Ada juga pakar geologi Handang yg meneliti. :-) ---------------------- Sabtu,
23 Februari 2013
   Ekspedisi Tiga Dimensi Danau Tarusan Kamang

<http://3.bp.blogspot.com/-hY6Z8a8c5pE/USi36VnOy7I/AAAAAAAAXL4/BRiWXUcjMmY/s1600/9.jpg>
*Pakar Geologi Prof. Handang Bakhtiar bersama Bupati  Agam Indra Catri
meninjau langsung lokasi Tarusan Danau Tarusan Kamang yang disebut dengan
danau yang penuh teka teki dan misterius. Sabtu (23/2).*

Pada kunjungan tersebut, juga diikuti oleh puluhan fotografer, jurnalistik,
Putri Indonesia dan Sumbar, serta ratusan masyarakat.


<http://2.bp.blogspot.com/-4bcfew5meX0/USi2ivVLetI/AAAAAAAAXK8/2Fu98AmzYLE/s1600/1.jpg>Alasannya,
Bupati Agam bersama Pakar Geologi ingin membuktikan, kebenaran akan tentang
misteriusnya Danau Tarusan Kamang.

Sebelum menuju ketempat lokasi, rombongan yang dipimpin Bupati Agam
tersebut disambut oleh Tambua Tansa dari anak nagari Kamang Magek dan Dinas
Pariwisata Kabupaten Agam.

Menurut cerita salah seorang warga sekitar Danau Suarni (62) mengatakan,
tidak seorangpun yang tahu pasti, kapan danau ini menggenang dan kapan akan
mengering lagi jadi padang rumput. Kata dia, "Satu-satunya yang sering
menjadi petanda bagi kami adalah, adanya bunyi dentuman dipojok danau. Bila
pada waktu terdengar bunyi dentuman, itu petanda esok harinya akan muncul
dan menggenang secara berangsur-angsur membentuk danau, "ungkapnya di
hadapan Bupati Agam bersama Pakar Geologi Prof. Handang Bakhtiar.

<http://4.bp.blogspot.com/-kGjL3adlN8M/USi3sYio6GI/AAAAAAAAXLg/qmGVzvIQbCc/s1600/5.jpg>Dia
menambahkan, tak ada sungai di Tarusan Kamang, air itu muncul dan
menghilang begitu saja keperut bumi, dan pergantian itu terjadi 2 kali
setahun bahkan lebih.

Kemudian, Handang Bakhtiar yang didampingi Bupati Agam meneliti
kebenarannya, setelah beberapa jam kemudian, ternyata memang ada
kebenarannya. Karena, melihat ada sebuah titik lobang yang diprediksi
disana tempat air keluar dan masuknya.

<http://4.bp.blogspot.com/-6p8KoFJGUWU/USi3uVdIelI/AAAAAAAAXLw/Wada1BeJxyE/s1600/6.jpg>Pakar
Geologi Prof. Handang Bakhtiar mengatakan lobang yang ditemukan itu, belum
sepenuhnya menjadi alasan akan terjadinya pasang surut danau tersebut,
melainkan karena ada efek pelarutan air yang terjadi didalam tanah. Namun
sebelum itu, saya secara peribadi sangat terkagum dan belum pernah melihat
Danau seperti ini didunia, "Adapun sama, tapi tidak menyerupai yaitu Danau
Karsl yang ada di negara Italia, "kata Handang.
<http://3.bp.blogspot.com/-IaFmkRhaDMs/USi3timz_GI/AAAAAAAAXLo/qj9BRUOajlQ/s1600/8.jpg>Handang
menambahkan, dia akan terus melakukan penelitian hingga selesai, alasannya
Danau Tarusan Kamang memiliki banyak hipotesa-hipotesa. dan disisi lain
danau ini terletak pada zona patahan Sumatera bagian timur.

<http://1.bp.blogspot.com/-SyJQzRNsDsk/USi3mHBY14I/AAAAAAAAXLQ/pSU9Aisx9nA/s1600/3.jpg>Handang
berharap, agar masyarakat terus menjaga keaslian Danau Tarusan Kamang ini
secara berkelanjutan.

