Mantab Gus Luthfi, sejak dulu sebetulnya sebagian besar anggota milis IAGI
termasuk saya mendukung Pertamina untuk maju dan mengambil alih blok
Mahakam. Mengerti yg di bahas yg terhormat pak Ong, saya kira added value
kalau Pertamina yg menghelola bukan hanya secara ekonomi tapi dari peran
NASIONAL yg beber-bener berperan dalam dunia MIGAS tidak hanya LIP SERVICE
saja. Saya mengatakan seperti ini karena yakin MNC tidak akan pernah
percaya 100% terhadap SKILL tenaga nasional, banyak masalah disana ....
selain bahasa, bisa warna rambut dan kulit, shg MNC akan lebih memilih yg
expatriate yg berasal dari negara asal mereka dari pada tenaga nasional.
Hal ini tidak pernah dirasakan oleh mereka yg tidak pernah kerja di MNC,
tapi saya yg sudah 24th dg salah satu MNC melihat hal itu, dan sampai
sekarang pola ini tidak banyak berubah.

Boleh ditanyakan pada rekan2 ex-BP yg masih lanjut di ONWJ pasti mereka
mendapat keleluasaan dan kepuasan dalam berkontribusi dalam segi teknikal
dan strategis sekalipun. Sekali lagi buat bapak2 yg tidak pernah kerja di
MNC tentu tidak pernah merasakan perbedaan ini. Apalagi kata Gus Luthfi WMO
dan ONWJ bisa keluar dari semua masalah yg ada termasuk menaikkan produksi.
Mungkin kalau boleh usul sistem audit harus diperketat shg tidak ada
permainan didalam proses pengadaan barang dan jasa, kalau itu berjalan dg
mulus maka, tidak lama lagi Pertamina betul2 bisa menjadi Macan ASIA.

Salam
Avi


On Thu, Jul 18, 2013 at 9:28 AM, Yanto R. Sumantri <[email protected]>wrote:

