Saya kira pekerjaan itu seleksi alam dan sangat countryless dan borderless 
apapun kewarganegaraan kita, yg dibutuhkan Skill Set, kalo MEET Req maka ya 
bayaran ngga jadi masalah

Setuju bahwa Nasionalisme tidak akan luntur meskipun kita kerja di LN, ini 
masalah rezki yg lagi di buka oleh yg Maha Kuasa buat yg mau berusaha

Jangan lupa In Country juga ga kalah menarik offernya tapi tentu tidak sebagus 
yg di LN

Nasionalisme kita aka FADE AWAY kalao melihat kisruh politik di mana2

Seandainya Indonesia kuat kaya US otomatis nasionalisme akan terbentuk dg 
sendirinya

Yakin bahwa ga semua warga US bisa lagu kebangsaannya

Lam salam
Avi
Masih di Jakarta

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: <[email protected]>
Date: Wed, 24 Apr 2013 02:24:07 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net] RI Kekurangan Tenaga Perminyakan?

Bekerja di luar negri itu juga mengibarkan bendera merah putih, mengharumkan 
nama bangsa. 
Apalagi dengan segudang prestasi dan reputasi, disamping juga membawa devisa.

Yang di luar negri dan di dalam negri sama2 bekerja dengan semangat 
nasionalisme. 

Yang bekerja di swasta nasional/internasional, dan di pemerintahan sama2 
bekerja dengan semangat nasionalisme.

Jalan yg ditempuh dan konsekwensi yg diterimanya yg berbeda. Masing2 harus 
ikhlas dan istiqomah dengan pilihannya.

Tidak perlu saling menilai pihak lain anti-nasionalisme.

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Muhammad Walfajri <[email protected]>
Sender: <[email protected]>
Date: Tue, 23 Apr 2013 22:28:28 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net] RI Kekurangan Tenaga Perminyakan?
Sekadar tambahan informasi, eksodus tenaga skills Indonesia juga banyak
terjadi di sektor hilir migas (petrokimia), penerbangan dan industri lain
seperti pupuk.
- Ahli2 Petrokimia dari Cilegon pada lari ke UAE (Bouroge), Sadaf (Saudi
Petrochemical), Qapco (Qatar Petrochemical Company), dll.
- Orang2 dari industri pupuk seperti di Aceh (Asean Aceh Fertilizer yg
sudah tutup krn kekurangan pasokan gas) & Pupuk Iskandar Muda, pada lari ke
Fertil (UAE), Qafco (Qatar Fertilizer Company, Safco (Saudi Fertilizer
Company), dll.
- Ahli2 penerbangan dari PT DI pada beterbangan ke berbagai pelosok negara.
Salah satunya di UAE, yg hingga kini mengoperasikan 7 buah pesawat
kebanggaan Prof Habibie (CN-235) utk memonitor pesisir & pulau2nya di teluk
Arab, dimana instruktur dan para teknisi tentunya pindahan dari pabrik di
Bandung.

Bangsa kita yg sudah bertebaran di berbagai belahan bumi ini bukan berarti
tidak memiliki nasionalisme, sebagian besar tetaplah berjiwa merah putih,
dan hasil keringat mereka tentunya menjadi sumber kemakmuran selain buat
keluarga dan saudara2 lain di tanah air, juga merupakan sumbangan devisa
negara yg sangat besar.

Salam,
Muhammad Walfajri

Kirim email ke