Kemudian, Bupati Agam Indra Catri dihadapan puluhan fotografer dan
jurnalistik mengatakan, bahwa Danau Tarusan Kamang pantas dikatakan dengan
" Ekspedisi Tiga Dimensi Danau Tarusan Kamang". Kata Bupati, alasannya,
danau kamang memiliki fenomena alam, fotografi, dan paralayang.

<http://4.bp.blogspot.com/-kjfiInYzCO8/USi3k-0rzaI/AAAAAAAAXLI/owd3hj-NW3Q/s1600/10.jpg>Dengan
adanya potensi alam seperti itu, Bupati berharap kepada masyarakat sekitar
danau tarusan kamang untuk terus gali objek alam yang ada secara
berkelanjutan karena terdapat vegetasi sumber daya alam yang lengkap.

<http://2.bp.blogspot.com/-epbeqaQvHMI/USi3mSBOp5I/AAAAAAAAXLU/sehX8UTq7yk/s1600/2.jpg>Sebelum
itu, Bupati berpesan, "Jangan kita melakukan tindakan kalau tidak tahu
sebenarnya potensi alam yang dimiliki danau, karena dengan ketidaktahuan
itu nantinya akan menyebabkan kerusakan".

Bupati berharap, agar masyarakat selalu menjaga, melestarikan dan
memanfaatkan sumber daya alam yang ada di danau tarusan kamang, dengan
tidak merubah sedikitpun fisiknya sehingga nantinya akan meningkatkan
pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Pada ekspedisi tersebut, Bupati Agam bersama rombongan makan siang bersama
dengan ratusan masyarakat dikawasan pinggir danau tarusan kamang, dengan
menggunakan daun pisang pengganti piring. (IF)



