Betul Pak Don,
Memang mud merupakan salah satu dari bbrp faktor (40%) dan uji lab adalah
salah satu langkah yang bisa dibuktikan di bandung.  Hal ini menjadi
"SENSITIF" karena dalam setiap penggunaan keuangan Negara - APBN  akan
dipertanggungjawabkan mengenai :
(1) Maksud dan Tujuan
(2) Kesesuaian input dana dan keluaran,  yang seimbang
(3) Organisasi tata kerja di Lapangan ybs, apakan menggunakan pola minimal
- optimal atau maximal.
mmmmm gimana mas bro . . ?setuju nggak ?
RH 3541


Pada 23 Juni 2013 04.29, <[email protected]> menulis:

> **
> Sharing saja. Belum tentu masalah lumpur pemboran.
> Pernah ngebor di 30m kejepit, karena kerja di batuan yang kekarnya banyak
> dan sering digoyang gempa. Maka perlu casing.
> Fungsilain dari lumpu bor menjaga supaya tekanan geostatik lubang bor
> sesuai dengan kedalaman pemboran. Kalau tdk imbang yaa terjadi penyempitan
> lubang bor. Kalo menyempit yaa otomatis menjepit. Ini "image"ku saja,
> mungkin salah lho.
> Kalau "shale" disekitaran 600 mt bersifat plastis, kalai sabak/slate aku
> tak tau. Eh, nampaknya perlu uji lab yaa.
> Salam.
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: * Rahmawan Helmi <[email protected]>
> *Sender: * <[email protected]>
> *Date: *Sun, 23 Jun 2013 04:06:54 +0700
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *Re: [iagi-net] Peran patahan dalam geothermal --> Fwd: Sharing
> Ilmu
>
> Pada kedalaman 1800m besar kemungkina masih pak, mengingat wilayah ini P
> dan T sangat berperan, jadi merupakan zona sarang yang baik.
> Kejepit sangat sering, di 66m di ..... (lupa) besar kemungkinan karena
> kurang jago dalam mengelola lumpur dan adanya "ikan" yang ngg keambil (2
> ekor) - side trek . . .
> Dari program 700m baru mencapai 206m, itupun rontok dan mentok di 196m.
> Dilapangan Lainea Pak Sukhyar berharap sesuatu yang sangat baik . . .apa
> daya . . . tim yang kerja . . kurang maximal . .
> Pemboran merupakan out put dari 3 unsur pelaku : driller, mud eng dan
> geologist . . . . .matakna atuh kudu kompak nyak !  input minimal tidak
> mungkin menghasilkan output yang maksimal.
>
> Main bola mo menang  . . .  kok pake pemain cadangan ? . . . . oh PSDG
> ingat periode 25 Juni harus orang terbaik teratama tim leadernya ! yang
> dulu . . . .  GANTI aja
>
> koreksi konstruktif bro
>
> wujudkan go green energy at lainea and indonesia !
>
> RH 3541
>
>
> Pada 22 Juni 2013 04.56, <[email protected]> menulis:
>
>> **
>> Kalau kedalaman sampai 2000m, dari "gradient geothermal" titik didih air
>> dan menjadi uap panas pasti tercapai, tanpa perlu adanya aktivitas
>> volkanik.
>> Pada kedalaman 1800m lebih apakah retakan dan atau patahan masih terbuka,
>> sehingga aliran air dari permukaan dapat mengalir sampai di situ?
>> Apakah sudah pernah bornya ke"jepit" pada waktu membor di kedalaman 600 -
>> 700 m?
>>
>> Salam.
>> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>> ------------------------------
>> *From: * Rahmawan Helmi <[email protected]>
>> *Sender: * <[email protected]>
>> *Date: *Fri, 21 Jun 2013 23:37:10 +0700
>> *To: *<[email protected]>
>> *ReplyTo: * [email protected]
>> *Subject: *Re: [iagi-net] Peran patahan dalam geothermal --> Fwd:
>> Sharing Ilmu
>>
>> Pak Bandono,
>> Memang core recovery-nya kadang kecil, tapi rata-rata 60%.
>>
>>  Dipermukaan kita (bersama Hiroo-san) menjumpai :
>> (1) Daerah mineralisasi, qz vein, oksida besi, argilitisasi.
>> (2) vegetation stress, lumut hijau
>> (3) Garam
>>
>> Mengingat kedalaman bor baru mencapai 206m. Khan programnya 700m itu pun
>> di cap rock.  Reservoir- biasanya di kedalaman 1800 - 2000m.  Namanya juga
>> sumur landaian suhu pak, bukan sumur eksplorasi . . . .  .
>>
>> Helmi 3541
>>
>>
>> Pada 21 Juni 2013 09.51, <[email protected]> menulis:
>>
>>> Hihihi aku ndak ingat, tidak pernah menyusurinya. Maaf abah yang kuingat
>>> sama sitorus hanya lewat saja, itu juga pakai mobil. Mungkin sungai
>>> ambesea, kalau deket camp.
>>> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>>> ------------------------------
>>> *From: * "Yanto R. Sumantri" <[email protected]>
>>> *Sender: * <[email protected]>
>>> *Date: *Thu, 20 Jun 2013 19:15:38 -0700 (PDT)
>>> *To: *[email protected]<[email protected]>
>>> *ReplyTo: * [email protected]
>>> *Subject: *Re: [iagi-net] Peran patahan dalam geothermal --> Fwd:
>>> Sharing Ilmu
>>>
>>> Don
>>>
>>> Sungai yang kita lewati kalau dari Ambesea ke Punggaluku itu namanya apa
>>> ? (yang dulu jembatannya dibukin sam Zipur itu lho .Aku lupa euy.
>>>
>>> si Abah
>>>
>>>   ------------------------------
>>>  *From:* Rahmawan Helmi <[email protected]>
>>> *To:* [email protected]
>>> *Sent:* Friday, June 21, 2013 5:35 AM
>>> *Subject:* Re: [iagi-net] Peran patahan dalam geothermal --> Fwd:
>>> Sharing Ilmu
>>>
>>> Pak Bandono,
>>> Di core memang kelihatan foliasi dengan sudut yang Bp sebutkan.
>>> Asik juga nih diskusinya
>>>
>>>
>>> Pada 18 Juni 2013 13.06, <[email protected]> menulis:
>>>
>>> Apakah sdh ketemu batuan penutupnya?
>>> Setau saya metamorf di sekitar Lainea itu batu sabak, dengan kemiringan
>>> sekitar 60-75, itu ketemu di sungai dekat Punggaluku. Dulu ketemu juga
>>> pemboran diameter 1'  katanya buat deteksi uranium, tapi lokasinya sdh
>>> lupa. (Hihihi th 68/69 ya Abah)
>>> Semoga dgn larutan heidothermal, sabaknya jadi lempung yang jadi batuan
>>> penutup reservoir.
>>> Salam.
>>> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>
>

Kirim email ke