Salam,
Kalo IAGI ingin membentuk organisasi Geowisata, ada Yudi Satria Purnama yg bisa 
dipertimbangkan untuk mengkomandoinya. Ini hanya sekedar saran.

Yud, mainkanlah!

Benz

Sent from my iPad

On 02/03/2013, at 7:50 AM, Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> wrote:

> Menarik Pak ADB,
> Sisi lain dari geologi yg harus dikembangkan. Sewaktu di PIT di Jogja tahun 
> lalu sudah dicanagankan keinginan  kawan-kawan untuk membentuk MAPEGI - 
> Masyarakat Peminat Geowisata Indonesia, yang rencananya dibawah IAGI juga. 
> semoga MAPEGI dapat benar-benar terbentuk dan berkembang. Termasuk hal-hal 
> spektakuler yang dilakukan Pak Andang.
> Great !
> 
> Rovicky
> 
> On Saturday, March 2, 2013, Andang Bachtiar wrote:
> Tarusan Kamang, Integrasi Wisata dan Riset Ilmiah
> Rabu, 27 February 2013 | 01:52 WIB
> 
> MI/Yose Hendra/ip
> 
> Metrotvnews.com, Padang: Rakit itu mulai menepi. Tini, 50, juru kemudi dengan 
> cekatan menujamkan gala ke sedimen keras di danau karst pada cekungan 
> pegunungan Bukit Barisan tersebut. Dorongan dari tuas tersebut mempercepat 
> laju rakit.
> 
> Dia tak sabar lagi hendak melarutkan diri dalam keramaian di pinggir danau 
> bernama Tarusan Kamang itu. Dalam rakit itu dia membawa serta keluarganya.
> Hari itu, Sabtu (23/2), warga sekitar pinggir Tarusan Kamang, Nagari Kamang 
> Mudiak, Kabupaten Agam, berbondong-bondong menuju padang rumput asri dekat 
> ‘telinga’ danau.
> 
> Mereka begitu antusias menjadi tuan rumah yang baik bagi tamu yang datang 
> seperti geolog, fotografer, planalog, dan penggiat wisata. “Tarusan ini 
> kadang berair kadang kering. Terakhir kering Mei lalu. Kalau kering, tarusan 
> berfungsi menjadi lapangan bola, dan kami ke ladang di perbukitan Pupuakan 
> hanya berjalan kaki," jelas Tini.
> 
> Tarusan Kamang merupakan jenis danau karst. Namun, jika danau sejenis 
> kandungan air tergantung intensitas cuaca, kondisi danau Tarusan Kamang 
> berubah-ubah. Kadang berair, kadang kering, yang masih misteri selama ini.
> 
> Untuk memecahkan misteri tersebut, berawal gonjang-ganjing sebuah foto 'dua 
> wajah' danau yang dijepret fotografer Erison J. Kambari, beberapa
> orang geolog tertarik datang untuk meneliti.
> 
> Sejauh ini, masyarakat setempat menganggap fenomena tersebut sebagai siklus 
> biasa yang telah ada sejak dahulu kala. Mereka menilai air yang ada diisap 
> mulut goa yang ada di bibir terusan, sebab itu terkadang kering.
> 
> Menurut warga sekitar, Imran Malin Mudo, 50, ada tujuh mulut goa di bibir 
> danau, di kaki bukit Pupukan. "Air yang ada di danau ini mengalir melalui
> sungai bawah tanah di menuju ke Simarasok, Baso, Kabupaten Agam," ujarnya.
> 
> Dia menambahkan, rata-rata danau ini mengalami kekeringan satu kali dalam 
> setahun. "Masa berair lebih lama ketimbang masa kering. Danau ini pernah 
> berair terus selama 2 tahun,” ucapnya.
> 
> Menurutnya, proses berair terjadi selama satu bulan. “Air datang saja 
> tiba-tiba. Tak tergantung curah hujan. Berair di saat musim kering. Kering 
> saat musim hujan. Seiring itu, ikan juga bermunculan,” katanya.
> 
> Pada 2000-an, dikatakan Imran, pernah terjadi keanehan. Mula genangan air 
> saat itu ditandai dengan letusan seperti dentuman meriam. Lokasi bunyinya 
> sekitar 'telinga' tarusan, di dekat bukit Pupukan. Terlepas dari folklor itu, 
> danau Tarusan Kamang memiliki potensi wisata plus riset ilmiah berkelas dunia 
> jika dikelola dengan baik.
> 
> Menanggapi hal itu, Bupati Agam Indra Catri mengatakan untuk dijadikan objek 
> pariwisata memang menarik, tapi ekspektasi jangan terlalu tinggi.
> Tahap awal wisat, menurutnya harus survei dulu.
> 
> Danau Tarusan Kamang, ujar Indra, memang menjanjikan karena terjadi perpaduan 
> landscape natural dan kultural. “Sebelum menjadikan
> tempat wisata, kita harus mempertimbangkan dulu keseriusan masyarakat, 
> harapan masyarakat, budi daya yang telah dilakukan masyarakat. Setelah itu 
> baru kita tata sedemikian rupa, dan bangun akses,” jelasnya.
> 
> Selain menarik untuk jadi objek wisata, danau dengan luas sekitar 0,38 km 
> persegi atau 38 ha tersebut juga seksi sebagai objek studi ilmiah. Menurut
> Indra, kawasan danau tersebut punya kans untuk subjek studi planologi, 
> morfologi, kegempaan, geologi, geografi, vegetasi air.
> 
> "Kawasan danau merupakan jalur patahan Semangka. Ada getaran lain yang juga 
> muncul di sini. Ada vegetasi yang unik. Perpaduan ini merupakan landscape 
> yang mesti dieksploitasi dari hari ke hari,” tutur Indra.
> 
