Saya pernah terlibat dengan project Batan untuk menenentukan tapak (site)
untuk PLTN. Ternyata dalam menentukan tapak ini harus mengikuti
persyaratan-persyaratan yang sangat ultra ketat dari IAEA, yang melibatkan
banyak aspek kemungkinan bencara alam, khususnya gempa dan gunung-api.
Jangkauan abu gunung-api menjadi masalah. Kemungkinan gempa sangat
diperhatikan. Adanya patahan/sesar harus diteliti dan diyakini bahwa tidak
aktif lagi untuk masa geologi yang cukup lama. Karena PLTN harus dekat
perairan yang cukup untuk pendinginan, maka pantai lah merupakan tapak yang
biasanya dipilih, Ini menimbulkan masalah dengan kemungkinan tsunami rob
dsb. Ingat Fukushima di Jepang. Juga faktor meteorologi juga harus
diperhatikan seandainya terjadi kebocoran, partikel radioaktif akan terbang
kemana. Dari pembicaraan2 dengan para Ahli yang didatangkan dari IAEA,
sangat sulit untuk mencari tapak yang aman di Pulau Jawa. Di lain pihak
Batan meminta lokasi ini di Jawa mengingat pasaran tenaga listrik ini
terkonsentrasi di Jawa. Dengan susah payah pantai Jepara dipilih, itupun
masih berisiko karena disana ada sesar yang harus dibuktikan tidak aktif
lagi. Juga rakyat setempat menolak, tetapi Gus Dur menganjurkan malah
Karimun Jawa, suatu pilihan yang secara geologi tepat, karena pulau ini
terdiri dari batuan metamorphic pre-Tersier yang stabil secara tektonik,
jauh dari kemungkin gempa atau tsunami maupun bencana volcanik. Namun Batan
menolak karena harus dialirkan melalui kabel bawah laut sepanjang sekitar
100 m. Akhirnya Batan mengalihkan perhatiannya ke Jawa Barat/Banten (di mana
saya terlibat langsung dalam pemilihan tapaknya, juga masalahnya sami mawon.
Akhirnya daerah pantai Banten utara dipilih, karena disana bupatinya
menginginkan. Tetapi saya berpendapat masih berisiko, dengan adanya Krakatau
dan kegempaan, dan masih ada kemungkinan tsunami, walaupun terlindung dalam
suatu teluk.
Akhirnya dipilih Bangka, memang disini secara tektonik sangat stabil, juga
jauh dari gempa dan gunungapi. Listriknya akan dialirkan dengan kabel bawah
laut ke Palembang, kemudian dialirkan melalui jaringan listrik permukaan,
dan kabel bawah laut lewat Selat Sunda ke Pulau Jawa. Pada pemilihan tapak
disini saya sudah tidak terlibat lagi. Memang kalau mau aman betul dan
memenuhi persyaratan ultra-ketat IAEA Kalimantan Tengah lah daerah yang
paling layak untuk tapak PLTN, hanya disana tidak ada pasaran untuk listrik.
Mengenai cadangan Uranium, memang sudah terbukti ada di Kalimantan barat
dengan cadangan yang cukup, walaupun sebenarnya kecil. Tetapi bijih uranium
ini perlu diperkaya dan ini menjadi urusan lagi dengan IAEA (ingat Iran).
UGM pernah berhasil memperkaya uranium menjadi apa yang disebut "yellow
cake", secara diam-diam tanpa izin IAEA, walaupun belakangan ketahuan dan
jadi masalah. Enrichment dari uranium ini menggunakan instalasi yang rumit
dan lama dan harus diawasi oleh IAEA. Pada akhirnya akan jauh lebih murah
import aja. Sampai begitulah keadaulan dan ketahanan energi kita dari segi
PLTN. Memang gagah kalau Indonesia mempunyai PLTN, menunjukkan kemampuan
teknologi tinggi, tetapi tidak memperlihatkan kedaulatan energi kita,
Jadi masalahnya PLTN itu bukan soal teknologi yang bisa kita kuasai. Menurut
saya untuk Jawa Sumatra dan kepulauan volcanic lainnya mengapa tidak
geothermal saja yang dikembangkan: bukan saja renewable dan clean energy,
tetapi "inexhaustible" (tidak perlu diperbaharui, tidak akan habis), dan
uninterruptable ( tidak akan terganggu siang-malam, mendung, hujan, badai
dsb). Memang risiko kegagalan tinggi (tidak didapatkan sekali bor), biaya
tinggi dsb. tetapi merupakan life-time investment. Sebaiknya pemerintah
dapat minta investor BOT (built, operate and transfer) dan sementara listrik
yang dihasilkan sementara itu disubsidi, sampai balik modal. Anggaplah
subsidi ini biaya investasi jangka seumur hidup bumi, hanya tinggal biaya
maintenance saja, ngisi ulang air dsb.
