Fi.............

Jangan berburuk sangka akh !

si Abah


________________________________
 From: "[email protected]" <[email protected]>
To: [email protected] 
Cc: MGEI <[email protected]> 
Sent: Sunday, May 26, 2013 3:50 PM
Subject: Re: [iagi-net] GEM-LOVERS :  TERGELINCIR  DI  BATUAN  KRISTAL  MERAH  
JAMBU
 


He he he...... Mang Okim yg jujur ditemui Mang Pamen yang belum tentu jujur. 
Kejujuran menunjukkan apa sebenarnya batu Mang Pamen. Ternyata Mang Pamen 
tertipu oleh kenampakan fisik (batu) terlihat mulia (gemstone) ternyata very 
very....very less value. Suudzonnya mungkin Mang Pamen pernah menipu jadi kini 
giliran ketipu......... Jujur omongan jadi manjur hidup-pun mujur......... Awas 
ketipu bujur (pantol = pantat botol kata Mang Okim).

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: "Sujatmiko" <[email protected]>
Sender: <[email protected]>
Date: Sun, 26 May 2013 14:41:54 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Cc: MGEI<[email protected]>
Subject: [iagi-net] GEM-LOVERS :  TERGELINCIR  DI  BATUAN  KRISTAL  MERAH  JAMBU
Rekan-rekan Gem-Lovers yang budiman,



Sekedar selingan usai rekan-rekan penggemar sepak bola bergadang nonton
pertandingan final Bayern lawan Dortmund dini hari tadi, mang Okim kisahkan
satu pengalaman yang mudah-mudahan tidak menimpa rekan-rekan Gem-Lovers di
masa mendatang. Kisahnya terjadi 4 hari yang lalu, Kamis 23 Mei 2013,
sekitar pukul 11.00 . Ketika itu mang Okim sedang sibuk menyiapkan materi
untuk 25 anggota SEG-Student Chapter UNPAD yang hari itu akan workshop di
Pusat Promosi Batumulia Indonesia.  Seorang Pamen Polri berseragam lengkap
tiba-tiba masuk ke ruang kerja mang Okim, diantar oleh seorang staf sipil
yang kenal mang Okim. Pamen Polri tersebut membawa sebongkah batuan kristal
berwarna merah jambu yang menurut beliau selalu dalam keadaan basah dan
sering meneteskan air.  Konon kata pemilik sebelumnya, batuan kristal
tersebut adalah Giok Es ( dibeli dengan harga sangat mahal ). Pamen Polri
tersebut akan kembali dalam 2 jam ( mang Okim menyanggupinya ).



Melihat penampilan fisik batuan kristal tersebut, mang Okim memperkirakan
paling-paling jenis  Kuarsa Merah Jambu ( Rose Quartz ) atau Kalsit (
Calcite ). Mang Okim ketar-ketir juga setelah melihat hasil uji kekerasan
yang ternyata tergores oleh kristal kalsit yang 3 skala Mohs, tetapi tidak
tergores oleh kristal gipsum yang  2 skala Mohs. Perkiraan awal mang Okim
dengan demikian menjadi gugur. Langkah selanjutnya  adalah metode berat
jenis yang dipercayakan kepada seorang  staf mang Okim yang cukup
berpengalaman. Untuk itu,  batuannya harus dicelupkan seluruhnya ke dalam
air ( untuk mengetahui beratnya di dalam air ). Karena hasil yang ditunggu
tak kunjung datang, maka mang Okim susul ke tempat uji berat jenis. Staf
mang Okim tampak kebingungan karena timbangan berat batuan kristal tersebut
di air  tidak stabil dan selalu berkurang  dari waktu ke waktu. Setelah
prosesnya mang Okim ulang, barulah mang Okim sadar  bahwa batuan kristal
tersebut tak lain adalah HALITE atau BATU GARAM dengan sifat-sifat yang
standard yaitu kekerasan 2 Mohs, berat jenis sekitar 2, translusen, kilap
menggelas, pecahan konkoidal, dan yang terpenting sifatnya yang higroskopis,
terasa asin pahit di lidah, dan larut dalam air.