> Danau Tarusan Kamang selama ini dimanfaatkan warga untuk budi daya ikan, 
> kubangan kerbau, memancing, dan mandi. Kala kering, ikan-ikan yang menghiasi 
> tarusan banyak terperangkap dalam tambak-tambak yang dipasang sebagian warga. 
> Ada beragam jenis ikan di sana seperti pantau, nila, rayo, panser, bada putih.
> 
> Misteri Mulai Terpecahkan
> 
> Ekpedisi Danau Tarusan Kamang yang dimotori penggiat wisata Sumatra Barat 
> Nafrin Nafilus mendatangkan geolog ternama Andang Bachtiar, Kurnia Chalik, 
> dan Purnama. Melalui ekspedisi itu, fenomena hilang timbulnya air danau 
> selama ini bisa diungkap. Di balik ekspedisi itu tersirat  asa, kawasan 
> tersebut bisa menjadi pusat riset plus wisata berkelas dunia.
> 
> Danau Tarusan Kamang memang unik dibanding danau sejenis di Indonesia. 
> Menurut Andang, danau karst yang tiba-tiba kering dan tiba-tiba berair hanya 
> ada dua di dunia yakni Tarusan Kamang dan danau di Italia.
> 
> Dalam ekspedisi tersebut, tim melakukan tracking kasar. Sisi timur danau, 
> jelas Andang, didapatkan bukti nyata patahan sumatra yang masih aktif di 
> tebing dan bebatuan. Runtuhan patahan dengan bekas-bekas slicken side (gores 
> garis) pada bidang patahan bergerak ke arah selatan.
> 
> Di samping itu, para peneliti juga menemukan bukti bahwa padang rumput yang 
> datar di tepian tarusan adalah suatu kipas alluvial, morfologi serupa kipas. 
> Ujung titik kipas ada di bagian atas (apex) dan ujung setengah lingkaran 
> kipas membentang di bagian bawah (obe). Keseluruhannya seolah bersandar pada 
> suatu dinding lembah atau tepian suatu cekungan.
> 
> Di bagian atasnya berhubungan dengan suatu alur atau saluran yang pada 
> waktu-waktu tertentu menjadi sungai. Bentukan kipas aluvial khas terjadi di 
> tepian cekungan yang dindingnya merupakan patahan normal atau patahan turun.
> 
> “Kalau tidak ada alur atau saluran di atasnya, bentukan ini kami sebut saja 
> sebagai faset segitiga atau triangular facet yang merupakan ciri khas jalur 
> patahan normal (patahan turun),” tukasnya. Menurutnya, keduanya jenis 
> morfologi yang berkembang di Tarusan Kamang.
> 
> Andang juga menemukan patahan sumatra berpijar di hampir sepanjang danau. 
> Dalam riset yang dilakukan Andang pada batu gamping di barat-timur, terdapat 
> bidang rekah-rekah dan kipas alluvial yang berdimensi Iebih kecil.
> 
> “Hasil tracking ke peta SRTM didapatkan bukti penunjang morfologi yang 
> menguatkan dugaan bahwa Danau Tarusan Kamang selain punya sifat danau
> karst juga punya komponen danau tektonik pisah renggang,” ulas Dewan 
> Penasihat Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) ini.
> 
> Menurut Andang, batu gamping tersebut diperkirakan berumur 400 juta tahun. 
> Danau Tarusan Kamang berusia sekitar 150 ribu tahun. Selain menemukan 
> dominasi batu gamping kristalin termarmerkan dan terekahkan (xtallin 
> marbleized fractured limestone), Andang cs juga menemukan lapisan-lapisan 
> filit melapuk di dinding-dinding tempat parkir dan bongkah kwarsit di sebuah 
> pulau kecil di tengah danau. "Jenis-jenis batuan yang terakhir tersebut 
> termasuk ke dalam kelompok formasi kuantan yang umurnya sama tuanya dengan 
> batu gamping xtallin,” jelasnya.
> 
> Pascariset awal, Andang mengatakan kering-terisi Danau Tarusan Kamang 
> merupakan fenomena bejana berhubungan antara sungai-sungai bawah tanah yang 
> ada di kedalaman tebing dan punggungan gunung batu gamping di bagian timur 
> dan selatan danau dengan rendahan atau cekungan yang dibentuk patahan-patahan.
> 
> “Ketika muka air sungai bawah tanah surut sampai level lebih rendah dari 
> dasar danau, maka danau pun mengering. Jika muka air sungai meninggi, air 
> danau pun terisi,” jelasnya.
> 
> Kelanjutan penelitian, Andang mengatakan, perlu dilakukan memetakan gua-gua 
> dan sungai bawah tanah (caving-speleologi expedition) Tarusan Kamang, 
> penjelajahan bukit morfologi sungai di seputaran danau untuk dokumentasi 
> aspek struktur stratigrafi, hasil tes dan contoh berbagai jenis air di danau, 
> dan sekitarnya.
> 
> “Sampel-sampel batuan dan juga sedimen danau modern telah diambil untuk nanti 
> dianalisis di laboratorium petrografi dan palinologi untuk menentukan sifat 
> dan umur batuan maupun umur pembentukan danau,” ucap Andang.
> 
> Pada Juni atau Juli mendatang, Andang berencana membawa ahli karbonat dari 
> Afrika untuk melanjutkan riset batu gamping di kawasan Danau Tarusan Kamang. 
> (Yose Hendra/Was)
> 
> 
> 
> -- 
> - Seorang manusia terlihat tinggi bila dia tidak merendahkan yang lain -

Kirim email ke