Betul pak Ang,{(maaf kalo salah) aku ingat pak Ong} yang pasti 
porositas/permeabilitas tidak sama.
Seperti halnya papan tipis yang ditumpuk, kekuatan vertikal dari papan akan 
lebih kecil daripada kekuatan horisontalnya. 
Apa betul begitu?
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Anggoro Dradjat <[email protected]>
Sender: <[email protected]>
Date: Wed, 20 Mar 2013 10:36:40 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net] Geologi dan Geofisika Shale: Fracture dan Fracturing
Dear Pak Bandono,

Betul sekali pak, memang lanau atau sillt diendapkan secara lateral,
sehingga kita lihat perulangan secara vertikal; karena perulangan vertikal
inilah yang akan mengakibatkan kepada perbedaan sifat mekanika secara
vertikal dan horizontal.
Semakin banyak layering akan menyebabkan perbedaan yang semakin besar dari
sifat mekanika horizontal dan vertikal.


Dear Abah,

Sepertinya yang mendaftar untuk menghadiri sangat sedikit sehingga tidak
mungkin dilaksanakan.


Salam
Anggoro



2013/3/20 Yanto R. Sumantri <[email protected]>

> Mungkin ada yang tahu alasan pembatalan AAPG GTW 2013 ?
>
> si Abah
>
>   ------------------------------
> *From:* Anggoro Dradjat <[email protected]>
> *To:* iagi-net <[email protected]>
> *Sent:* Wednesday, March 20, 2013 9:02 AM
>
> *Subject:* [iagi-net] Geologi dan Geofisika Shale: Fracture dan Fracturing
>
> * *
> Dear All,
>
> Sehubungan dengan dibatalkannya AAPG GTW 2013 di Bali maka saya akan
> menggunakan material presentasi yang sudah kami buat untuk dijadikan bahan
> diskusi di miling list ini karena saya ngak punya tempat lain. kami
> merencanakan akan memasukan sebagai ceritra berkesimabungan dalam 18 sesion.
>
> Ide-ide dasar dari penelitian kami adalah mengembangkan konsep metodologi
> geologi geofisika, sehingga kami selalu mengambil bahan2 yang selalu
> menjadi intersection kedua bidang keilmuan ini.
>
> Kami berpendapat geofisika pada awalnya adalah bahagian dari bidang
> keilmuan geologi, di Indonesia semakin lama sparasi semakin besar dan
> penelitian keilmuan dasar yang mencakup intersection pada bidang ini
> semakin sedikit. sedangkan untuk applikasi praktis di industri tidaklah
> sedemikian halnya.
>
> Salah satu paper kami berjudul:
> Modeling VTI Anisotropy Amplitude and Mechanical Properties of Kerogen In
> Shale Usaing Publish Papers Data as an Analogue Example.
>
> Isotropi shale:
> Shale diendapkan pada lingkungan energi rendah, faktor-faktor yang
> mempengaruhi terbentuknya edapan shale adalah: 1. sedimen supply 2. naik
> turunya muka air 3. subsidence/ uplift.
> Ketika proses sedimentasi dalam kondisi dimana rate sedimentasi dan rate
> akomodasi dalam keadaan stabil dan mineralogy sediment supply tidak
> mengalami perubahan maka terbentuklah isotropic shale.
>
> Anisotropi shale:
> Anisotropi shale terbentuk jika perubahan lingkunan pengendapan dari shale
> banyak mengalami perubahan, dimana terjadi perubahan energy pengendapan
> yang bervariasai dengan sedimen supply yang juga bervariasi, mineralogi
> yang diendapkan juga bervariasai paling tidak meliputi mineral clay,
> mineral organic dan kwarsa atau carbonate.
>
> VTI anisotropi shale:
> Karena shale diendapkan secara layering secara vertikal maka sifat
>  mekanikanya juga berbeda antara sifat mekanika vertikal dan horizontalnya
> dan untuk shale sifat ini kita sebut dengan VTI ( vertical transfer
> isotropic)
> Sifat mekanika dari masing masing lapisan bergantung kepada: mineralogi,
> porositas dan kandungan zat organik.
>
> Response seismic dari shale:
> Seismic respon dari shale dipengaruhi dari sifat anisotropynya yang
> menggambarkan dinamika dari sedimentasi.
>
> Untuk mendapatkan data riel dari shale belum memungkinkan oleh sebab itu
> kami mengumpulkan data "publish paper" yang menghubungkan antara mineralogi
> shale dengan sifat mekanisnya.
>
>
> Mudah  mudahan bermanfaat.
>
> Salam
> Anggoro Dradjat
>
>
>
>
>
>

Kirim email ke