Mang Okim
Senang saya membaca kembali ulasan mang Okim mengenai gn Padang , setelah
sekian lama tidak terdengar.
Bagaimanapun kasus ini telah memberikan dampak positip yaitu perhatian
Pemerintah dan masyarakat terhadap ilmu2 yang tidak menghasilkan uang
(arkeologi).
Disisi lain juga memberikan kesempatan dan pengenalan aplikasi ilmu geologi
dan geofisika dalam penelitian ilmu2 murni diluar ekstraksi SDA.
Kunjungan SBY ke situs GN Padang sangat bermanfaat dan akan memberikan dorongan
bagi Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah untuk selalumendukung kegiatan
serupa dimasa mendatang.
Komentar SBY-pun sangat menyejukan hati , karena SBY mengakui bahwa secara
ilmiah masih terdapat kontroversi mengenai situs Gn Padang ini.
Saya sudah membaca buku Ali Akbar , berikut secara singkat kesimpulan saya :
1. Buku tersebut membahas situs gunung padang , terutama dari sisi arkeologi.
Hal ini dilakukan dengan rinci jujur dan objektif.
2. Mengenai hasil penelitian geologi serta interpertasinya ( geolistrik ,
tomography temuan semen dsb) dikomentari oleh Ali Akbar sebagai suatu
kemungkinan , jadi tetap membuka ruang diskusi.
3. Mungkin juga dalam beberapa kalimat ada kesan se-olah2 dia menyetujui atau
berpendapat sesuai dengan interpetasi hasil survei TTRM ,tapi tidak secara
jelas mendukung koq.
4. Yang agak mengganjal hati saya adalah perbedaan penentuan umur batuan antara
hasil yang dilakukan oleh LEMIGAS dan satu lab di kLN (saya lupa namanya.
Ali Akbar (dengan alasan yang kurang jelas) lebih mempercayai hasil dari lab
LN. Ini mungkin perlu dicek ulang ,karena prbedaannya sangat besar.
Begitu mang Okim pendapat saya.
si Abah
On Tuesday, March 25, 2014 10:57 AM, Sujatmiko <[email protected]> wrote:
Rekan-rekan IAGI yang budiman,
Situs Megalitik Gunung Padang kembali merebut perhatian banyak kalangan.
Kali ini berkat inisiatif Laboratory for Earth Hazards Puslit Geoteknologi
LIPI yang pada Jum'at siang 14 Maret 2014 mengundang seluruh pakar TTRM
untuk memaparkan hasil-hasil penelitiannya. Yang hadir ratusan orang,
mewakili beragam jenis disiplin ilmu dan latar belakang. Prof Sampurno dan
Ibu , yang walaupun jalannya tidak selancar zaman dahulu kala, begitu
bersemangat menapaki tangga Gedung 70 LIPI, dari lantai 1 sampai lantai 3 -
- - sambil selalu bergandengan tangan mesra - - - he - - hee. Di sessi sore
hari, menjelang Dr. Ali Akbar memaparkan materinya, Pak Wagub Dedy Mizwar
mendadak muncul di lantai 3. Mang Okim sempat bertutur sapa dengan beliau
dan berbincang tentang cincin batu Gunung Padang yang pernah mang Okim
hadiahkan di rumah dinas beliau . Selain Pak Wagub, muncul juga Guruh
Soekarno Putra - - - luar biasa ta' iya !!!.
Mang Okim sungguh bersyukur telah diundang hadir sehingga dapat
bersilaturahmi dan mendengarkan langsung pemaparan Pak Danny, Pak Andang,
Pak Ali Akbar, Pak Pon, Pak Bagus Hendar, dan rekan-rekan peneliti TTRM
lainnya. Dengan demikian maka mang Okim dapat menyimak dan mengagumi
hipotesis dan tafsiran atas hasil pemindaian beragam jenis peralatan
geofisika yang super canggih. Kegembiraan mang Okim berlipat ganda karena
hipotesis piramida budaya tidak lagi dimunculkan, demikian juga tentang
adanya bangunan-bangunan budaya lainnya seperti pintu gerbang setinggi 18
meter ataupun reaktor listrik hidro di lapisan budaya 4 seperti yang
disampaikan beberapa waktu yang lalu oleh Pak Rizky ke media online. Dengan
demikian maka para pakar geologi yang hadir di diskusi ilmiah tersebut
tampak dipuaskan karena hipotesisnya didasarkan atas asumsi-asumsi murni
geologi dan geofisika. Mang Okim-pun langsung memberikan apresiasi atas
kegigihan Pak Danny dalam mengerahkan segala peralatan geofisika demi
mendapatkan hasil yang optimal.
