Ya deny juanda juga pernah lakukan di gua bribin. Guanya jelas ada, mau tau 
resistivitinya. Kala itu belum ada geoscanner.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Franciscus B Sinartio <[email protected]>
Sender: <[email protected]>
Date: Thu, 2 May 2013 23:35:31 
To: [email protected]<[email protected]>; Forum Himpunan Ahli Geofisika 
Indonesia<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Cc: [email protected]<[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net] Re: [Forum-HAGI] [iagi-net] Aplikasi GPR utk Arkeologi
Terima kasih Pak Setiabudi,

sudah lama ngak ketemu ya.

btw,  saya disini juga lagi main2 sama gua, tapi gua limestone alias karst.

salam,
frank



________________________________
 From: Setiabudi Djaelani <[email protected]>
To: "[email protected]" <[email protected]>; Forum Himpunan Ahli Geofisika 
Indonesia <[email protected]> 
Cc: "[email protected]" <[email protected]> 
Sent: Thursday, May 2, 2013 11:21 PM
Subject: RE: [iagi-net] Re: [Forum-HAGI] [iagi-net] Aplikasi GPR utk Arkeologi
 


Frank,
 
Ini ada contoh survey Geoscanner (Geolistrik) untuk deteksi gua di Pacitan.
Gua (cave) direpresentasikan oleh reistivity yang sangat tinggi.
 
Salam,
Setiabudi
 
 
 
From:[email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Franciscus B 
Sinartio
Sent: 02 Mei 2013 22:12
To: [email protected]; Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia
Subject: Re: [iagi-net] Re: [Forum-HAGI] [iagi-net] Aplikasi GPR utk Arkeologi
 
Ndang,
bagi dong  hasil study nya diatas Goa Jepang itu.
apa lakukan juga survey yang lain?
 
terima kasih sebelumnya.
 
salam,
 
frank
 
 

________________________________

From:"[email protected]" <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Thursday, May 2, 2013 9:30 AM
Subject: Re: [iagi-net] Re: [Forum-HAGI] [iagi-net] Aplikasi GPR utk Arkeologi
 
Kita juga sdh kalibrasi di atas Goa Jepang Dago Pakar, Frankm

ADB
Powered by Telkomsel BlackBerry®

________________________________

From: "Muharram Jaya Panguriseng" <[email protected]> 
Date: Thu, 2 May 2013 14:25:56 +0000
To: Iagi-net<[email protected]>; Forum HAGI<[email protected]>
ReplyTo: [email protected] 
Subject: Re: [iagi-net] Re: [Forum-HAGI] [iagi-net] Aplikasi GPR utk Arkeologi
 
Ketemu Pak Franc, setelah ngotak-ngatik mbah google ketemu di Wikipedia bahwa 
resistivity of air pada suhu 20 degC= 1.3x10^16 - 3.3x10^16 Ohmm (wow besar 
sekali). Sumber Wikipedia adalah paper Pawar dkk pada Journal of Geophysical 
Research Vol 114 yang sayang tidak bisa saya akses.

Walaupun riset Pawar ini adalah pengukuran resistivity udara diatas Samudra 
Hindia tetapi asumsi bahwa ruang kosong pada resistivity body itu berisi udara 
dan tidak berisi air, cukup meyakinkan menjadi penyebab tingginya high 
resistivity pada pengukuran geolistrik G Padang.

Thanks Pak Franc atas pencerahannya. 

Lanjutkan riset G. Padang semoga mengungkap lebih banyak lagi data scientific 
dan dapat membuktikan hipotesa teman2 yang sudah meluangkan begitu banyak 
waktunya melakukan riset mandiri.

Salam,
MJP
Powered by Telkomsel BlackBerry®

________________________________

From: "Muharram Jaya Panguriseng" <[email protected]> 
Sender: <[email protected]> 
Date: Thu, 2 May 2013 13:37:53 +0000
To: Iagi-net<[email protected]>; Forum HAGI<[email protected]>
ReplyTo: [email protected] 
Subject: Re: [iagi-net] Re: [Forum-HAGI] [iagi-net] Aplikasi GPR utk Arkeologi
 
Betul Pak Franc saya masih terbawa dunia kerja kita he he he...

BTW. Pak Franc, katakanlah ruang kosong itu tidak akan terisi air, betulkah 
resistivity ruang kosong berisi udara itu lebih besar dari resistivity batuan 
dense? Apalagi sampai 100-an ribu ohmm? Udara mungkin tidak konduktif, dan jika 
(dicoba-coba) dianalogikan dengan gas hydrocarbon yang juga tidak konduktif 
maka resistivity dari wireline logging batuan dense biasanya tetap lebih besar 
dari pada resistivity ruang berpori berisi hydrocarbon.

