Sharing saja. Belum tentu masalah lumpur pemboran.
Pernah ngebor di 30m kejepit, karena kerja di batuan yang kekarnya banyak dan 
sering digoyang gempa. Maka perlu casing. 
Fungsilain dari lumpu bor menjaga supaya tekanan geostatik lubang bor sesuai 
dengan kedalaman pemboran. Kalau tdk imbang yaa terjadi penyempitan lubang bor. 
Kalo menyempit yaa otomatis menjepit. Ini "image"ku saja, mungkin salah lho.
Kalau "shale" disekitaran 600 mt bersifat plastis, kalai sabak/slate aku tak 
tau. Eh, nampaknya perlu uji lab yaa. 
Salam.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Rahmawan Helmi <[email protected]>
Sender: <[email protected]>
Date: Sun, 23 Jun 2013 04:06:54 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net] Peran patahan dalam geothermal --> Fwd: Sharing Ilmu
Pada kedalaman 1800m besar kemungkina masih pak, mengingat wilayah ini P
dan T sangat berperan, jadi merupakan zona sarang yang baik.
Kejepit sangat sering, di 66m di ..... (lupa) besar kemungkinan karena
kurang jago dalam mengelola lumpur dan adanya "ikan" yang ngg keambil (2
ekor) - side trek . . .
Dari program 700m baru mencapai 206m, itupun rontok dan mentok di 196m.
Dilapangan Lainea Pak Sukhyar berharap sesuatu yang sangat baik . . .apa
daya . . . tim yang kerja . . kurang maximal . .
Pemboran merupakan out put dari 3 unsur pelaku : driller, mud eng dan
geologist . . . . .matakna atuh kudu kompak nyak !  input minimal tidak
mungkin menghasilkan output yang maksimal.

Main bola mo menang  . . .  kok pake pemain cadangan ? . . . . oh PSDG
ingat periode 25 Juni harus orang terbaik teratama tim leadernya ! yang
dulu . . . .  GANTI aja

koreksi konstruktif bro

wujudkan go green energy at lainea and indonesia !

RH 3541


Pada 22 Juni 2013 04.56, <[email protected]> menulis:

> **
> Kalau kedalaman sampai 2000m, dari "gradient geothermal" titik didih air
> dan menjadi uap panas pasti tercapai, tanpa perlu adanya aktivitas
> volkanik.
> Pada kedalaman 1800m lebih apakah retakan dan atau patahan masih terbuka,
> sehingga aliran air dari permukaan dapat mengalir sampai di situ?
> Apakah sudah pernah bornya ke"jepit" pada waktu membor di kedalaman 600 -
> 700 m?
>
> Salam.
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: * Rahmawan Helmi <[email protected]>
> *Sender: * <[email protected]>
> *Date: *Fri, 21 Jun 2013 23:37:10 +0700
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *Re: [iagi-net] Peran patahan dalam geothermal --> Fwd: Sharing
> Ilmu
>
> Pak Bandono,
> Memang core recovery-nya kadang kecil, tapi rata-rata 60%.
>
>  Dipermukaan kita (bersama Hiroo-san) menjumpai :
> (1) Daerah mineralisasi, qz vein, oksida besi, argilitisasi.
> (2) vegetation stress, lumut hijau
> (3) Garam
>
> Mengingat kedalaman bor baru mencapai 206m. Khan programnya 700m itu pun
> di cap rock.  Reservoir- biasanya di kedalaman 1800 - 2000m.  Namanya juga
> sumur landaian suhu pak, bukan sumur eksplorasi . . . .  .
>
> Helmi 3541
>
>
> Pada 21 Juni 2013 09.51, <[email protected]> menulis:
>
>> Hihihi aku ndak ingat, tidak pernah menyusurinya. Maaf abah yang kuingat
>> sama sitorus hanya lewat saja, itu juga pakai mobil. Mungkin sungai
>> ambesea, kalau deket camp.
>> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>> ------------------------------
>> *From: * "Yanto R. Sumantri" <[email protected]>
>> *Sender: * <[email protected]>
>> *Date: *Thu, 20 Jun 2013 19:15:38 -0700 (PDT)
>> *To: *[email protected]<[email protected]>
>> *ReplyTo: * [email protected]
>> *Subject: *Re: [iagi-net] Peran patahan dalam geothermal --> Fwd:
>> Sharing Ilmu
>>
>> Don
>>
>> Sungai yang kita lewati kalau dari Ambesea ke Punggaluku itu namanya apa
>> ? (yang dulu jembatannya dibukin sam Zipur itu lho .Aku lupa euy.
>>
>> si Abah
>>
>>   ------------------------------
>>  *From:* Rahmawan Helmi <[email protected]>
>> *To:* [email protected]
>> *Sent:* Friday, June 21, 2013 5:35 AM
>> *Subject:* Re: [iagi-net] Peran patahan dalam geothermal --> Fwd:
>> Sharing Ilmu
>>
>> Pak Bandono,
>> Di core memang kelihatan foliasi dengan sudut yang Bp sebutkan.
>> Asik juga nih diskusinya
>>
>>
>> Pada 18 Juni 2013 13.06, <[email protected]> menulis:
>>
>> Apakah sdh ketemu batuan penutupnya?
>> Setau saya metamorf di sekitar Lainea itu batu sabak, dengan kemiringan
>> sekitar 60-75, itu ketemu di sungai dekat Punggaluku. Dulu ketemu juga
>> pemboran diameter 1'  katanya buat deteksi uranium, tapi lokasinya sdh
>> lupa. (Hihihi th 68/69 ya Abah)
>> Semoga dgn larutan heidothermal, sabaknya jadi lempung yang jadi batuan
>> penutup reservoir.
>> Salam.
>> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>>
>>
>>
>>
>>
>

Kirim email ke