Selamat Siang,

Artikel di NatGeo beberapa edisi yang lalu menyatakan Jerman berniat
menutup seluruh reaktor pada 2022 (yang hanya 16%-17% dari seluruh pasokan
listrik), menggantikannya dengan energi terbarukan -terutama angin- dan
menambah pasokan listrik dari bahan bakar fossil (batubara dan gas)

Beberapa alasan yang mengemuka adalah mahal dan lamanya proses setelah
reaktor berhenti/tutup usia serta pembuangan sampah nuklirnya.
Untuk  Indonesia sepertinya batubara dan panas bumi masih bisa ditingkatkan
penggunaannya. yang ekonomis (murah) dan cepat tentu saja batubara.

Note kutipan dari
http://www.world-nuclear.org/info/Country-Profiles/Countries-G-N/Germany/:

"However, despite this safety assurance, on 30 May 2011, after increasing
pressure from anti-nuclear federal states, the government decided to revive
the previous government's phase-out plan and close all reactors by 2022 but
without abolishing the fuel tax, thus reneging on the new fuel tax
trade-off. The Bundestag passed the measures by 513 to 79 votes at the end
of June, and the Bundesrat vote on 8 July confirmed this. Both houses of
parliament approved construction of new coal and gas-fired plants despite
claiming to retain its CO2 emission reduction targets, as well as expanding
wind energy. This policy of replacing nuclear power with extra fossil fuel
capacity and vastly expanding highly-subsidised renewables is known as the
*Energiewende*."


Astyka P

2016-01-11 23:51 GMT+07:00 BERNABAS IRIJANTO - [email protected] <
SRS0-/[email protected]>:

> Salam Geologi,
>
> Itulah POLEMIK yang dibuat...agar ENERGI INDONESIA disibukkan dengan "
> RESIKO "...sejak 30 tahun yang lalu.
>
> Apakah Negara Negara Pengguna Energi Nuklir ...tidak mengetahui RESIKO
> nya..?!?
>
> Apakah ada Sumber Daya Energi di Indonesia yang tidak ber RESIKO..?!?
>
> Penutupan PLTN di beberapa Negara Pengguna Energi Nuklir, adalah
> Penggantian Reaktor Tipe Lama dengan Tipe BARU yang lebih efesien dari
> segala aspek.
> Dan Penelitian dan Pengembangan Reaktor Nuklir untuk Energi Listrik Dunia,
> Tentu mengalami perkembangan sesuai Tuntutan Zaman.
>
> Salam,
> BerTo
>
>
>
> Sent from Yahoo Mail on Android
> <https://overview.mail.yahoo.com/mobile/?.src=Android>
>
> On Mon, Jan 11, 2016 at 23:15, MINARWAN
> <[email protected]> wrote:
> Para Bapak dan Ibu yth,
>
> Polemik PLTN ini sebenarnya bukan persoalan memandang rendah bangsa
> sendiri atau takut londo, tapi lebih pada perlu vs tak perlu, aman vs tak
> aman, berpikir jangka pendek vs jangka panjang, haruskah PLTN vs belum
> perlu PLTN. Masih adakah sumber daya lain untuk membangkitkan listrik di
> Indonesia?
>
> Saat ini ada negara maju yang sudah menyetop pembangunan PLTN baru dan
> berusaha menutup PLTN mereka (Jerman) karena khawatir akan faktor keamanan.
> Berapa lama kita bisa menyimpan sisa pembakaran uranium tersebut dan di
> mana? Bisakah kita menyimpannya untuk waktu 50th, 100th, 200th, 300th?
>
> Artikel mengenai dekomisioning reaktor nuklir di Jerman ada di sini
> (Jerman Barat tidak percaya dengan reaktor nuklir Jerman Timur-Russia):
> http://www.world-nuclear.org/info/Country-Profiles/Countries-G-N/Germany/
>
> Sedangkan Indonesia sepertinya ingin menggunakan teknologi Russia? Jepang?
> Korsel?
> http://www.world-nuclear.org/info/Country-Profiles/Countries-G-N/Indonesia/
>
> Sementara itu, Korsel sepertinya sudah punya reaktor nuklir lebih dulu
> daripada Indonesia, malah sudah mengekspor teknologi mereka.
>
> http://www.world-nuclear.org/info/Country-Profiles/Countries-O-S/South-Korea/
>
> Vietnam mendapatkan bantuan dari Russia dan Jepang. Perusahaan Russia yang
> membantu Vietnam ini juga sama dengan yang membantu Indonesia (Rosatom).
>
> PLTN ini, kalau hanya berpikir menggunakan listriknya tanpa peduli dengan
> resiko untuk orang2 di sekitar wilayah PLTN, yah memang enak, indah dan
> terasa hebat. :)
>
> Salam
> Minarwan
>
> --
> - when one teaches, two learn -
> http://www.linkedin.com/in/minarwan
>
> ----------------------------------------------------
>
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
> ----------------------------------------------------
> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> ----------------------------------------------------
> Subscribe: [email protected]
> Unsubscribe: [email protected]
> ----------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
> In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not
> limited
> to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
> resulting
> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with
> the use of
> any information posted on IAGI mailing list.
> ----------------------------------------------------
>
>
> ----------------------------------------------------
>
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
> ----------------------------------------------------
> Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> ----------------------------------------------------
> Subscribe: [email protected]
> Unsubscribe: [email protected]
> ----------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others.
> In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not
> limited
> to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
> resulting
> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with
> the use of
> any information posted on IAGI mailing list.
> ----------------------------------------------------
>
>

----------------------------------------------------

Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Hubungi Kami: http://www.iagi.or.id/contact
----------------------------------------------------
Iuran tahunan Rp.250.000,- (profesional) dan Rp.100.000,- (mahasiswa)
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
----------------------------------------------------
Subscribe: [email protected]
Unsubscribe: [email protected]
----------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. 
In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not 
limited
to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting 
from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use 
of 
any information posted on IAGI mailing list.
----------------------------------------------------

Kirim email ke