Pak Luthfi. Menarik sekali ceritanya. Mungkin boleh dishare strategi yg diterapkan oleh pertamina di blok onwj dan wmo untuk meningkatkan produksi secara signifikan ? Kalau ada sih dengan production profilenya. Apakah kasus tenggelamnya platform lima di onwj tidak mempengaruhi produksi ? On Jul 17, 2013 10:31 PM, <[email protected]> wrote:
> ** > > Soal blok Mahakam, ini saya copas dari milis yg diposting oleh teman yg di > WisMul: " Blok Mahakam Pasca tahun 2017 mutlak milik Pemerintah, seyogyanya > Pemerintah sudah menunjuk konultan independent utk menilai Future Value > pasca tahun 2017 dari aset Blok Mahakam. Dengan demikian, seandainya nilai > aset blok Mahakam adalah X dollar, maka jika seandainya Pemerintah > menetapkan Pertamina 70% dan TEPI 30%, maka TEPI harus membayar biaya > keikutsertaannnya senilai 30% dikali X yg bukan menjadi Cost Recovery, > edangkan Perrtamina mendapat Penyertaan Modal Pemerintah seilai 70% dikali > X? > > Statemen dikoran menuliskan bahwa TEPI bersedia menurunkan PI nya menjadi > 70%....... emang siapa elu....... pasca tahun 2017..... TEPI dan INPEX ngga > punya apa apa lagi di Blok Mahakam.... artinya kalaupun menurunkan PI nya > ..... ya menurunkan dari 0%....alias ngga ada." > > Kalau soal WMO itu pelajaran yg baik dan manis buat Pertamina. Semua upaya > dikerahkan oleh Pertamina. Operasi yg dibiarkan oleh Kodeco menyebabkan > produksi turun dari 20.000 bopd turun ke level 12.000 bopd dan melorot ke > 8.000 bopd. Setelah dioperasikan oleh Pertamina dengan action plan dan > eksekusi yang baik, produksi WMO naik ke level 22.000 bopd dan sekarang > menuju ke level 27.000 bopd. > > Begitu juga ONWJ pada waktu dibeli Pertamina, produksinya di level 22.000 > bopd, setelah dioperasikan Pertamina produksi ONWJ tembus ke level 40.000 > bopd. > Baik ONWJ maupun WMO adalah pengalaman manis dan berharga buat Pertamina, > mudah2an blok Mahakam akan menjadikan pengalaman yang lebih manis bagi > Pertamina!!!!!!!! > > > > Sent from my BlackBerry® > powered by Sinyal Kuat INDOSAT > ------------------------------ > *From: * noor syarifuddin <[email protected]> > *Sender: * <[email protected]> > *Date: *Wed, 17 Jul 2013 21:48:41 +0700 > *To: *[email protected]<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *Re: [iagi-net] Jero Wacik Beri Sinyal Serahkan Blok Sumur Gas > Mahakam ke Pertamina > > Ha ha ha memang susah klo sudah prejudice duluan... > 5 tahun itu proposal... Jadi ya itu hal yg bisa didiskusikan.. Saya kira > jelas bahwa kasus WMO itu satu pelajaran yg mahal dan semua pihak tidak mau > disalahkan kalau hal tsb terjadi lagi.. Itulah logika dari usulan masa > transisi... Sekedar info saja: kebanyakan lapangan di mahakam adalah > lapangan gas dan sumur yg statusnya sensitive itu jumlahnya cukup > dominan... Saat ini setiap ada shut down karena pemeliharaan fasilitas di > mahakam atau di bontang, maka semua was-was soal recoverynya.. > > Jadi cobalah berpikir sedikit terbuka, jangan selalu melihat dari sisi > negatifnya saja... > > Salam > > On Wednesday, July 17, 2013, Amir Al Amin wrote: > >> apakah dalam UU yang ada, ataupun kontrak yg ditandatangani ada >> pembahasan 'masa peralihan' lima tahun? kenapa 5 th. peralihan kekuasaan >> 'tingkat negara' indonesia saja, dalam proklamasi tertulis " dalam tempo >> sesingkat-singkatnya." >> >> >> >> >> 2013/7/17 Yanto R. Sumantri <[email protected]> >> >> Saya sependapat dengan pak Ong HL , kita harus memanfaatkan hukum yang >> menaungi Kokntrak PSC dan UU/PP yang alam Kontmenaunginya. >> >> Saya bukan ahli hukum , akan tetapi sebagaimana disampaikan dalm catan >> saya terakhir , dalam kontrak maupun UU no 22 /2001 Migas ada klausa >> mengenai masa berlakunya kontrak PLUS KEMu kontrUNGKINAN perpanjangan >> kalau Pemerintah menyetujuinya. >> >> Memang yang jadi persoalan adalah bagaimana mengatur "masa peralihan" , >> agar tidak terjadi hal hal yang merugikan KEDUA belah fihak (karena >> bukankah suatu kontrak terjadi karena para pihak mendapatkan manfaat dari >> kontrak tsb?). >> >> Salah satu kemungkinan saya telah sebutkan dalam e-mail terdahulu. >> >> Jadi yang penting ,adalah NIAT kita dan Pemerintah sbgmn disampaikan pak >> Ong HL tadi. >> >> Waallahualam ? >> >> si Abah >> >> ------------------------------ >> *From:* Ong Han Ling <[email protected]> >> *To:* [email protected] >> *Sent:* Wednesday, July 17, 2013 6:59 AM >> *Subject:* RE: [iagi-net] Jero Wacik Beri Sinyal Serahkan Blok Sumur Gas >> Mahakam ke Pertamina >> >> Teman-teman IAGI semuanya, >> >> Sudah lama saya tidak ikut-ikutan, tetapi sekarang mau nimbrung setelah >> membaca tulisan si Abah “Mengapa bingung ya”. >> >> Persoalan Mahakam sudah dibicarakan selama hampir 10 tahun, perioda tiga >> menteri ESDM. Banyak penjabat bolak balik ke Paris dan demikian juga >> penjabat Total. Banyak energi, waktu dan uang terbuang untuk rapat dan >> pertemuan. Kalau dihitung secara kasar selama 10 tahun ini, kedua belah >> pihak sama-sama telah mengeluarkan ratusan milliar rupiah tanpa hasil. >> Terakir adalah pertemuan Pak Wacik dengan Jean-Marie Guillermo, Senior VP >> Total E&P Asia Pacific. >> >> Tujuan kita semuanya sama, yaitu mencari manfaat sebesar-besarnya bagi >> Negara, atau singkatnya, mencari keuntungan bagi Negara. Titik. Semua harus >> berfokus pada keuntungan. Ini berarti, kita harus memerintahk >> >> >> >> >> -- >> *********************************** >> Amir Al Amin >> Operations/ Wellsite Geologist >> (62)811592902 >> amir13120[at]yahoo.com >> amir.al.amin[at]gmail.com >> ************************************ >> >

