Rekan-rekan IAGI yang budiman,
Situs Megalitik Gunung Padang kembali merebut perhatian banyak kalangan. Kali ini berkat inisiatif Laboratory for Earth Hazards Puslit Geoteknologi LIPI yang pada Jum'at siang 14 Maret 2014 mengundang seluruh pakar TTRM untuk memaparkan hasil-hasil penelitiannya. Yang hadir ratusan orang, mewakili beragam jenis disiplin ilmu dan latar belakang. Prof Sampurno dan Ibu , yang walaupun jalannya tidak selancar zaman dahulu kala, begitu bersemangat menapaki tangga Gedung 70 LIPI, dari lantai 1 sampai lantai 3 - - - sambil selalu bergandengan tangan mesra - - - he - - hee. Di sessi sore hari, menjelang Dr. Ali Akbar memaparkan materinya, Pak Wagub Dedy Mizwar mendadak muncul di lantai 3. Mang Okim sempat bertutur sapa dengan beliau dan berbincang tentang cincin batu Gunung Padang yang pernah mang Okim hadiahkan di rumah dinas beliau . Selain Pak Wagub, muncul juga Guruh Soekarno Putra - - - luar biasa ta' iya !!!. Mang Okim sungguh bersyukur telah diundang hadir sehingga dapat bersilaturahmi dan mendengarkan langsung pemaparan Pak Danny, Pak Andang, Pak Ali Akbar, Pak Pon, Pak Bagus Hendar, dan rekan-rekan peneliti TTRM lainnya. Dengan demikian maka mang Okim dapat menyimak dan mengagumi hipotesis dan tafsiran atas hasil pemindaian beragam jenis peralatan geofisika yang super canggih. Kegembiraan mang Okim berlipat ganda karena hipotesis piramida budaya tidak lagi dimunculkan, demikian juga tentang adanya bangunan-bangunan budaya lainnya seperti pintu gerbang setinggi 18 meter ataupun reaktor listrik hidro di lapisan budaya 4 seperti yang disampaikan beberapa waktu yang lalu oleh Pak Rizky ke media online. Dengan demikian maka para pakar geologi yang hadir di diskusi ilmiah tersebut tampak dipuaskan karena hipotesisnya didasarkan atas asumsi-asumsi murni geologi dan geofisika. Mang Okim-pun langsung memberikan apresiasi atas kegigihan Pak Danny dalam mengerahkan segala peralatan geofisika demi mendapatkan hasil yang optimal. Masalah semen purba super canggih dan ruang kosong Terlepas dari hal-hal yang sangat menggembirakan tersebut di atas, ada masalah yang masih mengganjal yaitu tentang hipotesis semen purba dan adanya ruang kosong di perut Gunung Padang yang diduga kuat berisi "brankas". Untuk tidak memberikan kesan bahwa mang Okim menentang penelitian TTRM, maka dalam kesempatan mengajukan pertanyaan , sebagai rekan sesama profesi (walau sudah out of date ), mang Okim menyarankan kepada Pak Danny dkk agar lebih berhati-hati dalam menafsirkan gejala geologi di lapangan atau di bawah permukaan antara lain dalam masalah semen purba super canggih yang konon diciptakan oleh manusia prasejarah pada kisaran periode 13.000 - 23.000 tahun yang lalu. Komposisi semen tersebut menurut hasil lab. konon terdiri dari 45 % mineral besi , 41 % mineral silika, dan 14 % mineral lempung + unsur karbon. Selain dari itu dinyatakan juga bahwa kandungan besi di alam dan di pertambangan bijih besi tidak lebih dari 5 % ( Danny H.N. 1 April 2013 : Gunung Padang, Mahakarya Peradaban yang Hilang ). Pernyataan tersebut yang sampai sekarang terkesan masih diyakini oleh TTRM seharusnya ditinjau ulang karena beberapa hasil eksplorasi bijih besi, baik oleh mang Okim sendiri di Sumatera Selatan, ataupun oleh tim Badan Geologi di Sulawesi Tengah , Jawa Timur, dan di daerah lain, kandungan besi di batuan bijih besi berkisar dari 48 % sampai 70 % ( berupa mineral hematit atau magnetit ). Sementara itu, semen Portland Gresik jenis I (SII 0013.18) , kandungan total unsur hematit (Fe2O3) dan magnetitnya (Fe3O4) tidak lebih dari 6 %. Dan kalau kita kembali ke text book, dalam buku Rock & Mineral karangan Dietrich & Skinner 1979 disebutkan