Wassalam
RPK
----- Original Message -----
From: <[email protected]>
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, January 12, 2016 10:51 AM
Subject: [iagi-net] Fw: Pernyataan DEN di Detik
Ini daerah daerah yg pernah disurvai untuk Lokasi PLTN dari
1975 sampai 1996.
Survai tahn 1996 Menempatkan Pantai Jepara khususnya Ujung
Lemah Abang menjadi lokasi yg layak
ISM
PARAMETER TAPAK
SITE SELECTION CRITERIA AND CANDIDATES
1st SELECTION (Karangkates Workshop, 1975)
SCREENING/RANKING FACTORS
Direct Factors: Indirect Factors:
1. Meteorology
2. Seismicity
3. hydrology
4. geology
5. population
6. urban planning
7. manpower
8. inventarization and additional data 1. Load Centre
2. Infrastructure
3. Other Power Resources
THE CANDIDATES:
1. Tanjung Pujul
2. Tanjung Pontang
3. Cabang Bungin
4. Pedes
5. Ujung Pamanukan
6. Semenanjung Muria
7. Lasem
8. Situbondo
9. Popoh
10. Pacitan
11. Pangandaran
12. Parigi
13. Pelabuhan Ratu selatan
14. Pelabuhan Ratu utara
2nd SELECTION (Karangkates Workshop, 1979)
SCREENING/RANKING FACTORS
Direct Factors: Indirect Factors:
1. Meteorology
2. Seismicity
3. hydrology
4. geology
5. population
6. urban planning
7. manpower
8. inventarization and additional data 1. Load Centre
2. Infrastructure
3. Other Power Resources
THE AREA CANDIDATES:
1. Tanjung Pujul
2. Semenanjung Muria
3. Lasem
4. Situbondo
5. Parigi
3rd SELECTION (BATAN-NIRA Site Survey, 1980-1983)
SCREENING/RANKING FACTORS
Direct Factors:
1. Territory
2. Demography
3. Geology and Seismology (Regional Geology, Volcanism, Local
Geology, Seismicity, Seismotechtonics, Ground Acceleration and
Reference Earthquakes, Microearthquake surveys, Tsunamis).4. hydrology
5. Marine Geophysics and Oceanography
6. Geotechnical Engineering
7. Meteorology
8. Radioecology
THE AREA CANDIDATES RANK:
1. Semenanjung Muria (Ujungwatu site)
2. Lasem (Sluke site)
3. Situbondo
4. Tanjung Pujul
5. Parigi
4th SELECTION (BATAN-NEWJEC Site and Environmental Study,
1991-1996)SCREENING/RANKING FACTORS
Safety aspects:
1. Surface faulting
2. seismicity
3. foundation characteristics
4. ground characteristics
5. volcanic characteristics
6. coastal flooding
7. river flooding
8. groundwater movement
9. man-induced events
10. population distribution
Economic aspects:
1. cooling water system
2. harbor facility
3. preparation for foundation of main buildings
4. access road
5. site land arrangement
Environmental aspects:
1. land and water use
2. endangered species/historical monuments
3. ecology
THE AREA CANDIDATES RANK:
1. Ujung Lemahabang
2. Ujung Genggrengan
3. Ujung Watu
4. Ujung Bantungan
5. Ujung Blitar
6. Ujung Piring
___________________________________________________________
indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id
----------------------------------------------------
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
resulting
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with
the use of
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------
----------------------------------------------------
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------