Hihihi aku ndak ingat, tidak pernah menyusurinya. Maaf abah yang kuingat sama sitorus hanya lewat saja, itu juga pakai mobil. Mungkin sungai ambesea, kalau deket camp. Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message----- From: "Yanto R. Sumantri" <[email protected]> Sender: <[email protected]> Date: Thu, 20 Jun 2013 19:15:38 To: [email protected]<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net] Peran patahan dalam geothermal --> Fwd: Sharing Ilmu Don Sungai yang kita lewati kalau dari Ambesea ke Punggaluku itu namanya apa ? (yang dulu jembatannya dibukin sam Zipur itu lho .Aku lupa euy. si Abah ________________________________ From: Rahmawan Helmi <[email protected]> To: [email protected] Sent: Friday, June 21, 2013 5:35 AM Subject: Re: [iagi-net] Peran patahan dalam geothermal --> Fwd: Sharing Ilmu Pak Bandono, Di core memang kelihatan foliasi dengan sudut yang Bp sebutkan. Asik juga nih diskusinya Pada 18 Juni 2013 13.06, <[email protected]> menulis: Apakah sdh ketemu batuan penutupnya? >Setau saya metamorf di sekitar Lainea itu batu sabak, dengan kemiringan >sekitar 60-75, itu ketemu di sungai dekat Punggaluku. Dulu ketemu juga >pemboran diameter 1' katanya buat deteksi uranium, tapi lokasinya sdh lupa. >(Hihihi th 68/69 ya Abah) >Semoga dgn larutan heidothermal, sabaknya jadi lempung yang jadi batuan >penutup reservoir. > >Salam. >Powered by Telkomsel BlackBerry®