2013/3/2 mohammad syaiful <[email protected]>

> Asyik juga, cak Andang.
> Tapi apakah benar umurnya (dasar danau berupa batugamping) adalah 400 juta
> tahun? Pra Tersier? Batuan dasar atau formasi apa gerangan?
>
> Salam dari mBogor,
> Syaiful
>
>
> 2013/3/2 Andang Bachtiar <[email protected]>
>
>> Tarusan Kamang, Integrasi Wisata dan Riset Ilmiah
>> Rabu, 27 February 2013 | 01:52 WIB
>>
>> MI/Yose Hendra/ip
>>
>> Metrotvnews.com, Padang: Rakit itu mulai menepi. Tini, 50, juru kemudi
>> dengan cekatan menujamkan gala ke sedimen keras di danau karst pada
>> cekungan pegunungan Bukit Barisan tersebut. Dorongan dari tuas tersebut
>> mempercepat laju rakit.
>>
>> Dia tak sabar lagi hendak melarutkan diri dalam keramaian di pinggir
>> danau bernama Tarusan Kamang itu. Dalam rakit itu dia membawa serta
>> keluarganya.
>> Hari itu, Sabtu (23/2), warga sekitar pinggir Tarusan Kamang, Nagari
>> Kamang Mudiak, Kabupaten Agam, berbondong-bondong menuju padang rumput asri
>> dekat ‘telinga’ danau.
>>
>> Mereka begitu antusias menjadi tuan rumah yang baik bagi tamu yang datang
>> seperti geolog, fotografer, planalog, dan penggiat wisata. “Tarusan ini
>> kadang berair kadang kering. Terakhir kering Mei lalu. Kalau kering,
>> tarusan berfungsi menjadi lapangan bola, dan kami ke ladang di perbukitan
>> Pupuakan hanya berjalan kaki," jelas Tini.
>>
>> Tarusan Kamang merupakan jenis danau karst. Namun, jika danau sejenis
>> kandungan air tergantung intensitas cuaca, kondisi danau Tarusan Kamang
>> berubah-ubah. Kadang berair, kadang kering, yang masih misteri selama ini.
>>
>> Untuk memecahkan misteri tersebut, berawal gonjang-ganjing sebuah foto
>> 'dua wajah' danau yang dijepret fotografer Erison J. Kambari, beberapa
>> orang geolog tertarik datang untuk meneliti.
>>
>> Sejauh ini, masyarakat setempat menganggap fenomena tersebut sebagai
>> siklus biasa yang telah ada sejak dahulu kala. Mereka menilai air yang ada
>> diisap mulut goa yang ada di bibir terusan, sebab itu terkadang kering.
>>
>> Menurut warga sekitar, Imran Malin Mudo, 50, ada tujuh mulut goa di bibir
>> danau, di kaki bukit Pupukan. "Air yang ada di danau ini mengalir melalui
>> sungai bawah tanah di menuju ke Simarasok, Baso, Kabupaten Agam," ujarnya.
>>
>> Dia menambahkan, rata-rata danau ini mengalami kekeringan satu kali dalam
>> setahun. "Masa berair lebih lama ketimbang masa kering. Danau ini pernah
>> berair terus selama 2 tahun,” ucapnya.
>>
>> Menurutnya, proses berair terjadi selama satu bulan. “Air datang saja
>> tiba-tiba. Tak tergantung curah hujan. Berair di saat musim kering. Kering
>> saat musim hujan. Seiring itu, ikan juga bermunculan,” katanya.
>>
>> Pada 2000-an, dikatakan Imran, pernah terjadi keanehan. Mula genangan air
>> saat itu ditandai dengan letusan seperti dentuman meriam. Lokasi bunyinya
>> sekitar 'telinga' tarusan, di dekat bukit Pupukan. Terlepas dari folklor
>> itu, danau Tarusan Kamang memiliki potensi wisata plus riset ilmiah
>> berkelas dunia jika dikelola dengan baik.
>>
>> Menanggapi hal itu, Bupati Agam Indra Catri mengatakan untuk dijadikan
>> objek pariwisata memang menarik, tapi ekspektasi jangan terlalu tinggi.
>> Tahap awal wisat, menurutnya harus survei dulu.
>>
>> Danau Tarusan Kamang, ujar Indra, memang menjanjikan karena terjadi
>> perpaduan landscape natural dan kultural. “Sebelum menjadikan
>> tempat wisata, kita harus mempertimbangkan dulu keseriusan masyarakat,
>> harapan masyarakat, budi daya yang telah dilakukan masyarakat. Setelah itu
>> baru kita tata sedemikian rupa, dan bangun akses,” jelasnya.
>>
>> Selain menarik untuk jadi objek wisata, danau dengan luas sekitar 0,38 km
>> persegi atau 38 ha tersebut juga seksi sebagai objek studi ilmiah. Menurut
>> Indra, kawasan danau tersebut punya kans untuk subjek studi planologi,
>> morfologi, kegempaan, geologi, geografi, vegetasi air.
>>
>> "Kawasan danau merupakan jalur patahan Semangka. Ada getaran lain yang
>> juga muncul di sini. Ada vegetasi yang unik. Perpaduan ini merupakan
>> landscape yang mesti dieksploitasi dari hari ke hari,” tutur Indra.
>>
>> Danau Tarusan Kamang selama ini dimanfaatkan warga untuk budi daya ikan,
>> kubangan kerbau, memancing, dan mandi. Kala kering, ikan-ikan yang
>> menghiasi tarusan banyak terperangkap dalam tambak-tambak yang dipasang
>> sebagian warga. Ada beragam jenis ikan di sana seperti pantau, nila, rayo,
>> panser, bada putih.
>>
>> Misteri Mulai Terpecahkan
>>
>> Ekpedisi Danau Tarusan Kamang yang dimotori penggiat wisata Sumatra Barat
