Yah Sangat baik dan Benar semua kajian oleh para pakarnya, sangking semua 
Benar, anehnya adanya hanya FS  PLTP ( Pembangkit Listrik Tenaga POLEMIK ).
Sepertinya bukan Kedaulatan Energi dan kehebatan teknologi posisi Energi 
Indonesia sekarang ini.KEBUTUHAN DAN KECUKUPAN saja, Masih Jauh.......
Salam POLEMIK,
BerTo

Sent from Yahoo Mail on Android 
 
  On Tue, Jan 12, 2016 at 17:37, noor syarifuddin<[email protected]> 
wrote:   menarik sekali pencerahannya Prof.... satu perspektif baru...  salam,
2016-01-12 16:24 GMT+07:00 R.P.Koesoemadinata <[email protected]>:

Sedikit tambahan dan ralat:
Keterlibatan saya dengan BATAN adalah tahun 2008-2009
Jarak Semarang-Karimun Jawa: sekitar 100 km, bukan 100 m (hahaha)
RPK
----- Original Message ----- From: "R.P.Koesoemadinata" <[email protected]>
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, January 12, 2016 3:30 PM
Subject: Re: [iagi-net] Fw: Pernyataan DEN di Detik



Saya pernah terlibat dengan project Batan untuk menenentukan tapak (site) untuk 
PLTN. Ternyata dalam menentukan tapak ini harus mengikuti 
persyaratan-persyaratan yang sangat ultra ketat dari IAEA, yang melibatkan 
banyak aspek kemungkinan bencara alam, khususnya gempa dan gunung-api. 
Jangkauan abu gunung-api menjadi masalah. Kemungkinan gempa sangat 
diperhatikan. Adanya patahan/sesar harus diteliti dan diyakini bahwa tidak 
aktif lagi untuk masa geologi yang cukup lama. Karena PLTN harus dekat perairan 
yang cukup untuk pendinginan, maka pantai lah merupakan tapak yang biasanya 
dipilih, Ini menimbulkan masalah dengan kemungkinan tsunami rob dsb. Ingat 
Fukushima di Jepang. Juga faktor meteorologi juga harus diperhatikan seandainya 
terjadi kebocoran, partikel radioaktif akan terbang kemana. Dari pembicaraan2 
dengan para Ahli yang didatangkan dari IAEA, sangat sulit untuk mencari tapak 
yang aman di Pulau Jawa. Di lain pihak Batan meminta lokasi ini di Jawa 
mengingat pasaran tenaga listrik ini terkonsentrasi di Jawa. Dengan susah payah 
pantai Jepara dipilih, itupun masih berisiko karena disana ada sesar yang harus 
dibuktikan tidak aktif lagi. Juga rakyat setempat menolak, tetapi Gus Dur 
menganjurkan malah Karimun Jawa, suatu pilihan yang secara geologi tepat, 
karena pulau ini terdiri dari batuan metamorphic pre-Tersier  yang stabil 
secara tektonik, jauh dari kemungkin gempa atau tsunami maupun bencana 
volcanik. Namun Batan menolak karena harus dialirkan melalui kabel bawah laut 
sepanjang sekitar 100 m. Akhirnya Batan mengalihkan perhatiannya ke Jawa 
Barat/Banten (di mana saya terlibat langsung dalam pemilihan tapaknya, juga 
masalahnya sami mawon. Akhirnya daerah pantai Banten utara dipilih, karena 
disana bupatinya menginginkan. Tetapi saya berpendapat masih berisiko, dengan 
adanya Krakatau dan kegempaan, dan masih ada kemungkinan tsunami, walaupun 
terlindung dalam suatu teluk.
Akhirnya dipilih Bangka, memang disini secara tektonik sangat stabil, juga jauh 
dari gempa dan gunungapi. Listriknya akan dialirkan dengan kabel bawah laut ke 
Palembang, kemudian dialirkan melalui jaringan listrik permukaan, dan kabel 
bawah laut lewat Selat Sunda  ke Pulau Jawa. Pada pemilihan tapak disini saya 
sudah tidak terlibat lagi. Memang kalau mau aman betul dan memenuhi persyaratan 
ultra-ketat  IAEA Kalimantan Tengah lah daerah yang paling layak untuk tapak 
PLTN, hanya disana tidak ada pasaran untuk listrik.
Mengenai cadangan Uranium, memang sudah terbukti ada di Kalimantan barat dengan 
cadangan yang cukup, walaupun sebenarnya kecil. Tetapi bijih uranium ini perlu 
diperkaya dan ini menjadi urusan lagi dengan IAEA (ingat Iran). UGM pernah 
berhasil memperkaya uranium menjadi apa yang disebut "yellow cake", secara 
diam-diam tanpa izin IAEA, walaupun belakangan ketahuan dan jadi masalah. 
Enrichment dari uranium ini menggunakan instalasi yang rumit dan lama dan harus 
diawasi oleh IAEA. Pada akhirnya akan jauh lebih murah import aja. Sampai 
begitulah keadaulan dan ketahanan energi kita dari segi PLTN. Memang gagah 
kalau Indonesia mempunyai PLTN, menunjukkan kemampuan teknologi tinggi, tetapi 
tidak memperlihatkan kedaulatan energi kita,
Jadi masalahnya PLTN itu bukan soal teknologi yang bisa kita kuasai. Menurut 
saya untuk Jawa Sumatra dan kepulauan volcanic lainnya mengapa tidak geothermal 
saja yang dikembangkan: bukan saja renewable dan clean energy, tetapi 
"inexhaustible" (tidak perlu diperbaharui, tidak akan habis), dan 
uninterruptable ( tidak akan terganggu siang-malam, mendung, hujan, badai dsb). 
Memang risiko kegagalan tinggi (tidak didapatkan sekali bor), biaya tinggi dsb. 
tetapi merupakan life-time investment. Sebaiknya pemerintah dapat minta 
investor BOT (built, operate and transfer) dan sementara listrik yang 
dihasilkan sementara itu disubsidi, sampai balik modal. Anggaplah subsidi ini 
biaya investasi jangka seumur hidup bumi, hanya tinggal biaya maintenance saja, 
ngisi ulang air dsb.
Wassalam
RPK

