Mas Rovicky

Saya sangat setuju , pendekatan yang dipakai memang lebih baik lewat Aspek
Keselamatan , Kesehatan , Keamanan dan Lingkungan Kerja.

Pendekatan LK3 akan menyadarkan bahaya dan kemungkinan terjadinya
kecelakaan seperti cacat tetap , pencemaran lingkungan dan kematian. Sudah
tentu karena ini bersifat ilegal maka tidak pernah ada santunan akan
kecelakaan kerja alias asuransi.

Kalau menggunakan pendekatan social budaya dan kemasyarakatan sudah tidak
bisa karena ini urusan perut (alias mau cari makan) , dan lagi minyak / gas
yang diambil ada di tanah/area mereka. Jelas inipun akan bertentangan
dengan UUD 45 pasal 33.

Peraturan yang dibuat pemerintah sebenarnya lengkap namun aparat penegak
hukum sering kali bertindak tidak sesuai aturan hukum yang ada.

Salam

Dandy




2013/9/13 Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>

> 2013/9/12 <[email protected]>
>
> dengan era transparansi seperti sekarang ini dan semakin
>> mudahnya  mengakses informasi dg kemajuan teknologi informasi
>> justru masyarakat itu sekarang ini sudah semakin pinter pinter,
>>
>
> Mas Ismail betol sekali, masyarakat semakin pinter, dan minteri (ngakali).
> Salah satu yang menjadi persoalan dalam mengatasi "pencurian" minyak ini
> antara lain dengan adanya pengetahuan bahwa masyarakat awam "boleh"
> mengambil minyak dari rembesan, atau oil seep. Pengelolaannya bisa
> menggunaan Perda, seperti di Cepu. Nah dengan pengetahuan itulah mereka
> akhirnya (secara diam-diam) "mbocori" pipa dimasukkan ke kolam dan
> mengambilnya dari kolam. Diam-diam ini maksudnya melubangi pipa minya (live
> pipe) dengan "hot tap" (perlu ilmu Hot Tap, barangkali karena mudahnya cari
> informasi juga). Kemudian mengalirkan minyak "colongan" ini ke "kolam"
> rembesan sejauh hingga 14 Km ... ya konon hingga 14 Km !
> Di kolam inilah mereka 'rayahan', seolah-olah tindakan yang legal. Dan
> kalau ditanya siapa yg mbolongin ya 'pura-pura bego aja'.
> Bahkan yg lebih hebat kepintarannya adalah "melubangi" jebakan minyak,
> alias ngebor minyak dengan menggunakan mesin bor air dan dengan rig dari
> kayu, mirip di Texas tahun 1900-an.  Setelah dapet dibiarkan saja ngalir
> pelan-pelan ke kolam.
>
>
>> hal hal yg terjadi seperti itu lebih karena adanya perubahan
>> norma norma sosial masarakat shg masyarakat semakin reaktif
>> jika melihat hal hal yg kurang berkenan serta  kurangnya
>> penegakan hukum bukan semata mata karena kurangnya  infornmasi
>> di masarakat . Adanya perubahan kondisi external / masarakat
>> tentunya juga harus diikuti perubahan/penyesuaian di
>> internalnya juga.
>> ISM
>>
>
> Secara positip saya menanggapinya seperti diatas, bahwa masyarakat lokal
> juga ingin "berkontribusi" dan "berpartisipasi aktif" dalam mengelola hasil
> bumi tempat berpijak. Hanya saja menurut saya perlu dengan sosialisasi tata
> cara yang saat ini berlaku, dan dilakukan sesuai dengan kaidah keilmuan,
> keselamatan, kesehatan dll.
>
> Salah satu akibat yang mengkhawatirkan adalah soal HSE (health, safety,
> environment) atau K3L (Kesehatan, Keselamatan kerja, Lingkungan). Ada
> kejadian terbakarnya satu "kolam" yang menewaskan lebih dari 5 orang
> "penjarah" atau pengumpul minyak.
> Tapi salah satu berita koran yang saya baca kemarin dalam judulnya ada si
> "anu" yang bilang, "Para korban semestinya dapat santunan !"
>
> Gandrik !!!
> Ini pencuri/penjarah minta santunan ?
>
>
> RDP
>
> --
>
> *"Tidak ada satu cara terbaik untuk menyelesaikan masalah bangsa. Tapi
> pasti ada satu langkah kemajuan bila anda ikut serta memperbaikinya".*
>
> ----------------------------------------------------
> Joint Convention Medan 2013 (JCM 2013)
> The 38th HAGI and 42nd IAGI Annual Convention & Exhibition
> Register Now! http://www.jcm2013.com/registration/
> ----------------------------------------------------
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
> ----------------------------------------------------
> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> ----------------------------------------------------
> Subscribe: [email protected]
> Unsubscribe: [email protected]
> ----------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
> In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not
> limited
> to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
> resulting
> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with
> the use of
> any information posted on IAGI mailing list.
> ----------------------------------------------------
>
>

----------------------------------------------------
Joint Convention Medan 2013 (JCM 2013)
The 38th HAGI and 42nd IAGI Annual Convention & Exhibition
Register Now! http://www.jcm2013.com/registration/
----------------------------------------------------
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------

Kirim email ke