Mungkin ada yang bisa memberi referensi hasil uji laboratorium resistivity 
ruang kosong berisi udara. Mohon pencerahan.

Salam,
MJP 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

________________________________

From: Franciscus B Sinartio <[email protected]> 
Sender: <[email protected]> 
Date: Thu, 2 May 2013 06:11:03 -0700 (PDT)
To: [email protected]<[email protected]>; Forum HAGI<[email protected]>
ReplyTo: [email protected] 
Subject: Re: [iagi-net] Re: [Forum-HAGI] [iagi-net] Aplikasi GPR utk Arkeologi
 
Pak Muharram pasti ingat nya kalau di dalam tanah itu kalau ada pori2 pasti 
berisi brine atau hydrocarbon.
kalau nyari minyak dan gas kalau disebutkan "kosong"  atau "dry"   berarti 
berisi air.
 
sedangkan yang dimaksud disini kalau kosong ya  yah berisi   udara.  jadi 
resistivity nya nya tinggi.
 
 
fbs
 
 

________________________________

From:Muharram Jaya Panguriseng <[email protected]>
To: Forum HAGI <[email protected]>; Iagi-net <[email protected]> 
Sent: Thursday, May 2, 2013 7:58 AM
Subject: [iagi-net] Re: [Forum-HAGI] [iagi-net] Aplikasi GPR utk Arkeologi

Saya kurang faham geolistrik walaupun sempat kuliah 2 sks dan praktikum 
narik-narik kabel di Lembang, jadi mohon maaf kalau saya keliru sehingga 
logikanya terbalik dengan kesimpulan para ahli geolistrik.

Sependek pengetahuan saya, pada log analysis dari data wireline logging, 
seharusnya kalau ada ruang berpori (apalagi cave) resistivity-nya akan lebih 
kecil dibanding batuan tigth. Apalagi kalau cave-nya terisi air tanah yang 
konduktif tentu resistivity-nya akan lebih kecil lagi. Biasanya begitu kita 
ketemu resistivity > 2.000 ohmm akan langsung dicurigai sebagai batuan tigth, 
tigth~dense(?). Pada data wireline logging, ketika sumur menembus batuan dasar 
granite biasanya resistivity akan besar sekali, out of scale (skala resistivity 
pada wireline logging adalah 0.2 - 2.000 ohmm). Sedangkan pada batu pasir 
berisi air umumnya resistivity < 4 ohmm.

Walaupun kata pak Grandis angka tidak terlalu mutlak dalam geolistrik, tetapi 
minimal dapat dikatakan bahwa kalau ada ruang kosong apalagi berisi pasir yang 
sudah diayak (sorting sangat bagus) maka  seharusnya resistivity lebih rendah 
daripada resistivity pada batuan dense.

Jadi saya mencoba menafsirkan bahwa resistivity body yang sampai ratusan ribu 
ohmm itu dan kontras dengan resistivity sekelilingnya yang lebih rendah adalah 
intrusi batuan beku atau mungkin stupa, kalau size-nya kecil, yang bahan 
dasarnya adalah batuan dense (di Bangkok ada stupa Budha sebesar rumah).

Mohon pencerahan para ahli geolistrik untuk meluruskan interpretasi saya yang 
mungkin keliru ini.

Salam hangat,
MJP

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "hendra grandis" <[email protected]>
Sender: "forum" <[email protected]>
Date: Thu, 02 May 2013 04:00:55 
To: Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia<[email protected]>; 
<[email protected]>
Reply-To: Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia <[email protected]>
Subject: Re: [Forum-HAGI] [iagi-net] Aplikasi GPR utk Arkeologi

______________________________________________
Pembayaran iuran tahunan keanggotaan HAGI dapat ditujukan melalui :
Bank BNI Cab. Menteng Jakarta
No. Rek: 0010740147
Atas nama: Himpunan Ahli Geofisika Indonesia
Iuran tahunan Rp. 100.000,- (profesional) dan Rp. 50.000,- (mahasiswa)
Info lebih lanjut silahkan mengunjungi http://www.hagi.or.id/keanggotaan/
______________________________________________
The Indonesian Assosiation Of Geophysicists mailing list.
[email protected] | www.hagi.or.id
---*** for any help regarding maling list please send your email to 
[email protected]

Kirim email ke