>  [image: Boxbe] <https://www.boxbe.com/overview> This message is eligible
> for Automatic Cleanup! ([email protected]) Add cleanup 
> rule<https://www.boxbe.com/popup?url=https%3A%2F%2Fwww.boxbe.com%2Fcleanup%3Ftoken%3D%252Fu%252FKdDD2mz%252FmzF2QquvKtNvcLUXMUfdXYafUOSp9ShxsKJaL0f3x7j%252Bi3ZgzW1u4ndImleOFz2CQHK9g4H60FsRGkT8U6WIIC5dRna%252FIkLySkuifUlTEXXQTUU1F7ZZfg5Sf7luqxmw%253D%26key%3DDk6tAarbqHfzTKnEOywoVzKxXgMiPDmTl5rBPZ8kYts%253D&tc_serial=14655398244&tc_rand=984402308&utm_source=stf&utm_medium=email&utm_campaign=ANNO_CLEANUP_ADD&utm_content=001>|
>  More
> info<http://blog.boxbe.com/general/boxbe-automatic-cleanup?tc_serial=14655398244&tc_rand=984402308&utm_source=stf&utm_medium=email&utm_campaign=ANNO_CLEANUP_ADD&utm_content=001>
>
> Phi
>
> Dongeng ini seharusnya disampaikan kepda para pengambil keputusan dan
> kawan kawan di TEPI , agar  kawan kawan di TEPI tidak usah takut "digeser"
> kalau nanti PTM yang jadi operator.
>
> si Abah
>
>   ------------------------------
>  *From:* "[email protected]" <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Thursday, July 18, 2013 7:01 AM
> *Subject:* Re: [iagi-net] Jero Wacik Beri Sinyal Serahkan Blok Sumur Gas
> Mahakam ke Pertamina
>
>
> Mas Kartiko, kalau strategi meningkatkan produksi di WMO dan ONWJ,
> kuncinya ada di komitmen SDM, agresif investasi dan action plan yg bagus &
> disiplin dalam eksekusi:
>
> SDM
> Pertamina tidak membedakan SDM ex-WMO dan ex-ONWJ dengan SDM Pertamina.
> Bahkan GM ONWJ yg ex-bp/arco dinilai berprestasi sekarang menjadi Dirut
> PHE, manajer ONWJ ex-bp/arco sekarang menjadi GM WMO. Dengan mengakuisi
> ONWJ, Pertamina tidak hanya dapat produksi tetapi juga mendapat SDM
> terlatih dan berpengalaman.
> Dalam pengoperasian ONWJ dan WMO, Pertamina berkomitmen kepada Pemerintah
> bahwa baik di WMO maupun di ONWJ tidak ada PHK dan pengurangan
> kesejahteraan pekerja di semua level, realita sekarang kesejahteraan mereka
> lebih baik dalam pengoperasian oleh Pertamina.
>
> WMO
> Pada waktu diambil alih Pertamina, level produksi di 12.000 bopd, pada
> saat itu satu platform ditabrak kapal, prod di platform itu dimatikan utk
> perbaikan platform (pengalaman merestorasi platform ini kemudian berguna di
> ONWJ dalam mengani platform yang mengalami subsidence) sehingga produksi
> anjlok ke 8.000 bopd. Dengan kerja keras dan komitmen yang tinggi dari
> teman2 di WMO dan PHE, serta cooperativness teman2 bpmigas/skk migas, WMO
> bisa menambah jumlah rig yang dioperasikan, semula satu rig menjadi 3 rig,
> sebentar lagi 4 rig beroperasi secara simultan.
> Profil produksi naik dari 8.000 bopd menjadi 10.000 terus ke 13.000,
> lanjut ke 17.000 ke 20.000 stabil di 22.000 bopd. Sekarang sedang test pipa
> baru ke gathering station sebagai pengganti pipa lama. Kalau hasil test OK
> maka produksi WMO akan naik ke level 25.000 bopd.
> Ada 6 discoveries yg PODnya mulai dibicarakan dengan teman2 SKK Migas,
> kalau POD new discoveries ini disetujui, tak sulit bagi WMO untuk naik
> produksi diatas level 30.000 bopd.
>
> ONWJ
> Saat awal Pertamina menjadi operator ONWJ produksi di level 22.000 bopd.
> Saat itu setahun beroperasi 1/2 rig (1 rig hanya beroperasi 6 bulan),
> fastrack persetujuan pengadaan rig dari SKK Migas, ONWJ bisa mengoperasikan
> 2 rig setiap tahun, dan penggantian fasprod yang sudah aus. Upaya dan kerja
> keras teman ONWJ dan PHE serta komitmen yg tinggi membangun brand Pertamina
> di offshore, produksi naik ke level 25.000 bopd, terus ke 28.000 bopd
> lanjut ke 30.000, 32.000 jump ke 36.000 dan stabil di level 40.000 bopd.
> Akibat beberapa platform mengalami subsidence, secara bergantian produksi
> di satu platform dimatikan untuk perbaikan (berdasarkan pengalaman di WMO
> yg platformnya ditabrak kapal), akibatnya produksi ONWJ turun, average di
> 38.000 bopd.
>
> Apa yang saya sampaikan tsb fakta, ini membuktikan bahwa Pertamina itu
> tidak hanya mampu beroperasi di darat. ONWJ dan WMO menjadi bukti sejarah
> bahwa Pertamina juga handal di Offshore.
> Banyak dukungan Pertamina untuk mengambil alih Mahakam pasca 2017.
> Sekarang tinggal komitmen pemerintah untuk menghargai kemampuan perusahaan
> negara yg dioperasikan bangsa sendiri.
>
> Semoga ini bisa menjawab pertanyaan mas Kartiko.
>
>
> Salam,
> LTH
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
> ------------------------------
> *From: * kartiko samodro <[email protected]>
> *Sender: * <[email protected]>
> *Date: *Thu, 18 Jul 2013 00:06:08 +0700
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *Re: [iagi-net] Jero Wacik Beri Sinyal Serahkan Blok Sumur Gas
> Mahakam ke Pertamina
>
> Pak Luthfi. Menarik sekali ceritanya. Mungkin boleh dishare strategi yg
> diterapkan oleh pertamina di blok onwj dan wmo untuk meningkatkan produksi
> secara signifikan ? Kalau ada sih dengan production profilenya. Apakah
> kasus tenggelamnya platform lima di onwj tidak mempengaruhi produksi ?
> On Jul 17, 2013 10:31 PM, <[email protected]> wrote:
>
> **
>
> Soal blok Mahakam, ini saya copas dari milis yg diposting oleh teman yg di