bahwa : 1. Any sedimentary rock containing more than 15 % iron is termed iron formation. Selain dari itu dinyatakan juga bahwa dalam batuan andesit-basalt terkandung secara umum 50 % SiO2 , 10 % Oksida besi , dan 6 % Magnesium . Ditambah dengan bukti-bukti di singkapan ( pseudo layerings dll ), maka lebih ariflah kalau tafsirannya tidak ke semen purba melainkan ke tanah pelapukan kekar kolom atau " columnar weathering". Masalah lainnya yang juga bisa mengganjal adalah hipotesis tentang adanya "chamber " atau ruang budaya di perut Gunung Padang yang sesuai dengan guyonan Pak Danny di forum, ada kemungkinan berisi " brankas " ( mungkin hal inilah yang memancing RI 1 untuk nekat berkunjung ke Gunung Padang ). Sebagai perbandingan, bulan lalu mang Okim sempat mengabadikan panorama gunung api di kawasan Madinah - Mekah dan mempelajarinya dari beberapa literatur. Di kawasan Harrat Kishb atau Padang Lava Kishb yang luasnya 5980 km2 dan terbentuk sekitar 2 jutaan tahun yang lalu ( Plio-Pleistosen ), terdedeksi adanya 162 Scoria Cones, 1 Shield Volcano, 9 Lava Domes, dan 1 Whaleback Lava Flow. Di kawasan ini ditemukan juga banyak " lava tubes " atau terowongan lava beragam ukuran yang oleh penulisnya dijelaskan proses terjadinya dengan sangat sederhana dan sangat mudah dimengerti ( termasuk adanya interval yang resistivitynya lebih dari 1.000 Ohm meter yang berkaitan dengan weathered basalt !!!). Untuk Gunung Padang yang menurut Pak Danny terdeteksi adanya vent atau leher lava berikut lidah lavanya, maka hipotesis lava tube mungkin lebih tepat dari pada "cultural chamber" atau ruang budaya. Masukan dari mang Okim ini, yang disampaikan di forum diskusi , alhamdulilah diakomodir oleh Pak Danny sebagai suatu kemungkinan. Konsekwensi revisi hipotesis semen purba dan cultural chamber Seandainya TTRM berbesar hati dan tidak terbebani untuk merevisi hipotesis semen purba berusia 13.000 - 23.000 tahun yang bisa dibuktikan merupakan tanah pelapukan sebagai hasil "columnar weathering", maka seluruh penelitian bawah permukaan yang dilakukan oleh TTRM akan menjadi penelitian murni geologi-geofisika , demikian juga dengan hipotesis "cultural chamber" yang kemungkinan besar bisa merupakan " lava tube ". Sehubungan dengan itulah maka mang Okim menyarankan dan mengharapkan agar para pakar geologi-geofisika TTRM tidak menerobos masuk terlalu dalam ke ranah arkeologi dan apalagi mengumumkan hipotesis-hipotesis yang oleh banyak kalangan dianggap kontoversial sehingga sempat memancing lahirnya Petisi April 2013. Kemaren dulu Sabtu 22 Maret 2014, mang Okim dan pak Lutfi diminta memandu tayangan DAAI TV di Gunung Padang. Pada kesempatan tersebut mang Okim meneliti kembali beberapa singkapan di kawasan Gunung Padang dan menjadi lebih yakin lagi bahwa Gunung Padang adalah sisa Gunung Api Purba yang bagian atasnya (saja) telah dimanfaatkan oleh manusia Megalitik sebagai punden berundak. Mang Okim mohon beribu maaf kalau saran dan masukan mang Okim ini kurang berkenan, Salam cinta Geo-Arkeologi, Mang Okim ---------------------------------------------------- Siapkan waktu PIT IAGI ke-43 Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition JAKARTA,15-18 September 2014 ---------------------------------------------------- Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact ---------------------------------------------------- Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa) Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti ---------------------------------------------------- Subscribe: [email protected] Unsubscribe: [email protected] ---------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ----------------------------------------------------

