-2014:
Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
--------------------------------------------------------------------------------
"JCM HAGI-IAGI 2013 MEDAN, 28-31 Oktober 2013"
--------------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
For topics not directly related to Geology, users are advised to post the email 
to: [email protected]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke