uang panas gampang menguap

2013/5/27 yustinus yuwono <[email protected]>

>
> Kalo Enstain bilang hukum kekekalan tenaga, kalo orang Buda bilang hukum
> karma, kalo menurut pengalaman saya pribadi sih bila cari uangnya mudah,
> hilangnya juga pasti mudah. Kalo cari uangnya mengkristalkan keringat
> sendiri seperti Thukul, insaallah lebih langgeng.
> Maaf saya tidak buruk sangka pada Pak Pamen lho?!
>
> Salam,
> YSY
>
>
> 2013/5/27 <[email protected]>
>
> Hehehe Abah, kan katanya hukum dunia itu balas membalas. Tidak selalu yang
>> membalas itu yang jadi kurban.
>> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>> ------------------------------
>> *From: * "Yanto R. Sumantri" <[email protected]>
>> *Sender: * <[email protected]>
>> *Date: *Sun, 26 May 2013 21:04:49 -0700 (PDT)
>> *To: *[email protected]<[email protected]>
>> *ReplyTo: * [email protected]
>> *Subject: *Re: [iagi-net] GEM-LOVERS : TERGELINCIR DI BATUAN KRISTAL
>> MERAH JAMBU
>>
>> Hehehe Fi.......
>>
>> Jangan berburuk sangaka akh.
>>
>> si Abah
>>
>>   ------------------------------
>>  *From:* "[email protected]" <[email protected]>
>> *To:* [email protected]
>> *Cc:* MGEI <[email protected]>
>> *Sent:* Sunday, May 26, 2013 3:50 PM
>> *Subject:* Re: [iagi-net] GEM-LOVERS : TERGELINCIR DI BATUAN KRISTAL
>> MERAH JAMBU
>>
>>
>> He he he...... Mang Okim yg jujur ditemui Mang Pamen yang belum tentu
>> jujur. Kejujuran menunjukkan apa sebenarnya batu Mang Pamen. Ternyata Mang
>> Pamen tertipu oleh kenampakan fisik (batu) terlihat mulia (gemstone)
>> ternyata very very....very less value. Suudzonnya mungkin Mang Pamen pernah
>> menipu jadi kini giliran ketipu......... Jujur omongan jadi manjur
>> hidup-pun mujur......... Awas ketipu bujur (pantol = pantat botol kata Mang
>> Okim).
>>
>> Sent from my BlackBerry®
>> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>>
>> -----Original Message-----
>> From: "Sujatmiko" <[email protected]>
>> Sender: <[email protected]>
>> Date: Sun, 26 May 2013 14:41:54
>> To: <[email protected]>
>> Reply-To: [email protected]
>> Cc: MGEI<[email protected]>
>> Subject: [iagi-net] GEM-LOVERS :  TERGELINCIR  DI  BATUAN  KRISTAL
>> MERAH  JAMBU
>> Rekan-rekan Gem-Lovers yang budiman,
>>
>>
>>
>> Sekedar selingan usai rekan-rekan penggemar sepak bola bergadang nonton
>> pertandingan final Bayern lawan Dortmund dini hari tadi, mang Okim
>> kisahkan
>> satu pengalaman yang mudah-mudahan tidak menimpa rekan-rekan Gem-Lovers di
>> masa mendatang. Kisahnya terjadi 4 hari yang lalu, Kamis 23 Mei 2013,
>> sekitar pukul 11.00 . Ketika itu mang Okim sedang sibuk menyiapkan materi
>> untuk 25 anggota SEG-Student Chapter UNPAD yang hari itu akan workshop di
>> Pusat Promosi Batumulia Indonesia.  Seorang Pamen Polri berseragam lengkap
>> tiba-tiba masuk ke ruang kerja mang Okim, diantar oleh seorang staf sipil
>> yang kenal mang Okim. Pamen Polri tersebut membawa sebongkah batuan
>> kristal
>> berwarna merah jambu yang menurut beliau selalu dalam keadaan basah dan
>> sering meneteskan air.  Konon kata pemilik sebelumnya, batuan kristal
>> tersebut adalah Giok Es ( dibeli dengan harga sangat mahal ). Pamen Polri
>> tersebut akan kembali dalam 2 jam ( mang Okim menyanggupinya ).
>>
>>
>>
>> Melihat penampilan fisik batuan kristal tersebut, mang Okim memperkirakan
>> paling-paling jenis  Kuarsa Merah Jambu ( Rose Quartz ) atau Kalsit (
>> Calcite ). Mang Okim ketar-ketir juga setelah melihat hasil uji kekerasan
>> yang ternyata tergores oleh kristal kalsit yang 3 skala Mohs, tetapi tidak
>> tergores oleh kristal gipsum yang  2 skala Mohs. Perkiraan awal mang Okim
>> dengan demikian menjadi gugur. Langkah selanjutnya  adalah metode berat
>> jenis yang dipercayakan kepada seorang  staf mang Okim yang cukup
>> berpengalaman. Untuk itu,  batuannya harus dicelupkan seluruhnya ke dalam
>> air ( untuk mengetahui beratnya di dalam air ). Karena hasil yang ditunggu