> WisMul: " Blok Mahakam Pasca tahun 2017 mutlak milik Pemerintah, seyogyanya
> Pemerintah sudah menunjuk konultan independent utk menilai Future Value
> pasca tahun 2017 dari aset Blok Mahakam. Dengan demikian, seandainya nilai
> aset blok Mahakam adalah X dollar, maka jika seandainya Pemerintah
> menetapkan Pertamina 70% dan TEPI 30%, maka TEPI harus membayar biaya
> keikutsertaannnya senilai 30% dikali X yg bukan menjadi Cost Recovery,
> edangkan Perrtamina mendapat Penyertaan Modal Pemerintah seilai 70% dikali
> X?
>
> Statemen dikoran menuliskan bahwa TEPI bersedia menurunkan PI nya menjadi
> 70%....... emang siapa elu....... pasca tahun 2017..... TEPI dan INPEX ngga
> punya apa apa lagi di Blok Mahakam.... artinya kalaupun menurunkan PI nya
> ..... ya menurunkan dari 0%....alias ngga ada."
>
> Kalau soal WMO itu pelajaran yg baik dan manis buat Pertamina. Semua upaya
> dikerahkan oleh Pertamina. Operasi yg dibiarkan oleh Kodeco menyebabkan
> produksi turun dari 20.000 bopd turun ke level 12.000 bopd dan melorot ke
> 8.000 bopd. Setelah dioperasikan oleh Pertamina dengan action plan dan
> eksekusi yang baik, produksi WMO naik ke level 22.000 bopd dan sekarang
> menuju ke level 27.000 bopd.
>
> Begitu juga ONWJ pada waktu dibeli Pertamina, produksinya di level 22.000
> bopd, setelah dioperasikan Pertamina produksi ONWJ tembus ke level 40.000
> bopd.
> Baik ONWJ maupun WMO adalah pengalaman manis dan berharga buat Pertamina,
> mudah2an blok Mahakam akan menjadikan pengalaman yang lebih manis bagi
> Pertamina!!!!!!!!
>
>
>
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
> ------------------------------
> *From: * noor syarifuddin <[email protected]>
> *Sender: * <[email protected]>
> *Date: *Wed, 17 Jul 2013 21:48:41 +0700
> *To: *[email protected]<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *Re: [iagi-net] Jero Wacik Beri Sinyal Serahkan Blok Sumur Gas
> Mahakam ke Pertamina
>
> Ha ha ha memang susah klo sudah prejudice duluan...
> 5 tahun itu proposal... Jadi ya itu hal yg bisa didiskusikan.. Saya kira
> jelas bahwa kasus WMO itu satu pelajaran yg mahal dan semua pihak tidak mau
> disalahkan kalau hal tsb terjadi lagi.. Itulah logika dari usulan masa
> transisi... Sekedar info saja: kebanyakan lapangan di mahakam adalah
> lapangan gas dan sumur yg statusnya sensitive itu jumlahnya cukup
> dominan... Saat ini setiap ada shut down karena pemeliharaan fasilitas di
> mahakam atau di bontang, maka semua was-was soal recoverynya..
>
> Jadi cobalah berpikir sedikit terbuka, jangan selalu melihat dari sisi
> negatifnya saja...
>
> Salam
>
> On Wednesday, July 17, 2013, Amir Al Amin wrote:
>
> apakah dalam UU yang ada, ataupun kontrak yg ditandatangani ada pembahasan
> 'masa peralihan' lima tahun? kenapa 5 th. peralihan kekuasaan 'tingkat
> negara' indonesia saja, dalam proklamasi tertulis " dalam tempo
> sesingkat-singkatnya."
>
>
>
>
> 2013/7/17 Yanto R. Sumantri <[email protected]>
>
> Saya sependapat dengan pak Ong HL , kita harus memanfaatkan hukum yang
> menaungi Kokntrak PSC dan UU/PP  yang alam Kontmenaunginya.
>
> Saya bukan ahli hukum , akan tetapi sebagaimana disampaikan dalm catan
> saya terakhir , dalam kontrak maupun UU no 22 /2001 Migas ada klausa
> mengenai  masa berlakunya kontrak PLUS KEMu kontrUNGKINAN perpanjangan
> kalau Pemerintah menyetujuinya.
>
> Memang yang jadi persoalan adalah  bagaimana mengatur "masa peralihan" ,
> agar tidak terjadi hal hal yang merugikan KEDUA belah fihak (karena
> bukankah suatu kontrak terjadi karena para pihak mendapatkan manfaat dari
> kontrak tsb?).
>
> Salah satu kemungkinan saya telah sebutkan dalam e-mail terdahulu.
>
> Jadi yang penting ,adalah NIAT kita dan Pemerintah sbgmn disampaikan pak
> Ong HL tadi.
>
> Waallahualam ?
>
> si Abah
>
>   ------------------------------
>  *From:* Ong Han Ling <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Wednesday, July 17, 2013 6:59 AM
> *Subject:* RE: [iagi-net] Jero Wacik Beri Sinyal Serahkan Blok Sumur Gas
> Mahakam ke Pertamina
>
> Teman-teman IAGI semuanya,
>
> Sudah lama saya tidak ikut-ikutan, tetapi sekarang mau nimbrung setelah
> membaca tulisan si Abah “Mengapa bingung ya”.
>
> Persoalan Mahakam sudah dibicarakan selama hampir 10 tahun, perioda tiga
> menteri ESDM. Banyak penjabat bolak balik ke Paris dan demikian juga
> penjabat Total. Banyak energi, waktu dan uang terbuang untuk rapat dan
> pertemuan. Kalau dihitung secara kasar selama 10 tahun ini, kedua belah
> pihak sama-sama telah mengeluarkan ratusan milliar rupiah tanpa hasil.
> Terakir adalah pertemuan Pak Wacik dengan Jean-Marie Guillermo,  Senior VP
> Total E&P Asia Pacific.
>
> Tujuan kita semuanya sama, yaitu mencari manfaat sebesar-besarnya bagi
> Negara, atau singkatnya, mencari keuntungan bagi Negara. Titik. Semua harus
> berfokus pada keuntungan. Ini berarti, kita harus memerintahk
>
>
>
>
> --
> ***********************************
> Amir Al Amin
> Operations/ Wellsite Geologist
> (62)811592902
> amir13120[at]yahoo.com
> amir.al.amin[at]gmail.com
> ************************************
>
>
>
>
>

Kirim email ke