Masalah serius yang menghadang



Mang Okim sudah bisa membayangkan betapa akan kecewanya Pak Pamen Polri
kalau mengetahui bahwa berat batuan kristalnya menyusut signifikan dan
permukaannya  menjadi " garadak " alias kasar berat. Mang Okim hanya bisa
pasrah dan menyerahkan segala persoalan kepada Tuhan YMK , dengan keyakinan
bahwa kalau mang Okim jujur dan menjelaskan apa adanya, insyaallah Pak Pamen
akan bisa memaafkan. Tepat pukul 13.00, mang Okim lihat staf Pak Pamen telah
hadir di ruang tunggu, ditemani oleh seorang berpakaian sipil. Mang Okim
segera meminta staf Pak Pamen datang ke kamar kerja mang Okim dan langsung
mendapat penjelasan tentang apa yang telah terjadi. Setelah staf Pak Pamen
tahu permasalahannya,  mang Okim diminta untuk tidak menceritakan tentang
adanya penyusutan berat.  Batuan kristal tersebut kemudian dibawa ke ruang
tunggu. Selang beberapa menit kemudian, orang yang menemani Staf Pak Pamen
datang dengan nada sangat marah. Orang tersebut ternyata Pak Pamen Polri
sendiri yang karena tidak pakai seragam seperti sebelumnya, maka mang Okim
tidak mengenalinya lagi. 



Argumentasi berat kemudian berlangsung dalam suasana sangat menegangkan.
Pada awalnya mang Okim mohon beribu maaf bahwa prosedur baku dalam
pemeriksaan gemologi  mengharuskan batuan tersebut ditimbang beratnya di
dalam air. Hal ini dilaksanakan karena mang Okim tidak  tahu bahwa batuannya
adalah batu garam. Mang Okim ceritakan bahwa mang Okim pernah melihat batu
garam di Salt Lake City USA , hanya warnanya putih dan kristalnya mirip
kembang. Setelah Pak Pamen memenuhi permintaan mang Okim untuk mencicipi
batuan dengan lidah beliau, maka barulah Pak Pamen turun amarahnya.
Permasalahan yang kemudian diangkat adalah   permukaan batuan  yang garadak.
Untuk itu mang Okim minta izin  memperbaikinya. Kurang dari 10 menit,
sebagian permukaan batuan yang "garadak" telah halus kembali. Tanpa banyak
komentar, batuan tersebut kemudian dibawa langsung ke mobil Pak Pamen. 



Mang Okim benar-benar merasa bersalah,  apalagi setelah tahu bahwa orang
yang akan membeli batuan tersebut dari Pak Pamen telah siap menunggu dengan
keyakinan dan syarat bahwa batuannya bersertifikat sebagai GIOK ES. Semoga
di masa-masa mendatang, Tuhan YMK berkenan memberikan signal dan
perlindungan yang lebih baik kepada mang Okim dan rekan-rekan Gem-Lovers
sehingga peristiwa yang mang Okim alami yaitu " tergelincir di batuan
kristal merah jambu " tidak terulang lagi. Mang okim sedikit terhibur
setelah mengetahu dari staf Pak Pamen bahwa bukan hanya kali itulah Pak
Pamen tertipu melainkan juga di banyak transaksi sebelumnya yang nilainya
aduhai, antara lain meja giok yang ternyata marmer dan juga beberapa barang
yang berkaitan dengan hal-hal supra-natural.  Semoga kisah ini bermanfaat,
dan mang Okim ucapkan selamat berhari Minggu dalam kedamaian dan
kebahagiaan. Amiin.



Salam Gem-Lovers,



Mang Okim

Kirim email ke