>> Nafrin Nafilus mendatangkan geolog ternama Andang Bachtiar, Kurnia Chalik,
>> dan Purnama. Melalui ekspedisi itu, fenomena hilang timbulnya air danau
>> selama ini bisa diungkap. Di balik ekspedisi itu tersirat  asa, kawasan
>> tersebut bisa menjadi pusat riset plus wisata berkelas dunia.
>>
>> Danau Tarusan Kamang memang unik dibanding danau sejenis di Indonesia.
>> Menurut Andang, danau karst yang tiba-tiba kering dan tiba-tiba berair
>> hanya ada dua di dunia yakni Tarusan Kamang dan danau di Italia.
>>
>> Dalam ekspedisi tersebut, tim melakukan tracking kasar. Sisi timur danau,
>> jelas Andang, didapatkan bukti nyata patahan sumatra yang masih aktif di
>> tebing dan bebatuan. Runtuhan patahan dengan bekas-bekas slicken side
>> (gores garis) pada bidang patahan bergerak ke arah selatan.
>>
>> Di samping itu, para peneliti juga menemukan bukti bahwa padang rumput
>> yang datar di tepian tarusan adalah suatu kipas alluvial, morfologi serupa
>> kipas. Ujung titik kipas ada di bagian atas (apex) dan ujung setengah
>> lingkaran kipas membentang di bagian bawah (obe). Keseluruhannya seolah
>> bersandar pada suatu dinding lembah atau tepian suatu cekungan.
>>
>> Di bagian atasnya berhubungan dengan suatu alur atau saluran yang pada
>> waktu-waktu tertentu menjadi sungai. Bentukan kipas aluvial khas terjadi di
>> tepian cekungan yang dindingnya merupakan patahan normal atau patahan turun.
>>
>> “Kalau tidak ada alur atau saluran di atasnya, bentukan ini kami sebut
>> saja sebagai faset segitiga atau triangular facet yang merupakan ciri khas
>> jalur patahan normal (patahan turun),” tukasnya. Menurutnya, keduanya jenis
>> morfologi yang berkembang di Tarusan Kamang.
>>
>> Andang juga menemukan patahan sumatra berpijar di hampir sepanjang danau.
>> Dalam riset yang dilakukan Andang pada batu gamping di barat-timur,
>> terdapat bidang rekah-rekah dan kipas alluvial yang berdimensi Iebih kecil.
>>
>> “Hasil tracking ke peta SRTM didapatkan bukti penunjang morfologi yang
>> menguatkan dugaan bahwa Danau Tarusan Kamang selain punya sifat danau
>> karst juga punya komponen danau tektonik pisah renggang,” ulas Dewan
>> Penasihat Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) ini.
>>
>> Menurut Andang, batu gamping tersebut diperkirakan berumur 400 juta
>> tahun. Danau Tarusan Kamang berusia sekitar 150 ribu tahun. Selain
>> menemukan dominasi batu gamping kristalin termarmerkan dan terekahkan
>> (xtallin marbleized fractured limestone), Andang cs juga menemukan
>> lapisan-lapisan filit melapuk di dinding-dinding tempat parkir dan bongkah
>> kwarsit di sebuah pulau kecil di tengah danau. "Jenis-jenis batuan yang
>> terakhir tersebut termasuk ke dalam kelompok formasi kuantan yang umurnya
>> sama tuanya dengan batu gamping xtallin,” jelasnya.
>>
>> Pascariset awal, Andang mengatakan kering-terisi Danau Tarusan Kamang
>> merupakan fenomena bejana berhubungan antara sungai-sungai bawah tanah yang
>> ada di kedalaman tebing dan punggungan gunung batu gamping di bagian timur
>> dan selatan danau dengan rendahan atau cekungan yang dibentuk
>> patahan-patahan.
>>
>> “Ketika muka air sungai bawah tanah surut sampai level lebih rendah dari
>> dasar danau, maka danau pun mengering. Jika muka air sungai meninggi, air
>> danau pun terisi,” jelasnya.
>>
>> Kelanjutan penelitian, Andang mengatakan, perlu dilakukan memetakan
>> gua-gua dan sungai bawah tanah (caving-speleologi expedition) Tarusan
>> Kamang, penjelajahan bukit morfologi sungai di seputaran danau untuk
>> dokumentasi aspek struktur stratigrafi, hasil tes dan contoh berbagai jenis
>> air di danau, dan sekitarnya.
>>
>> “Sampel-sampel batuan dan juga sedimen danau modern telah diambil untuk
>> nanti dianalisis di laboratorium petrografi dan palinologi untuk menentukan
>> sifat dan umur batuan maupun umur pembentukan danau,” ucap Andang.
>>
>> Pada Juni atau Juli mendatang, Andang berencana membawa ahli karbonat
>> dari Afrika untuk melanjutkan riset batu gamping di kawasan Danau Tarusan
>> Kamang. (Yose Hendra/Was)
>>
>>
>
>
> --
> Mohammad Syaiful - Explorationist, Consultant Geologist
> Mobile: 62-812-9372808
> Emails:
> [email protected] (business)
> [email protected]
>
> President Director of
> Exploration Think Tank Indonesia (ETTI)
>



-- 
***********************************
Amir Al Amin
Operations/ Wellsite Geologist
(62)811592902
amir13120[at]yahoo.com
amir.al.amin[at]gmail.com
************************************

Kirim email ke