Masalah semen purba super canggih dan ruang kosong
Terlepas dari hal-hal yang sangat menggembirakan tersebut di atas, ada
masalah yang masih mengganjal yaitu tentang hipotesis semen purba dan
adanya ruang kosong di perut Gunung Padang yang diduga kuat berisi
"brankas". Untuk tidak memberikan kesan bahwa mang Okim menentang penelitian
TTRM, maka dalam kesempatan mengajukan pertanyaan , sebagai rekan sesama
profesi (walau sudah out of date ), mang Okim menyarankan kepada Pak Danny
dkk agar lebih berhati-hati dalam menafsirkan gejala geologi di lapangan
atau di bawah permukaan antara lain dalam masalah semen purba super
canggih yang konon diciptakan oleh manusia prasejarah pada kisaran periode
13.000 - 23.000 tahun yang lalu. Komposisi semen tersebut menurut hasil
lab. konon terdiri dari 45 % mineral besi , 41 % mineral silika, dan 14 %
mineral lempung + unsur karbon. Selain dari itu dinyatakan juga bahwa
kandungan besi di alam dan di pertambangan bijih besi tidak lebih dari 5 %
( Danny H.N. 1 April 2013 : Gunung Padang, Mahakarya Peradaban yang Hilang
). Pernyataan tersebut yang sampai sekarang terkesan masih diyakini oleh
TTRM seharusnya ditinjau ulang karena beberapa hasil eksplorasi bijih besi,
baik oleh mang Okim sendiri di Sumatera Selatan, ataupun oleh tim Badan
Geologi di Sulawesi Tengah , Jawa Timur, dan di daerah lain, kandungan
besi di batuan bijih besi berkisar dari 48 % sampai 70 % ( berupa mineral
hematit atau magnetit ). Sementara itu, semen Portland Gresik jenis I (SII
0013.18) , kandungan total unsur hematit (Fe2O3) dan magnetitnya (Fe3O4)
tidak lebih dari 6 %. Dan kalau kita kembali ke text book, dalam buku Rock
& Mineral karangan Dietrich & Skinner 1979 disebutkan bahwa : 1. Any
sedimentary rock containing more than 15 % iron is termed iron formation.
Selain dari itu dinyatakan juga bahwa dalam batuan andesit-basalt terkandung
secara umum 50 % SiO2 , 10 % Oksida besi , dan 6 % Magnesium . Ditambah
dengan bukti-bukti di singkapan ( pseudo layerings dll ), maka lebih ariflah
kalau tafsirannya tidak ke semen purba melainkan ke tanah pelapukan kekar
kolom atau " columnar weathering".
Masalah lainnya yang juga bisa mengganjal adalah hipotesis tentang adanya
"chamber " atau ruang budaya di perut Gunung Padang yang sesuai dengan
guyonan Pak Danny di forum, ada kemungkinan berisi " brankas " ( mungkin hal
inilah yang memancing RI 1 untuk nekat berkunjung ke Gunung Padang ).
Sebagai perbandingan, bulan lalu mang Okim sempat mengabadikan panorama
gunung api di kawasan Madinah - Mekah dan mempelajarinya dari beberapa
literatur. Di kawasan Harrat Kishb atau Padang Lava Kishb yang luasnya 5980
km2 dan terbentuk sekitar 2 jutaan tahun yang lalu ( Plio-Pleistosen ),
terdedeksi adanya 162 Scoria Cones, 1 Shield Volcano, 9 Lava Domes, dan 1
Whaleback Lava Flow. Di kawasan ini ditemukan juga banyak " lava tubes "
atau terowongan lava beragam ukuran yang oleh penulisnya dijelaskan proses
terjadinya dengan sangat sederhana dan sangat mudah dimengerti ( termasuk
adanya interval yang resistivitynya lebih dari 1.000 Ohm meter yang
berkaitan dengan weathered basalt !!!). Untuk Gunung Padang yang menurut Pak
Danny terdeteksi adanya vent atau leher lava berikut lidah lavanya, maka
hipotesis lava tube mungkin lebih tepat dari pada "cultural chamber" atau
ruang budaya. Masukan dari mang Okim ini, yang disampaikan di forum diskusi
, alhamdulilah diakomodir oleh Pak Danny sebagai suatu kemungkinan.
Konsekwensi revisi hipotesis semen purba dan cultural chamber
Seandainya TTRM berbesar hati dan tidak terbebani untuk merevisi hipotesis
semen purba berusia 13.000 - 23.000 tahun yang bisa dibuktikan merupakan
tanah pelapukan sebagai hasil "columnar weathering", maka seluruh
penelitian bawah permukaan yang dilakukan oleh TTRM akan menjadi penelitian
murni geologi-geofisika , demikian juga dengan hipotesis "cultural chamber"
yang kemungkinan besar bisa merupakan " lava tube ". Sehubungan dengan
itulah maka mang Okim menyarankan dan mengharapkan agar para pakar
geologi-geofisika TTRM tidak menerobos masuk terlalu dalam ke ranah
arkeologi dan apalagi mengumumkan hipotesis-hipotesis yang oleh banyak
kalangan dianggap kontoversial sehingga sempat memancing lahirnya Petisi
April 2013. Kemaren dulu Sabtu 22 Maret 2014, mang Okim dan pak Lutfi
diminta memandu tayangan DAAI TV di Gunung Padang. Pada kesempatan tersebut
mang Okim meneliti kembali beberapa singkapan di kawasan Gunung Padang dan
menjadi lebih yakin lagi bahwa Gunung Padang adalah sisa Gunung Api Purba
yang bagian atasnya (saja) telah dimanfaatkan oleh manusia Megalitik sebagai
punden berundak. Mang Okim mohon beribu maaf kalau saran dan masukan mang
Okim ini kurang berkenan,
Salam cinta Geo-Arkeologi,
Mang Okim
----------------------------------------------------
Siapkan waktu PIT IAGI ke-43
Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition
JAKARTA,15-18 September 2014
----------------------------------------------------
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use
of
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------
----------------------------------------------------
Siapkan waktu PIT IAGI ke-43
Mark your date 43rd IAGI Annual Convention & Exhibition
JAKARTA,15-18 September 2014
----------------------------------------------------
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use
of
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------