----- Original Message ----- From: <[email protected]>
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, January 12, 2016 10:51 AM
Subject: [iagi-net] Fw: Pernyataan DEN di Detik



Ini daerah daerah yg pernah disurvai untuk Lokasi PLTN dari
1975 sampai 1996.
Survai tahn 1996 Menempatkan Pantai Jepara khususnya Ujung
Lemah Abang menjadi lokasi yg layak

ISM


PARAMETER TAPAK
SITE SELECTION CRITERIA AND CANDIDATES

1st SELECTION (Karangkates Workshop, 1975)
SCREENING/RANKING FACTORS
Direct Factors: Indirect Factors:
1. Meteorology
2. Seismicity
3. hydrology
4. geology
5. population
6. urban planning
7. manpower
8. inventarization and additional data 1. Load Centre
2. Infrastructure
3. Other Power Resources

THE CANDIDATES:
1. Tanjung Pujul
2. Tanjung Pontang
3. Cabang Bungin
4. Pedes
5. Ujung Pamanukan
6. Semenanjung Muria
7. Lasem
8. Situbondo
9. Popoh
10. Pacitan
11. Pangandaran
12. Parigi
13. Pelabuhan Ratu selatan
14. Pelabuhan Ratu utara


2nd SELECTION (Karangkates Workshop, 1979)
SCREENING/RANKING FACTORS
Direct Factors: Indirect Factors:
1. Meteorology
2. Seismicity
3. hydrology
4. geology
5. population
6. urban planning
7. manpower
8. inventarization and additional data 1. Load Centre
2. Infrastructure
3. Other Power Resources
THE AREA CANDIDATES:
1. Tanjung Pujul
2. Semenanjung Muria
3. Lasem
4. Situbondo
5. Parigi


3rd SELECTION (BATAN-NIRA Site Survey, 1980-1983)
SCREENING/RANKING FACTORS
Direct Factors:
1. Territory
2. Demography
3. Geology and Seismology (Regional Geology, Volcanism, Local
Geology, Seismicity, Seismotechtonics, Ground Acceleration and
Reference Earthquakes, Microearthquake surveys, Tsunamis).4. hydrology
5. Marine Geophysics and Oceanography
6. Geotechnical Engineering
7. Meteorology
8. Radioecology
THE AREA CANDIDATES RANK:
1. Semenanjung Muria (Ujungwatu site)
2. Lasem (Sluke site)
3. Situbondo
4. Tanjung Pujul
5. Parigi



4th SELECTION (BATAN-NEWJEC Site and Environmental Study,
1991-1996)SCREENING/RANKING FACTORS
Safety aspects:
1. Surface faulting
2. seismicity
3. foundation characteristics
4. ground characteristics
5. volcanic characteristics
6. coastal flooding
7. river flooding
8. groundwater movement
9. man-induced events
10. population distribution
Economic aspects:
1. cooling water system
2. harbor facility
3. preparation for foundation of main buildings
4. access road
5. site land arrangement
Environmental aspects:
1. land and water use
2. endangered species/historical monuments
3. ecology
THE AREA CANDIDATES RANK:
1. Ujung Lemahabang
2. Ujung Genggrengan
3. Ujung Watu
4. Ujung Bantungan
5. Ujung Blitar
6. Ujung Piring




___________________________________________________________
indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id


----------------------------------------------------

Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of
any information posted on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------- 


----------------------------------------------------

Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or 
its members be liable for any, including but not limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of any information posted on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------- 


----------------------------------------------------

Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or 
its members be liable for any, including but not limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------



----------------------------------------------------

Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------

  

----------------------------------------------------



Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact

----------------------------------------------------

Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:

Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta

No. Rek: 123 0085005314

Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia

No. Rekening: 255-1088580

A/n: Shinta Damayanti

----------------------------------------------------

Subscribe: [email protected]

Unsubscribe: [email protected]

----------------------------------------------------

DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 

posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 

In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited

to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 

from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 

any information posted on IAGI mailing list.

----------------------------------------------------

Kirim email ke