>> tak kunjung datang, maka mang Okim susul ke tempat uji berat jenis. Staf
>> mang Okim tampak kebingungan karena timbangan berat batuan kristal
>> tersebut
>> di air  tidak stabil dan selalu berkurang  dari waktu ke waktu. Setelah
>> prosesnya mang Okim ulang, barulah mang Okim sadar  bahwa batuan kristal
>> tersebut tak lain adalah HALITE atau BATU GARAM dengan sifat-sifat yang
>> standard yaitu kekerasan 2 Mohs, berat jenis sekitar 2, translusen, kilap
>> menggelas, pecahan konkoidal, dan yang terpenting sifatnya yang
>> higroskopis,
>> terasa asin pahit di lidah, dan larut dalam air.
>>
>>
>>
>> Masalah serius yang menghadang
>>
>>
>>
>> Mang Okim sudah bisa membayangkan betapa akan kecewanya Pak Pamen Polri
>> kalau mengetahui bahwa berat batuan kristalnya menyusut signifikan dan
>> permukaannya  menjadi " garadak " alias kasar berat. Mang Okim hanya bisa
>> pasrah dan menyerahkan segala persoalan kepada Tuhan YMK , dengan
>> keyakinan
>> bahwa kalau mang Okim jujur dan menjelaskan apa adanya, insyaallah Pak
>> Pamen
>> akan bisa memaafkan. Tepat pukul 13.00, mang Okim lihat staf Pak Pamen
>> telah
>> hadir di ruang tunggu, ditemani oleh seorang berpakaian sipil. Mang Okim
>> segera meminta staf Pak Pamen datang ke kamar kerja mang Okim dan langsung
>> mendapat penjelasan tentang apa yang telah terjadi. Setelah staf Pak Pamen
>> tahu permasalahannya,  mang Okim diminta untuk tidak menceritakan tentang
>> adanya penyusutan berat.  Batuan kristal tersebut kemudian dibawa ke ruang
>> tunggu. Selang beberapa menit kemudian, orang yang menemani Staf Pak Pamen
>> datang dengan nada sangat marah. Orang tersebut ternyata Pak Pamen Polri
>> sendiri yang karena tidak pakai seragam seperti sebelumnya, maka mang Okim
>> tidak mengenalinya lagi.
>>
>>
>>
>> Argumentasi berat kemudian berlangsung dalam suasana sangat menegangkan.
>> Pada awalnya mang Okim mohon beribu maaf bahwa prosedur baku dalam
>> pemeriksaan gemologi  mengharuskan batuan tersebut ditimbang beratnya di
>> dalam air. Hal ini dilaksanakan karena mang Okim tidak  tahu bahwa
>> batuannya
>> adalah batu garam. Mang Okim ceritakan bahwa mang Okim pernah melihat batu
>> garam di Salt Lake City USA , hanya warnanya putih dan kristalnya mirip
>> kembang. Setelah Pak Pamen memenuhi permintaan mang Okim untuk mencicipi
>> batuan dengan lidah beliau, maka barulah Pak Pamen turun amarahnya.
>> Permasalahan yang kemudian diangkat adalah  permukaan batuan  yang
>> garadak.
>> Untuk itu mang Okim minta izin  memperbaikinya. Kurang dari 10 menit,
>> sebagian permukaan batuan yang "garadak" telah halus kembali. Tanpa banyak
>> komentar, batuan tersebut kemudian dibawa langsung ke mobil Pak Pamen.
>>
>>
>>
>> Mang Okim benar-benar merasa bersalah,  apalagi setelah tahu bahwa orang
>> yang akan membeli batuan tersebut dari Pak Pamen telah siap menunggu
>> dengan
>> keyakinan dan syarat bahwa batuannya bersertifikat sebagai GIOK ES. Semoga
>> di masa-masa mendatang, Tuhan YMK berkenan memberikan signal dan
>> perlindungan yang lebih baik kepada mang Okim dan rekan-rekan Gem-Lovers
>> sehingga peristiwa yang mang Okim alami yaitu " tergelincir di batuan
>> kristal merah jambu " tidak terulang lagi. Mang okim sedikit terhibur
>> setelah mengetahu dari staf Pak Pamen bahwa bukan hanya kali itulah Pak
>> Pamen tertipu melainkan juga di banyak transaksi sebelumnya yang nilainya
>> aduhai, antara lain meja giok yang ternyata marmer dan juga beberapa
>> barang
>> yang berkaitan dengan hal-hal supra-natural.  Semoga kisah ini bermanfaat,
>> dan mang Okim ucapkan selamat berhari Minggu dalam kedamaian dan
>> kebahagiaan. Amiin.
>>
>>
>>
>> Salam Gem-Lovers,
>>
>>
>>
>> Mang Okim
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>


-- 
***********************************
Amir Al Amin
Operations/ Wellsite Geologist
(62)811592902
amir13120[at]yahoo.com
amir.al.amin[at]gmail.com
************************************

Kirim email ke